
1
2
3
"Suprise." Ucap Mark dengan tersenyum senang.
"Bee, kau yang.... " Ucap Annisa tertahan tak mampu melanjutkan Kata-katanya.
"Ya, hanya untuk mu." Ucap Mark dengan tersenyum.
"Mari masuk." Ucap Mark menggandeng mesra Annisa untuk masuk kedalam.
Sebuah rumah yang digunakan untuk panti asuhan, yang di beri nama NisaCerry.
Di dalamnya sudah di huni sebagian besar anak jalanan, tak lupa di sebelah panti terdapat sekolah relawan yang di tujukan untuk anak panti berjuang meraih cita-cita nya meski keadaan tak selalu mendukung keinginan. Namun niscaya tekad yang kuat akan membuat seseorang meraih semua masa depan nya, tak lupa berdoa.
Keduanya melangkah melihat isi rumah tersebut, banyak anak yang menghampiri posisi Annisa dan Mark sekedar mencium tangan kedua orang dewasa.
"Duduk dulu." Ucap Mark pada sang istri mengajaknya untuk duduk di salah satu bangku taman tersebut.
"Terimakasih." Ucap Annisa memeluk tubuh suaminya.
"Tak perlu kau berterima kasih, ke depan nya kau yang akan mengelola panti asuhan ini jika kau mau sayang." Ucap Mark tersenyum.
"Tentu, aku akan berusaha mengelola panti ini sebaik mungkin." Ucap Annisa penuh semangat.
"Terserah padamu, asal kau bahagia." Ucap Mark tersenyum.
Aku tak tau apa yang kurasakan, hidup seperti ini dengan mu melihat canda tawamu ada ketenangan tersendiri dalam hatiku, semoga kau akan tetap dan terus tersenyum, aku akan memperjuangkan itu sayang. Gumam Mark dalam hatinya.
Semua mahluk memiliki kesempatan untuk berubah menjadi yang lebih baik lagi bukan? Meski terlambat tapi jika seseorang berusaha bersungguh-sungguh Allah pasti akan meridhoi setiap langkah perubahan nya.
__ADS_1
Sebulan setelah di resmikan nya rumah panti tersebut, para donatur terus berdatangan menyumbang sebagian rizki nya, selain itu perusahaan Mark juga mengalami peningkatan laba yang melampaui target yang telah di tetapkan. Perusahaan bidang perhotelan yang di kelola oleh Kak Hanafi juga mengalami kemajuan.
🎶
Seperti biasanya, hari ini semua nya tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mark masih berkutat dengan segala dokumen yang ia kerjakan.
"Hito bawakan makan siang untukku!" Ucap Mark menelfon Asisten Hito dan langsung mematikannya.
Tak selang berapa lama, Asisten Hito tampak masuk kedalam ruangan, menyiapkan menu makanan yang erhidang di meja.
Udang pedas, Steak pedes dan segelas jus tak lupa air putih, semuanya tampak menggugah seleranya.
"Tuan, makan siang anda sudah siap!" Ucap Asisten Hito.
"Ah baiklah." Ucap Mark beranjak menuju meja yang dimana makanan itu di susun dengan sempurna.
Hap
Hap
Rasanya begitu panas, saat makanan itu masuk kedalam mulutnya.
"Tuan tidak papa? Ini air putihnya." Ucap Hito menyodorkan botol mineral ke arah bos nya.
Dengan cepat Mark menengguk air minum dalam botol itu hingga tandas tak tersisa.
"Kau singkirkan makanan itu, tak enak! Kau beli dimana?" Ucap Mark dengan nada protes nya tersebut.
"Di tempat seperti biasanya tuan." Ucap Asisten Hito dengan tertunduk.
"Kau pasti salah, rasanya sungguh buruk tidak seperti biasanya singkirkan." Ucap Mark dengan langkah gontai menuju ke kursi kerjanya, menyandarkan kepalanya. Rasanya tak ada energi apapun di dalam dirinya setelah memuntahkan semua isi perutnya.
"Baik tuan, apa tuan ingin saya panggilkan dokter?" Ucap Asisten Hito yang tampak khawatir karena raut wajah Mark tampak pucat.
__ADS_1
"Ya." Jawabnya dengan singkat.
"Saya permisi dulu tuan." Ucap Asisten Hito membungkuk dan berlaku pergi.
🎶
"Bagaimana? Aku sakit apa? " Tanya Mark.
Dokter sudah sebanyak 3 kali memeriksa seluruh tubuh Mark dari mata hingga kaki namun nihil orang yang didalam ruangan tersebut nampak sehat wal afiat tanpa ada penyakit yang serius. Semua tampak normal, 100% .
"Maaf tuan, berdasarkan hasil saya untuk ke tiga kalinya saya memeriksa anda, semuanya tampak sehat." Ucap Dokter tersebut.
"Apa kau tidak bisa melihat? wajahku pucat dan perut ku tak bisa menerima makanan." Ucap Mark kesal.
"Perlu di lakukan pemeriksaan lebih lanjut tuan, saya sarankan Anda ke rumah sakit tuan." Ucap Dokter tersebut dengan sabar.
"Huh, tak berguna pergilah!" Ucap Mark kesal.
"Mari dokter saya antar." Ucap Asisten Hito membungkuk hormat mengarahkan jalan untuk dokter tersebut.
"Hito pulang sekarang." Ucap Mark berlalu pergi lebih mendahului Asisten Hito yang baru saja sampai di ruangan Mark.
"Baik tuan." Ucap Asisten Hito mengimbangi laju jalan dari Mark.
Meski jam masih menunjukkan pukul 3 sore, Mark memutuskan untuk pulang ke rumah, badan nya terasa lelah, apalagi tak ada satupun makanan yang berhasil masuk kedalam mulutnya, itu membuat energinya kian melemah. Ia tak bisa memaksakan terus bekerja, hasilnya nanti tak akan baik bukan?
🎶
Happy Reading ya guys.
Besok di usahakan Crazy UP pagi ya.
See you❤
__ADS_1