Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Sensitif


__ADS_3

"Kau sudah pulang bee?" Tanya Annisa yang baru saja ingin masuk kedalam rumah seusai menyiram tanaman bunga di depan.


"Iya sayang, aku lemas sekali." Ucap Mark pada Annisa.


Kakinya melangkah menuju sang istri ingin sekali rasanya memeluk Annisa, ah pasti nyaman sekali.


Hap


"Bee, lepaskan! ganti pakaian mu, tubuhmu bau membuat ku pusing." Ucap Annisa tegas melepas pelukan Mark dan berlalu masuk.


Apa? Aku bau? apa hidungnya bermasalah? Aku seharian hanya di ruangan tertutup? Tak berkeringat! Ucap Mark lirih dalam hatinya, hidungnya mencium ke sana kemari ke bagian tubuhnya, namun nihil semuanya tampak masih wangi.


Kakinya dengan gontai melangkah masuk kedalam, Mark mendengus kesal mendapat perlakuan seperti itu dari sang istri sore tadi.


Mark segera membersihkan dirinya, menganti pakaian casual dan menyemprotkan parfum di tubuhnya. "Sudah wangi! Jika dia masih mengatai ku bau! Pasti hidungnya bermasalah." Ucap Mark dengan percaya diri.


"Ah lelah!" Ucap Mark pada dirinya, ia pun merebahkan dirinya untuk tidur di atas kasur King Size miliknya. Melihat kasur sore itu membuatnya ingin segera tidur, ah tak apa tidur sebentar pikirnya.


🎶


"Bee, bangun!" Ucap Annisa mengoyang kan tubuh suaminya yang masih tertidur dengan damainya. Elusan lembut di pipi Mark membuatnya kian menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya.


Cup


Cup


Cup


Ciuman bertubi-tubi Annisa layangkan ke semua sisi wajah suaminya agar segera bangun dari tidur nya.


"Sayang hentikan!" Ucap Mark kegelian.

__ADS_1


"Bangun bee, ayo makan."Ucap Annisa. "Ah baiklah ayo," Ucap Mark melangkah kan kaki nya turun ke lantai dasar.


Mark mendudukkan dirinya di kursi meja makan yang ada di ruangan itu, tampak semua menu yang sebagian besar pedas menggugah seleranya, karena Annisa tau suaminya ini sangat menyukai makanan yang pedas.


"Sayang, singkirkan semuanya, aku tak ingin makan ini." Ucap Mark menutup hidungnya.


"Hee? Bukan kah kau sangat suka dengan makanan yang pedas?" Tanya Annisa tampak heran saat Mark menolak makanan yang ada di meja makan itu.


"Ah aku tak suka sayang, membuatku mual." Ucap Mark langsung berlari terbirit-birit ke arah wastafel memuntahkan semua isi yang ada didalam perutnya, nihil? Tak ada satupun yang berhasil ia keluarkan karena memang Mark belum memakan sesuatu hari ini.


"Mari ku bantu istirahat bee." Ucap Annisa memapah sang suami untuk duduk di sofa dekat dengan ruang keluarga.


"Tunggu sebentar." Ucap Annisa yang langsung melesat pergi kearah dapur, tak selang berapa lama ia membawa secangkir minuman hangat di tangannya.


"Minum lah." Ucap Annisa menyodorkan minuman hangat untuk suami, agar perut sang suami lebih enakan.


"Bagaimana?" Tanya Annisa.


"Ah cukup baik." Ucap Mark setelah meminum setengah air hangat yang di berikan istrinya, tangan nya memencet tombol televisi mencari informasi yang ingin ia lihat, hingga tangan nya berhenti pada chanel yang menayangkan pembuatan salad buah, ah rasanya sungguh nikmat.


"Ya sayang, aku mau salad buah tolong buatkan, jangan lupa. perbanyak parutan keju dan susunya, yang manis." Ucap Mark membayangkan perpaduan manis susu dan keju yang ah sangat enak dalam mulutnya.


"Kau yakin bee? Bukan nya kau tak suka makanan yang terlalu manis dan keju yang terlalu banyak?" Tanya Annisa.


"Ah tapi aku ingin." Ucap Mark dengan mode memelasnya.


"Baiklah, kau tunggu akan aku buatkan." Ucap Annisa berlalu pergi.


"Oke sayang." Ucap Mark dengan wajah berbinar senang.


🎶

__ADS_1


"Sayang lagi, aku ingin lagi?" Ucap Mark memberikan mangkuk salad yang sudah kosong.


"Apa lagi? Kau bahkan sudah menghabiskan 3 mangkuk besar salad bee." Ucap Annisa protes.


"Kau memarahiku?" Ucap Mark dengan tertunduk sedih.


"Aku hanya ingin salad buah lagi, apa itu salah?" Tanya Mark dengan mode memelasnya.


"Berikan padaku, ya kau akan mendapatkan nya lagi." Ucap Annisa yang mengganti nada suaranya dengan lembut.


Dan Mark akhirnya menghabiskan 5 mangkuk besar salad buah dengan susu dan keju yang berlimpah ruah, perutnya benar-benar sangat kenyang dan nyaman sekali.


"Ah kenyang nya, aku ingin tidur." Ucap Mark yang sudah merebahkan dirinya di atas soda tersebut.


Bagaimana kau tak kenyang, kau bahkan menghabiskan 5 mangkuk salad buah. dan membuat persediaan buah yang ada sudah habis tak tersisa. Dengus Annisa menatap ke arah Mark.


"Jangan tidur dulu bee, biarkan perutmu mencerna makanan itu terlebih dahulu." Ucap Annisa.


"Kau melarang ku tidur? Aku sudah lelah sekali." Ucap Mark sedih dengan mata berkaca-kaca, seolah istrinya selalu tidak suka dengan perbuatan yang ia lakukan.


"Bukan seperti itu bee." Ucap Annisa bingung menjelaskan, ah kenapa suaminya jadi sensitif sekali kali ini.


"Lalu?" Ucap Mark dengan alis terangkat, seolah meminta penjelasan kepada sang istri.


"Ah itu, tak baik jika tidur setelah makan, itu nanti akan membuat mu gendut bee." Ucap Annisa.


"Kau mengatai ku gendut sayang? memangnya kalau aku gendut kau tak lagi mencintai ku? Kau tega sekali padaku!" Ucap Mark dengan mata kembali berkaca-kaca, kakinya melangkah pergi meninggalkan sang istri yang masih duduk termenung di sofa ruang keluarga.


Dia kenapa? kenapa sensitif sekali? Sungguh menjengkelkan. Lirih Annisa menatap punggung Mark yang menghilang masuk kedalam kamarnya.


🎶🎶

__ADS_1


Happy Reading guys. ❤


Thanks yang udah like komen dan Vote ya❤


__ADS_2