Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Rencana


__ADS_3

"Silahkan turun Nona, dan selamat malam." Ucap Hito saat mobil yang ia kendarai sudah berada di depan pintu masuk rumah tersebut.


Maira masih diam di tempat nya tanpa melakukan pergerakan apapun.


"Nona? jangan berharap saya membukakan pintu untuk anda." Ucap Hito lagi.


"Dasar kau." Ucap Maira kesal sambil memukul bahu asisten Hito.


Maira pun turun, dan menutup pintu mobil dengan sangat keras. Perlahan ia melangkah masuk kedalam dengan menghentakkan kakinya.


"Apa kakak sudah sampai?" Ucap Maira bertanya pada bibi Inah, salah satu pelayan rumah itu.


"Sudah dari 1 jam yang lalu Nona Maira." Ucap Bibi Inah dengan sopan.


"Lantas dimana kakak ku sekarang?" Ucap Maira bertanya.


"Tuan dan Nyonya sudah berada di kamar." Ucap bibi Inah tersenyum.


Maira pun pergi melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar.


"Iya halo." Ucap Maira.


"Segera selesaikan, aku sudah tak tahan dengan tingkahnya." Ucap Maira lagi.


"Baiklah aku tak akan menyakiti gadis jelek itu." Ucap Maira sambil menutup telfon nya.


Baiklah nyonya Mark yang terhormat, kita akan menghitung detik-detik terakhir anda ada rumah ini dan menyandang gelar nyonya. Ucap Maira tersenyum sinis.


Maira pun membersihkan dirinya, dan kemudian berganti pakaian tidur. Merebahkan dirinya di atas kasur king size miliknya.


Berdoa semoga esok hari adalah hari baik yang akan memihak kepada dirinya.


๐Ÿƒ


Didalam kamar tersebut, sepasang suami istri sudah membersihkan dirinya dan sudah berganti pakaian tidur.


Kedua nya masih dengan posisi terduduk di atas tempat tidur, dengan kepala menyadar.

__ADS_1


"Apa kau ingin bercerita sekarang." Ucap Annisa pada suaminya yang masih diam tak membuka suara.


"Hem, kemari lah." Ucap Mark dengan tangan melambai seolah-olah ingin Annisa lebih dekat dengan nya.


Annisa pun menuruti kemauan sang suami, perlahan ia mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Mark.


"Apa kau bertemu seseorang saat di toilet tadi." Ucap Mark bertanya sambil membelai rambut Annisa.


"Hem, tidak." Ucap Annisa lagi.


Ia memang tak bertemu siapa-siapa bukan? tapi ia hanya tak sengaja menabrak seseorang.


"Apa kau yakin tak bertemu siapa-siapa?" Ucap Mark bertanya lagi.


"Aku yakin, aku hanya pergi ke toilet." Ucap Annisa lagi.


"Apa kau curiga padaku bee?" Ujar Annisa lagi.


"Katakan saja." Ucap Annisa lagi.


"Pria lain?" Ujar Annisa lagi, Ia mencoba mengingat-ingat kejadian di toilet tersebut.


"Oh aku ingat." Ucap Annisa tertahan. "Jadi kau benar berpelukan dengan pria lain?" Ucap Mark dengan nada kesalnya.


"Hem, dengarkan penjelasan ku dulu." Ujar Annisa lagi dan tidak ada jawaban dari suaminya itu. Mark pun tidur dengan posisi memunggungi Annisa.


Seketika Annisa ikut merebahkan dirinya di kasur, dan memeluk Mark dari belakang.


"Dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu, kau sudah berjanji untuk hal itu bukan?" Ucap Annisa lembut berbisik di telinga Mark.


"Saat aku keluar dari toilet, ada seseorang yang tak sengaja menabrak ku. Dan dia menolongku agar tubuhku tak terjatuh ke lantai. Hanya itu tak ada yang lain." Ucap Annisa menjelaskan.


"Berbalik lah." Ujar Annisa lagi, dan Mark pun berbalik menghadap istrinya.


"Kau tau, aku senang kau cemburu padaku. Itu artinya kau benar-benar mencintaiku bukan?" Ucap Annisa dengan menggosok kan ujung hidung nya dengan milik Mark.


"Hem," Ucap Mark dingin.

__ADS_1


"Kau yakin tak ingin memelukku?" Ujar Annisa menggoda.


Mark pun menggeser tubuhnya memeluk Annisa dengan membenamkan kepalanya di antara kedua gunung kembar milik istrinya.


"Aku takut kau pergi, takut kau mengkhianati ku." Gumam-Gumam Mark.


"Aku hanya butuh kau percaya padaku? oke?" Ujar Annisa lagi dan di angguki oleh Mark.


Mark dengan usilnya menggerakkan kepalanya ke kanan kiri.


"Bee, jangan usil seperti itu." Ucap Annisa.


Mark pun mendongak kan kepalanya menghadap Annisa dan berkata "Apa yang aku lakukan?" Ujar Mark dengan nada tanpa dosanya.


"Kau menggerakkan kepalamu disini." Ucap Annisa dengan menunjukkan bagian dadanya.


"Apa kau ingin menggodaku?" Ucap Mark tersenyum mesum.


"Apa? tidak!" Ucap Annisa cepat. "Tapi kau telah membangunkan Mark junior, dan kau harus menidurkan nya sayang." Ucap Mark lagi.


Annisa hanya menghela nafasnya pasrah, Perlahan Mark mencium bibir Annisa, berlanjut turun ke leher meninggal kan bekas merah di leher putih milik istrinya.


Hingga satu desahan pun lolos dari bibir sang istri, dan itu membuat Mark lebih bersemangat.


Diremas nya dia gunung kembar milik sang istri dengan gemas sesekali memainkan ujung dan menggigit kecil ujung gunung tersebut.


Dan Akhirnya pergulatan panas itupun terjadi.


๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like, komen, dan Vote.


Maaf kalau masih ada yang typo๐Ÿค—


sayang kalian pembaca setiaku๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2