
Annisa dan Mark saling menyuapi roti bolu tersebut satu sama lain.
Hingga roti bolu pandan tersebut sudah habis tak tersisa.
Sekarang, Mark tengah tidur di pangkuan Annisa dengan kepala berada di atas paha istrinya.
Annisa mengelus puncak kepala suaminya itu. "Apa kau lelah?" Ucap Annisa.
"Tidak untuk sekarang!" Ucap Mark.
"Karena kau adalah obat lelah ku, kau semangatku, dan aku mencintaimu." Ucap Mark lembut menatap mata cantik milik Annisa.
"Bee, ternyata kau pandai untuk menggombal ya?" Ucap Annisa menoel hidung mancung milik Mark.
"Sungguh aku tak bohong!" Ucap Mark dengan nada serius.
"Yayayaya." Jawab Annisa.
"Bee hentikan! kau membuat ku geli!" Ucap Annisa saat kepala Mark bergerak ke sana kemari.
Dan itu menimbulkan rasa geli di area paha dan perut Annisa.
Bukan mark namanya! ia justru terus menggerakkan ke sana kemari.
"Bee hentikan!" Ucap Annisa lagi.
Mark pun menghentikan aksinya tersebut, dan ia terduduk di samping istrinya dengan wajah cemberut.
"Kenapa?" Ucap Annisa bertanya!
Namun Mark masih diam tak bersuara.
__ADS_1
"Owh suamiku yang tampan ini sedang dalam mode ngambek ya?" Ucap Annisa menggoda.
"Sayang... Aku tak melakukan apa-apa tadi, tapi kau menyuruhku berhenti." Ucap Mark menyibikkan bibirnya.
"Kau menggerakkan kepala mu ke sana kemari dan itu menimbulkan rasa geli." Ucap Annisa menjelaskan.
"Tidak! Kau pasti menipuku!" Ucap Mark mengelak, ia seakan tidak terima dengan penjelasan istrinya.
"Aku tak membohongimu." Ucap Annisa tanpa ada rasa bohong di dalam sorot matanya.
"Tidak! aku tidak melakukan apa-apa!" Ucap Mark dengan nada tegas nya.
"Lalu!" Ucap Annisa.
"Kau ingin tau!" Seketika ekspresi Mark berubah menjadi senyum mesum yang tergambar jelas.
Kedua tangan Mark pun menggelitik Annisa, dan itu menimbulkan tawa dari bibir Annisa.
"Sudah."
"Cukup bee." Ucap Annisa berulang kali namun Mark masih terus melancarkan aksinya.
Hingga.... Hap, tubuh Mark berada di atas tubuh Annisa dan nafas di antara keduanya bertemu.
Pandangan keduanya pun seakan terkunci oleh mata indah yang saling memandang.
Jarak yang begitu dekat bahkan sangat dekat dan teramat intim.
Perlahan Mark mendekatkan wajahnya mencium bibir, pipi, bahkan seluruh wajah Annisa dengan penuh cinta.
Ciuman yang awalnya hanya kasih sayang, kini sudah beralih dengan kabut gairah yang menyelimuti keduanya.
__ADS_1
Annisa berusaha membalas ciuman yang diberikan oleh Mark, dengan sedikit membuka mulut dan sesekali memakan lidah Mark seperti anak kecil yang memakan permen.
Masih kaku, bahkan sangat kaku, Namun Mark tetap menghargai perjuangan istrinya. Ia justru tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Hasratnya justru lebih tinggi dan kian membara saat ada respon yang diberikan oleh Annisa.
Perlahan tapi pasti, pakaian yang dikenakan Annisa sudah tergelak berserakan di atas lantai ruang kerja milik Mark, begitu juga dengan Mark.
Di pandang nya tubuh Annisa yang begitu sempurna, putih mulus dan sangat menggairahkan.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mark pun memasukkan burung nya kedalam sangkar yang penuh dengan kehangatan.
Cukup lama mereka saling memuaskan satu sama lain, Hingga tubuh Mark pun ambruk di samping istrinya.
Annisa juga begitu lelah meladeni suaminya yang tak akan pernah puas untuk mengajak nya berolah raga.
1 jam kemudian setelah mengakhiri olah raga tersebut, Mark membangunkan Annisa, untuk pindah ke kamar prribadi miliknya.
Mark menggendong Annisa menuju ke dalam kamarnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Sungguh Harmonis😙
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys💙
Maaf telah yo ya🤗
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya🤗❤
Maaf jika masih ada yang typo😙
__ADS_1