
🍃 Flashback On 🍃
Dert..
Handphone milik Mark berdering tanda bahwa ada notifikasi pesan yang masuk, Mark pun meriah Handphone miliknya dan menyeritkan dahinya.
Siapa? Gumam Mark dalam hatinya.
Belum sempat ia menyimpulkan, Handphone miliknya sudah bergetar kembali.
Derrtt
Kembali nomor yang sama mengirimkan sebuah pesan padanya. Di sana terdapat foto istrinya yang tak lain Annisa sedang dalam pelukan seseorang.
Mark mengeraskan rahangnya, ia pun menggebrak meja kerjanya. membanting semua yang ada.
Hingga semua nya pun berserakan di lantai.
Dokumen penting pagi itu, harus berserakan bagai sampah tak berguna.
📩 Nomor tak di kenal.
Hotel xxx kamar 124
Mark yang mengetahui itu, langsung meriah kunci mobilnya dan segera menuju hotel yang di maksud.
Pikiran nya sudah di penuhi dengan emosi dan curiga, Entahlah semua rasa sudah mendominasi dalam dirinya.
"Kakak? mau kemana?" Ucap Maira yang baru saja ingin masuk kedalam ruangan Mark dengan setumpuk dokumen yang ia bawa.
Mark hanya melihat sekilas, ia langsung pergi tanpa memperdulikan Maira yang bertanya padanya.
Yang ada di pikiran nya sekarang hanya Annisa dan Annisa tak ada yang lain nya.
__ADS_1
Di laju kan nya mobil sport miliknya dengan kecepatan tinggi, Mark sesekali menerobos lampu merah.
Tak butuh waktu lama 10 menit Mark sudah sampai di area hotel tersebut, dan segera memarkirkan mobilnya.
Dengan langkah tegas, Mark masuk kedalam hotel dan segera bertanya pada resepsionis letak kamar 124.
Setelah mendapat kan pengarahan yang tujukan dari sang resepsionis hotel, Mark segera melangkah kan kakinya.
Saat sudah sampai di depan kamar 124, tanpa menunggu lebih lama lagi Mark langsung mendobrak pintu itu, dan
Brak!
Salah satu pintu kamar Hotel di gebrak dengan keras oleh Mark saat itu,
"Annisa!!!!!" Teriak Mark pada istrinya yang ada didalam.
Annisa yang tengah tertidur dengan pakaian sedikit longgar dan tanpa jilbab yang melekat pada nya langsung terbangun dan terduduk karena mendengar suara yang sangat nyaring di telinganya.
"Apa yang kau lakukan disini." Ucap Mark dengan nada tegas dan tajam.
🍃 Flashback OFF 🍃
"Ah sayang, kau sudah bangun ternyata." Ucap seseorang, yang tak. lain adalah Alex.
Alex saat itu baru keluar dari dalam kamar mandi dengan celana pendek, mengusap rambutnya dengan handuk yang sedikit basah dan bagian dada bidang nya di biarkan terbuka.
Tetesan air menetes membasahi wajah tampan nya, sesekali Alex mengusap usap kepalanya dengan handuk kecil yang ia bawa.
Annisa bingung dengan keadaaan ini, bagaimana? ia dan Alex ada disini?
Bukankah seharusnya Mark lah yang ada disini?
Ditengah kebingungan nya, Alex pun berucap "Sayang, ternyata kau sungguh liar saat bermain di ranjang. Aku menikmati mu." Ucap Alex mengedipkan sebelah matanya pada Annisa.
__ADS_1
Brugh
Mark memukul wajah Alex dengan kilatan emosi, pipi mulus Alex pun memerah memar bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Beraninya kau!!! Arghhhh...." Ucap Mark menatap Alex dengan tatapan membunuh.
Annisa segera meraih jilbab dan memakainya, dengan langkah mungilnya Annisa segera mendekati kedua lelaki itu.
"Cukup hentikan!" Ucap Annisa berdiri di antara keduanya.
"Thanks sayang, kau telah membelaku!" Ucap Alex tersenyum miring.
"Minggir Annisa!! jadi kau membelanya." Ucap Mark membentak Annisa.
Deg
Deg
Deg
Aku harus membawanya pulang, di rumah nanti aku akan menjelaskan nya. Gumam Annisa menatap sang suami dengan perasaan takut.
"Dan aku tidak membelamu. Berhenti memanggilku dengan kata sayang! Kau bukan suamiku! " Ucap Annisa tegas pada Alex.
"Bee, dengarkan aku! ku mohon ini salah faham dan aku bisa menjelaskan nya di rumah." Ucap Annisa berbisik lembut pada suaminya dan menarik yang untuk segera keluar.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys❤
Jangan lupa like komen dan Vote.
Author sayang kalian pembaca setiaku.
__ADS_1