
Semua persiapan pernikahan telah selesai, hanya menunggu hari pernikahan yang 2 minggu lagi akan di selenggarakan.
Rama tak terlalu peduli dengan semua itu, dirinya masih sama menggila dan menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaan yang ada, Ia memberikan waktu luang untuk Rafa libur dan mempersiapkan semuanya. Urusan kantor biarkan dia yang mengurus semuanya.
...****...
Malam ini, Tasya tampil cantik dengan gaun indah, tas kecil di tenteng dengan anggun. Hijab nya di tata sedemikian rupa, sangat cantik dan mempesona, tak lupa sepatu hells ia pergunakan untuk menunjang penampilan nya malam ini.
Restoran Mawar, menjadi tempat perhentian nya malam ini, dinner romantis sebentar lagi akan ia lakukan, jika ditanya dengan siapa?
Pemuda yang ingin ia tabrak bernama Chris yang sudah mampu meluluhkan bahkan menjinakkan macan betina seperti dirinya.
Bagaimana tidak? Chris setiap hari selalu baik dan memberikan perhatian pada sang dokter ini, perasaannya terhadap Nadia seolah tak peduli dan hanya menganggap wanita itu masa lalu baginya, yang terpenting perempuan yang duduk di depan nya saat ini adalah masa depan nya kelak.
"Apa kau sudah menunggu lama?" Ucap Tasya malu.
"Tidak, aku baru saja tiba seperti mu!" Kilahnya berucap dusta pada Tasya, bagaimana tidak? ia sudah datang sejak 15 menit yang lalu jantungnya cukup menggila hatinya cukup resah jika ia sampai telat dalam acara makan malam ini, tak apa ia menunggu asalkan jangan sampai Tasya yang menunggu nya, baginya itu hal yang memalukan.
Ah, rasanya gugup sekali. makanan hanya secuil yang tersaji didepan mereka, hanya beberapa suap saja yang berhasil mereka telan, bukan tak menjadi diri sendiri! Keduanya cukup grogi dengan keadaan saat ini, terutama Tasya yang sama sekali belum pernah melakukan makan malam romantis yang saat ini di jalani,
"Chris!".
"Tasya!"
"Kau duluan!" Tak hanya kata panggilan yang di ucapkan bersamaan tapi kalimat kedua ini juga lolos secara bersamaan dari mulut keduanya.
Apa mungkin ini jodoh? Semoga.
"Chris terimakasih!" Hanya kata itu yang di ucapkan Tasya pada Chris bibirnya terasa kelu, ah hatinya bingung mau merangkai kata bagaimana.
"Ya sama-sama!" Shit!!! Umpat Chris merutuki diri sendiri, ayolah Chris kau mampu! Kau bahkan sudah menyiapkan nya jauh-jauh hari.
"Ah aku, Apa kau mau jadi istri dan ibu dari anak-anakku!" Ucapan nya meragu di awal namun sangat serius tiap kata selanjutnya.
"Chris!" Ucap Tasya tak tau harus berkata apa.
"Kita memang baru saja berkenalan, tapi hatiku terlalu jahat, ia sangat haus ingin memiliki dirimu menjadi istriku! Aku tak mau pacaran! Aku serius ingin menikah dengan mu!" Ucapnya kembali mantap, meyakinkan Tasya. Chris sangat peka jika masih ada sinar kata meragu dalam mata indah Tasya.
"Ya aku mau!" Ucapnya menganggukkan kepalanya lemah, senyum simpul di tarik, ah manisnya.
__ADS_1
Cincin bertahta kan berlian Chris semat. pada jari manis Tasya, sangat cantik dan malam ini Tasya Irma Hanafi telah resmi menjadi wanita milik Chris.
...****...
"Kak, ayolah! Untuk hari ini kau harus pulang sekarang!" Ucap Rafa membujuk sang kakak yang saat ini masih berkutat di dalam ruangannya.
Oke, Rafa sudah tak tahan dengan sikap menggila kakak nya dengan wajah yang tak bisa bersahabat, jangan lupakan jambang yang tubuh di sekitar wajahnya. Sangat berantakan untuk tampilan seorang pemimpin.
"Masih ada yang harus aku selesaikan kau pulang lah dulu!" Ucapnya menolak dengan halus.
"No! pulang sekarang kakak! besok aku menikah! Astaga! kau tak peduli dengan ku, aku tak mau ya kak di hari bahagiaku! kau jatuh sakit dan mengacaukan nya, lihatlah wajahmu sudah tua! Kau sudah berantakan!" Cercah Rafa mengkritik sang kakak dengan pedas.
"Oke-oke aku pulang! Dan aku tidak selemah itu!"
"Kau harus merawat dirimu hari ini, jangan terlihat menyedihkan di acara bahagiaku!" Ucap Rafa memperingati.
Malam kian larut dan menjadi sangat sunyi, Oke Rama sudah menuruti permintaan adiknya untuk mencukur dan merapikan semua wajahnya, maksudnya membersihkan. Ia sudah tampan seperti seorang Rama yang memang tampan.
Namun hatinya hampa, Dimana kalian? Kau pasti sudah lahir nak! bagaimana wajahmu! Papa rindu dengan mu dan mama kalian! Monolognya pilu, ia yakin istrinya pasti sudah melahirkan.
Hanya doa yang mampu ia panjatkan untuk sang istri dan anaknya, dimana pun keberadaan nya ia berharap keduanya baik-baik saja dan bahagia selalu.
Hari bahagia Rafa dan Citra itu telah tiba, rombongan mempelai putra sudah sampai dahulu di gedung yang sudah di persiapkan untuk mengucap janji pernikahan.
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki memasuki gedung, dimana Uncle Hito ada di sisi kanan Citra dan disisi kiri ada Mama Ika yang mendampingi nya.
Baris selanjutnya ada kedua orang tua Kirana yang ikut mendampingi pihak mempelai putri.
Baris ketiga di isi oleh Kirana yang menggendong baby Rayhan yang baru berusia 3 bulan dengan setelan pakaian mini yang sangat tampan, di sampingnya ada Aunty Tasya yang ikut menemani.
Rama tak memperdulikan itu pandangan nya masih menatap lurus ke dapan hingga senggolan bahu membuatnya menatap tajam pada kakak keponakan nya itu.
"Kau tak ingin melihat Tasya? dia begitu cantik Rama!" Goda Anggara kakak kandung Tasya.
__ADS_1
"Aku tak peduli!" Lirihnya menatap acuh pada Gara.
"Yakin kau tak peduli!" Goda Anggara lagi. dan hanya keheningan yang ia dapat dari Rama.
Ah memang itu lah sifat Rama, lalu apa yang ia harapkan.
Oke, baiklah. Apa kali ini kau bisa mempertahankan posisi dengan tak peduli sekitarmu! Gumam Gara dalam hatinya.
"Tante, cucu mu menggemaskan sekali. Lihatlah dia sangat tampan!" Celetuk Anggara.
"Ya, dia sangat tampan Gara! Sangat mirip dengan Papa nya!" Jawab Mama Annisa.
Lagi dan lagi kata Cucu dan Papa tak membuat Rama bergeming untuk menoleh ke sebelah mencari siapa yang di bicarakan oleh keduanya
"Tapi sangat di sayangkan tante, Papa Rama tidak mau melihat putra tampan nya yang sangat menggemaskan!" Lirih Gara pura-pura sedih.
"Benarkah?" Tanya Mama Annisa tak percaya.
Deg
Papa Rama? Putra tampan? kata itu mampu membuat Rama menyorot tajam kearah Anggara dengan menanyakan apa maksud dari ucapan nya. Yang ditatap mengisyaratkan untuk "Lihatlah ke samping!"
Bola mata Rama membulat sempurna, dimana Kirana duduk dengan cantik, bahkan tubuhnya terlihat sangat berisi dan itu membuatnya semakin seksi di mata Rama. perempuan cantik itu tengah memangku bayi tampan yang sangat mirip dengannya.
Menggemaskan.
🎶
Happy Reading. ❤❤❤
Visual Rafa dan Citra.
Visual Rama dan Kirana.
__ADS_1
Dear pembaca, kalian boleh membayangkan siapa saja yang layak menjadi Rama Kirana, Rafa Citra menurut versi kalian, Di persilahkan berhalu. Jangan berfokus hanya pada Visual yang Author berikan.
Maaf jika sekiranya tidak sesuai😁🤪