Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Jangan Ganggu Istriku!


__ADS_3

Maira dan Mark POV


"Kak." Ucap Maira menghentikan langkah kaki Mark yang ingin mengambil baju untuk istrinya.


Mark menghentikan langkah kakinya, perlahan badan nya melihat ke arah Maira, tanpa ingin menjawab sapaan nya.


"Kenapa kau menjauhiku." Ucap Maira bertanya.


"Aku tidak menjauhimu." Ucapnya.


"Tapi kau tak pernah pulang ke rumah dan tak pernah menyapaku!" Ucap Maira terisak.


"Aku harus merawat istriku." Ucap Mark tegas.


"Tapi aku juga mengandung anakmu!"


"Ini kesalahan mu! dan kau harus menikah dengan ku segera!"


"Aku tak mau anak ini lahir tanpa adanya seorang ayah!!!" Cercah Maira tersulut emosi.


Brak


Brak


Brak.


Mark menggebrak meja dan membanting gelas kaca yang ada.


"Itu bukan anakku!" Ucap Mark lagi.


"Kau mau menyangkal bagaimana kak! Bukti rekaman itu menunjukkan yang sebenarnya." Ucap Maira tak ingin kalah.


"Memang aku yang menarik mu di kasur! menindih mu! bahkan mencium mu! Tapi setelah itu, Rekaman terhenti. Aku tak tau selanjutnya apa yang aku lakukan padamu!" Ucap Mark.


"Tapi ini anakmu! dan kau telah merenggut kesucian ku!" Ucap nya terisak.


"Aku tak mungkin menikahi mu! Istriku hanya satu, hanya Annisa! ku ulangi hanya Annisa!!!" Ucap Mark.


"Lalu! Aku harus melihat anak ini lahir tanpa sosok ayah!" Ucap Maira menggebu.


"Jika kau terus memaksa ku! Biarkan anak ini lahir terlebih dahulu! Kita lakukan Tes DNA, Jika memang terbukti itu anak ku! aku akan menikahi mu secara agama! tidak untuk negara!" Ucap Mark menjelaskan.


"Aku tak mau jadi yang kedua! aku ingin kau menikahi ku resmi secara negara!" Ucap Maira tak Terima.


"Aku tak bisa! Aku harus pergi! istriku menunggu! kau boleh memikirkan itu!" Ucap Mark meninggal kan Maira pergi.


Maira pergi ke kamarnya, dan menutup pintu dengan kasar. lagi dan lagi ia harus menangis!


Aku tak akan kalah darimu! jalan satu-satunya adalah aku harus membunuhmu Annisa!


Kau pengganggu!

__ADS_1


Kak Mark adalah milikku sejak dulu! bukan milikmu! Lirih Maira dengan dendam yang mendarah daging yang ditunjukkan untuk Annisa.


Sungguh! Cinta membuatnya hilang akal dan menghalalkan segala cara.


🍃


Sudah seminggu Annisa di rawat di rumah sakit, dan hari ini ia di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


"Kita pulang ya?" Ucap Mark lirih pada Annisa.


Sekilas Annisa melirik ke arah Mark bingung ingin menjawab apa, "Cerry nanti akan menemani mu!" Ucap Mark , seolah tau dengan kekhawatiran istrinya.


"Iya Bunda! Cerry nanti akan menemani Bunda." Ucap Cerry tersenyum, mengelus pipi Annisa.


Dengan spontan Annisa menganggukkan kepalanya. Ketiganya sudah bersiap untuk pulang ke mansion milik Mark.


Sesampainya di mansion. Mark langsung membawa istrinya masuk ke dalam kamar, "Cerry temani Bunda disini dulu ya? Ayah akan turun sebentar." Ucap Mark mengusap puncak kepala Cerry dengan lembut.


"Iya ayah." Ucap Cerry tersenyum.


Mark melangkahkan kakinya keluar kamar, dan turun untuk menemui Maira di kamarnya.


Semenjak kejadian itu, Maira jarang ke kantor bahkan hampir tidak pernah. Ia hanya mengurung dirinya dikamar, sesekali keluar untuk makan dan menghirup udara segar.


Tok


Tok


Tok


Kak Mark menemui ku? Apa dia berubah pikiran ingin menikah dengan ku, menjadikan aku istri satu-satunya dan menceraikan wanita sialan itu. Gumam Maira bertanya pada hatinya.


Maira segera merapikan penampilan nya, agar terlihat cantik dan segar di mata Mark.


Perlahan langkah kakinya menarik handle pintu dan di lihatnya Mark yang tengah berdiri.


Sungguh di lihat dari sisi manapun ketampanan Mark tak dapat di ragukan lagi.


"kakak ingin bicara dengan mu sekarang! kakak tunggu di taman!" Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan Maira.


🍃


Suasana taman cukup menyejukkan dan menghangatkan hati siapa saja yang memandang taman itu.


Namun berbeda dengan dua orang yang duduk di satu bangku taman dengan jarak di antara keduanya.


"Kakak pasti berubah pikiran ingin menikahi ku? Menceraikan Annisa bukan?" Tebak Maira dengan mata berbinar.


"aku tak akan merubah keputusan ku!" Ucap Mark dingin.


"Annisa sudah pulang dari rumah sakit! jangan pernah kau mengganggunya! aku hanya ingin memperingati mu! dia masih sakit dan trauma!" Ucap Mark memberitahu sekaligus memperingati.

__ADS_1


"Apa!' Ucap Maira.


"Kau cukup paham dengan apa yang aku maksud! Aku akan pergi menemani istriku! pasti dia menungguku." Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan Maira tanpa ingin mendengar jawaban dari mulut Maira.


🍃


Maira POV


Setelah kejadian di taman itu, Maira menangis tersedu di kamar kamar pribadinya.


Derttt


Derttt


Derttt


Getaran Handphone kecil miliknya, membuat Maira menyeritkan dahinya saat layar menunjukkan nama "Paman Hugo"


"Paman Hugo?" Ucap Maira dalam hatinya.


"Halo paman?" Ucap Maira menjawab telfon


"Paman hanya ingin memberitahukan padamu, Asisten Hito sudah pulang ke Indonesia dan pesawat nya sudah berangkat 2 jam yang lalu." Ucap Paman Hugo menjelaskan.


"Apa! Bukan kah ia harusnya pulang 1 bulan lagi!" Ucap Maira kaget.


"Paman tak bisa menahan nya lebih lama lagi! Maafkan paman!" Ucapnya memberitahu dan memutuskan sabungan telfon.


Arghhhh


Arghhhh


Aku harus membereskan mu sebelum asisten sialan itu menginjakkan kakinya di Indonesia! Kau harus mati di tanganku!


Ucap Maira berapi-api.


🌈🌈🌈🌈


Nah loh!


Gimana nasib Annisa!


Next Part siapin tisu ya😂


Wkwkwkwk....


Buat Abang Mark jaga Annisa ya! dari Adik lampir yang terkutuk.


Happy Reading ya guys❤


Jangan lupa like, komen dan Vote. Makasih.

__ADS_1


__ADS_2