Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Godaan si kembar(S2)


__ADS_3

Jika Rama berada pada kondisi yang salah dan harus mendengar kan berbagai nasihat Mama dan Papa nya, berbanding terbalik dengan Rafa.


Pemuda tampan itu tengah berada di area kampus untuk memulai aktivitas perkuliahan, Romansa cinta antara dirinya dan Kirana. Ah bak seperti putri malu, sangat menggemaskan.


Hanya sekedar berpegangan tangan saat berjalan berdua, Rasanya sangat gugup dan berdebar, maklum saja ini merupakan pengalaman pertama kalinya bagi kedua insan yang tengah di mabuk asmara.


"Kirana!" Panggil Rafa saat ia sudah keluar dari kelas dan mencari kekasihnya itu.


"Ah ya? Ada apa?" Ucap Kirana.


"Sudah selesai?"


"Sudah."


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall! Refreshing gitu?" Tawar Rafa.


"Ah boleh!" Ucap Kirana menyetujui usul sang kekasih, Masih tampak malu bukan? Ya bagaimana lagi. Bibir seakan masih terasa kelu kala di paksa secara langsung untuk berucap sayang. Ah manisnya terlalu manis. namun sangat sulit untuk berucap.


🎶


Seperti remaja pada umunya, Mereka berkeliling ke Mall, menonton bioskop, membeli beberapa perlengkapan guna perkuliahan, dan beberapa kebutuhan, Ah masih banyak lagi.


Lama nya berjalan 3 jam tak akan terasa apa-apa jika ada kekasih pujaan hati yang selalu mendampingi, rasanya seharian pun berjalan kaki ke sana kemari berkeliling tak akan membuat nya lelah. Cinta memang memberikan energi dan kekuatan yang luar biasa.


"Ayo pulang! Aku rasa kita sudah terlalu lama di sini." Ucap Rafa mengingatkan.


"Ah, ya! Aku sampai tak sadar." Ucap Kirana malu-malu.


"Mungkin karena aku ada disisi mu kan sayang?" Ucap Rafa menggoda. Kirana hanya tersenyum malu menunduk atas kata manis yang telah Rafa ucapkan pada dirinya. Sungguh membuat jantungnya kian berdebar.


"Kau tak ingin mampir kedalam dulu?" Tanya Kirana saat mobil yang di tumpangi keduanya sudah sampai didepan halaman rumahnya.

__ADS_1


"Ah tidak! Ini sudah malam. Salam untuk Mama dan Papa mu." Ucap Rafa tersenyum.


"Baiklah! Kau hati-hati! Jika sudah sampai di rumah, kabari aku segera."


"Baiklah. Aku akan mengabari mu jika sudah sampai."


"Selamat malam Rafa." Ucap Kirana melangkah keluar mobil, dan masuk kedalam.


🎶


"Hahaha... "


"Lalala... " Senandung yang di keluarkan Rafa saat dirinya melangkah masuk kedalam rumah dan menapaki anak tangga.


Hanya berjalan berdua dan menghabiskan waktu dengan Kirana membuat hatinya berbunga-bunga. Sungguh bahagia.


"lu gak kesurupan? atau kejedot pintu kan?" Tegur Rama secara tiba-tiba.


"La lu sendiri ngapain kayak orang gila nyanyi-nyanyi sendiri. Ganggu tau!"


"Aih! Lu gak tau sih gue lagi bahagia sekarang!" Ucap Rafa dengan mata berbinar.


"Dih ku dek! Najis banget muka lu!" Ucap Rama bergidik ngeri.


"Makanya lu tu harus punya pacar! jatuh cinta bang! Biar tau rasanya bahagia." Ucap Rafa mengekspresikan bahagianya.


"Tapi gak sampai kayak orang gila seperti lu!" Ucap Rama melengos.


"Udah! Jangan ganggu gue!"


"Makanya lu diam! Ga usah nyanyi-nyanyi sakit tau telinga gue dengar ocehan lu."

__ADS_1


"Astaga bang! Lu tuh jahat banget suara gue itu merdu." Ucap Rafa dengan pedenya.


"MERusak genDang telingakU!"


"Dih apaan! Ga lucu! Tapi tadi gimana kak? Dimarahin mama ga?" Tanya Rafa mengganti topik, ia sangat penasaran pasti kakak nya itu mendapatkan tausyiah gratis dari sang Mama.


"Lu udah tau kan! Ga usah sok belagak bodoh!" Ucap Rama mendengus kesal.


"Hahaha dapet tausyiah gimana dari Mama." Ucap Rafa masih tak puas dengan jawaban yang di berikan kakaknya.


"Rafa! mandi dulu!" Ucap Mama Annisa yang datang tiba-tiba entah darimana.


"Hehe mama, Assalamu'alaikum." Ucap Rafa mencium tangan bundanya.


"Apa kah sedang menggoda abangmu?" Ucap Mama Annisa, seolah tau bahwa putra bungsu nya itu, saat senang menggoda kakak nya.


"Ah mana mungkin! Aku hanya bertegur sapa dengan abang! Bukan begitu bang?" Ucap Rafa, ekor matanya melirik ke arah sang kakak, berdoa semoga makanya menjawab ya.


"Tidak! Dia mengejekku!" Ucap Rama jujur.


Astaga bang! mulutmu minta di sumpel emang.


"Gak ma! Kakak bohong itu." Ucap Rafa berkilah.


"Itu fakta!"


"Gak!"


"Fakta Rafa!" Ucap Rama tak ingin kalah adu mulut dengan sang adik.


"Sudah! Rafa segera mandi!" Ucap Mama Annisa tegas pada kedua putranya.

__ADS_1


"Baik ma." Ucap mereka bersama.


__ADS_2