Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

20 Tahun lalu


Tiga orang telah bersahabat semenjak kelas 3 sekolah menengah pertama.


Hugo, Roman dan Citra. Mereka tampak saling membantu satu sama lain jika salah satu dari mereka mengalami kesusahan.


Hugo yang memiliki latar ekonomi dari keluarga yang kurang mampu, sedangkan Roman dan Citra kedua merupakan anak dari pengusaha yang cukup sukses saat itu.


Namun perbedaan itu tidak menjadi masalah di antara ketiga orang tersebut, mereka tetap menjalin persahabatan yang membuat siapa saja iri melihatnya.


Citra yang selalu di jaga oleh Roman maupun Hugo.


Hingga saat kelas 3 sekolah menengah akhir, perasaan lebih dari seorang sahabat muncul di antara ketiganya, Hugo dan Roman sama-sama mencintai Citra.


Sosok Citra begitu agamis, sholehah, rendah hati dan suka menolong sesama, jangan lupakan paras cantik yang juga selaras dengan sifat yang di miliki nya.


Namun sayang, Citra lebih memilih Hugo untuk di jadikan sebagai tambatan hatinya.


Demi melihat Citra bahagia, Roman mengikhlaskan perasaan nya.


Roman memutuskan untuk melanjutkan studinya di Amerika, dan melupakan Citra. Namun tak ada dendam untuk Citra maupun Hugo di hati Roman. Ia akan selalu menganggap keduanya sahabat terbaik dan mendoakan kebahagiaan di antara keduanya.


Sedangkan Hugo dan Citra, ia melanjutkan studinya di Indonesia, di kampus yang sama dan fakultas yang sama.


Hingga lulus di bangku perkuliahan, Jalinan kasih cinta Hugo dan Citra begitu romantis dan saling mengasihi.


Hugo yang berusaha selalu menuruti semua permintaan Citra dan membuat nya bahagia selalu.


🍃


Kediaman Citra.


Rumah besar dengan ornamen yang sangat indah terkesan mewah dan elegan untuk menggambarkan rumah milik Citra.

__ADS_1


Bagaimana tidak? Usaha perhotelan yang di geluti ayah kandungnya mendulang kesuksesan saat itu, Banyak hotel berbintang yang di miliki keluarga Citra.


Saat sore hari, Citra membawa Hugo bertemu orang tuanya yang pertama kali demi meminta resti melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


"Assalamulaikum Ayah." Ucap Citra memanggil sang Ayah."


"Waalaikumsalam sayang." Ucap Ayah Citra.


"Ayah kenalkan ini Hugo." Ucap Citra memperkenalkan Hugo kepada Ayahnya.


Ayah Citra melihat penampilan Hugo dari atas sampai bawah, ah sederhana bahkan sangat sederhana. Sorot mata remeh memandang Hugo uang berdiri di depan nya.


Bagaimana tidak? Hugo yang saat itu baru saja bekerja menjadi staf biasa di salah satu perusahaan.


Laki-laki baik yang mau memperjuangkan kehidupan nya menjadi lebih baik lagi ke depan nya. Tanpa ingin menyusahkan orang tuanya.


Semenjak kuliah, Hugo bekerja paruh baya untuk memenuhi biaya kuliah nya sendiri. Kerja keras dan kegigihan nya membuahkan hasil hingga ia bisa menamatkan bangku perkuliahan dengan nilai yang cukup baik.


Oleh sabab itu lah Citra sangat mencintai Hugo, dan mendukung semua yang dilakukan oleh Hugo.


Ketiganya duduk di ruang tamu dengan posisi nyaman nya.


Hingga keheningan menyapa di antara nya, Hugo pun memberanikan dirinya untuk mengeluarkan maksud dan tujuan nya kemari menemui kedua orang tua Citra.


"Maaf Om, saya kesini bermaksud meminta restu om untuk menikahi Citra putri Om." Ucap Hugo dengan tergugup.


"Apa!" Ucap Ayah Citra kaget mendengar penuturan dari Hugo.


"Kamu kerja apa? orang tua mu pengusaha apa?" Tanya Ayah Citra.


"Ayah." Ucap Citra tak enak hati.


Dengan kejujuran nya Hugo menjawab kedua orang tua nya hanya memiliki toko sembako kecil yang ada di sudut kota, dan ia pun baru diterima kerja menjadi staf salah satu perusahaan dengan gaji yang masih kecil tentunya. Sesuai dengan standar UMR yang ada di kota itu.

__ADS_1


"Kamu tidak pantas bersama dengan anak ku! Aku tidak menyetujui hubungan kalian! Kamu bisa keluar dan jangan menemui putri ku lagi!' Ucap Ayah Citra lantang dan mengusir Hugo untuk segera keluar meninggalkan rumah nya.


"Tapi Om, kami saling mencintai. Dan saya akan berusaha membahagiakan Citra putri Om. Saya mohon kasih saya kesempatan." Ucap Hugo memohon kepada Ayah Citra.


"Tidak! Aku tidak sudi punya menantu seperti mu! Citra dari keluarga terpandang, dan dia putri ku satu-satunya. Aku tidak mau dia hidup susah dengan mu! Pergi!" Ucap Ayah Citra tak tergoyahkan.


Ayah Citra berdiri dengan begitu angkuh dan sombongnya saat mengusir Hugo kala itu.


"Ayah," Ucap Citra lirih pada sang Ayah dan ikut berdiri mengelus lengan sang Ayah demi meredakan emosi yang saat itu menyelimuti ayahnya.


"Diam Citra dan sekarang kau turuti perkataan Ayah! Masuk ke kamar mu." Ucap Ayah Citra memerintah agar putrinya tak ikut campur.


"Tapi Ayah kita saling mencintai." Ucap Citra meyakinkan lagi dengan mata berkaca-kaca.


"Masuk ke kamar Citra! Jangan jadi anak durhaka." Ucap Ayah Citra.


Dengan langkah terpaksa Citra masuk kedalam kamar pribadinya, tangis nya pecah saat impian pernikahan yang selama ini ia idamkan bersama dengan Hugo kandas di tengah jalan dan terhalang restu sang Ayah.


Dan untuk Hugo! Perasaan nya begitu hancur! Apa salah dia mencintai Citra? Apa Cinta harus di ukur dengan status? Apa kebahagiaan hanya terletak pada Materi saja? Lalu? untuk apa adanya Cinta dan ketulusan?


🌈🌈🌈


Happy Reading guys.


Jangan lupa like dan komen.


Dan untuk yang udah Vote terimakasih ❤


NB: Jangan protes dulu.


Alur mundur dulu ya untuk beberapa Part.


Biar tahu sebab akibat penyebab pembunuhan keluarga Roman ya💙

__ADS_1


Dan di part ini akan menjawab Siapa Paman Hugo? 😂


__ADS_2