Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Paman Tampan


__ADS_3

🌈 Roman Corporate 🌈


Pukul 3 Mark menghela nafasnya, ia sangat lelah hari.


Banyaknya berkas yang harus ia tanda tangani dan rapat tahunan pemegang saham baru saja ia hadiri.


Di jatuhkan nya tubuh di atas kursi kebesarannya, guna merenggangkan otoy-ototnya.


Perlahan matanya terpejam menikmati sandaran kursi yang begitu nyaman.


Sepersekian menit kemudian Mark membuka matanya dan mengumpat kesal dalam hatinya.


Shit!!!!!


Ia baru teringat jika memiliki janji dengan Annisa untuk mengantarkannta ke Panti Asuhan Cahaya Bunda.


Ia pun segera berdiri, namun sebelumnya ia membasuh muka nya terlebih dahulu agar terlihat masih fresh dan segar.


"Hito! ikut aku!" Ucap Mark dingin pada Hito saat pandangan Mark menangkap sosok Hito yang ingin masuk keruangan nya.


Apa kau tak bisa membiarkan ku beristirahat sejenak King. Gumam Hito dengan segala umpatan yang dilayangkan untuk Mark.


Namun kata itu hanya tertahan keluarga di dalam lubuk hati terdapat Hito.


Hito pun sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah kaki Mark.


Mark dan Hito pun masuk kedalam mobil dan bergegas melajukan mobilnya menuju Panti Asuhan Cahaya Bunda.


Jalanan tersebut cukup ramai, karena jam segini adalah jam-jam para karyawan biasa dan para butuh pekerja lepas pulang kerumahnya, setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan.


"Kenapa kau mengemudikan mobil ini lambat sekali Hito!!!!" Teriak Mark kesal didalam mobil itu.


Glek,. Hito menelan salivanya.


Sungguh ingin mengumpat Mark, karena keadaaan didepan sedang padat merayap bagi kendaraan roda empat.


Tapi Mark tidak akan Terima itu, dan Hito hanya menghela nafas pasrah nya dan berucap "Maaf King." Ucapnya.


Huh... kenapa si dia... kenapa tidak bisa dihubungi? kenapa ponselnya tidak aktif sekarng! Gumam Mark yang mencoba menelfon Annisa namun nihil tidak ada jawaban disana.


Dilempar nya Handphone tersebut kesamping karena kekesalan nya.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa lebih cepat Hito!" Ucap Mark menekan kan setiap kata.


"Ah, apa mobilku sudah turun mesin? Ah Besok kau harus membeli mobil baru, dan membuang mobil lelet ini Hito!" Ucap Mark dengan nada dingin menohok nya.


Terserah katamu King, Kau bosnya jadi apa pun ucapanmu adalah benar. Gumam Hito nya kang namun tatapan nya kedepan mengarah pada jalanan.


Hingga mobil yang dinaiki keduanya pun sudah keluar dari kemacetan.


Hito pun segera menambah laju mobil itu, agar tidak ada lagi omelan pedas yang keluar dari bibir Mark.


🐾 Panti Asuhan Cahaya Bunda 🐾


Mark segera turun dari mobilnya dan melangkahkan kainya masuk kedalam panti tersebut.


"Assalamu'alaikum."


**Tok


Tok


Tok**


Dan tentunya Asisten Hito menemani dan berada si belakang kanan tubuh Mark.


Tak selang beberapa lama, Bunda asih menjawab salam dan membukakan pintu.


Mark melangkahkan kakinya masuk mengikuti Bunda Asih, begitu dengan Hito yang mengikuti setiap langkah kaki Mark.


"Eh nak Mark. Mari silahkan duduk." Ucap Bunda Asih, mempersilahkan Mark duduk di sofa ruang tamu yang ada.


Mark pun duduk di salah satu sofa dengan nyaman, dan asisten Hiyo berdiri tak jauh dari Mark.


"Maaf Bu, apa Annisa kesini?" Ucap Mark bertanya pada Bunda Asih.


"Iya nak, Annisa kesini" Ucap Bunda Asih menjelaskan.


"Bisa saya bertemu dengan Annisa." Ucap Mark pada Bunda Asih.


"Maaf nak, Annisa dan Cerry sedang pergi keluar semenjak tadi siang. Sampai sekarang mereka berdua belum kembali." Ucap Bunda Asih menjelaskan.


"Apa Bunda tau? mereka pergi kemana?" Ucap Mark bertanya, ia berharap bisa mengetahui dimana keberadaan Annisa.

__ADS_1


"Hm... Bunda tidak tau nak." Ucap Bunda Annisa.


Suasana menjadi hening seketika, Mark tidak tau tempat mana yang biasa dikunjungi Annisa dengan Cerry.


Melacak? ingin! namun handphone yang Annisa miliki tidak bisa di hubungi.


Saat Mark ingin beranjak berdiri, pergi untuk mencari Annisa dan Cerry.


"Bunda.... " Teriak Cerry memasuki rumah panti itu dengan wajah cerianya sambil memeluk Bunda Asih.


Bunda Asih pun memeluk Cerry tak kalah erat, Mark pun membiarkan hal itu.


Setelah beberapa menit, Cerry pun mengendurkan pelukan nya.


"Cerry sayaang." Panggil Mark dengan nada lembut yang mengarah pada bocah 2 tahun tersebut yang begitu menggemaskan.


"Loh? Om ganteng kok kesini? kata kak Annisa om ganteng sibuk ya?" Ucap Cerry bertanya pada Mark.


"Sini, " Ucap Mark memberikan kode pada Cerry agar mendekat.


"Cerry sayang. kak Annisa dimana?" Ucap Mark pada Cerry setelah bocah itu ada didekatnya.


"Hm... Di depan sedang bicala dengan Paman Tampan." Ucap Cerry pada Mark.


Deg


Deg


Paman tampan? siapa yang dimaksud Cerry? Gumam Mark dalam hatinya.


πŸ₯€


Nah, loh. siapa nih paman tampan yang dimaksud Cerry? πŸ˜‚


Wkwkkwkw Cerry ih gak tau keadaan ngomong gituπŸ˜‚


mau marah tapi imutπŸ€—


Mau konflik sekarang? πŸ˜‚ Yok konflik yokπŸ˜‚πŸ€—


Happy Reading ya guysπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2