Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kau Bukan Pembunuh!


__ADS_3

Semua kisah masa lalu berakhir dengan tragis, hanya Mark yang tersisa saat ini. cinta yang berlebihan akan membuat kita hanya berteman pada rasa kecewa, dan pengkhianatan cinta akan membuat diri kita sakit, jika diri tak mampu berteman dengan kata ikhlas yang tersisa hanya dendam yang dengan berbagai cara harus terbalaskan.


Semua rasa iri tak akan berakhir dengan bahagia. Bagaimana pun pendewasaan dalam menyikapi sebuah permasalahan itu sangat di perlukan.


Malam itu begitu menyakitkan dan melelahkan, dua kalinya pertumpahan darah harus di lihat oleh Annisa.


Gadis muslimah, yang taat tak pernah meninggalkan sholat wajib, bahkan tak kan lalai akan Sholat sunnah dan puasa nya, malam ini harus menyumbangkan satu dosa membunuh dalam sejarah hidupnya.


Waktu mungkin hampir menunjukkan pukul 3 pagi, Mark menuntun Annisa untuk menginap di hotel yang tak jauh dari lokasi. Tak mungkin Annisa harus pulang di rumah Mark yang penuh dengan mayat bukan?


"Sayang. Istirahat lah." Ucap Mark lembut pada Annisa, hanya diam yang di dapat oleh Mark tak ada sahutan apapun.


Dibaringkan tubuh Annisa di atas atas kasur dan diselimuti nya.


"Sayang! Aku tinggal sebentar untuk membersihkan badan ya." Ucap Mark lembut mencium istrinya.


Mark pun membersihkan dirinya, baginya. luka memar yang kini ia tidak ada apa-apa nya. yang terpenting istrinya selamat dan tak ada luka satupun di tubuhnya.


Dokter pribadi pun di datangkan khusus untuk memeriksa keadaan Mark saat itu.


"Saya sudah mengobati luka anda tuan, dan ini obat yang harus anda minum. Jika dalam beberapa hari masih belum sembuh dan membaik segera periksa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan." Ucap Dokter tersebut.


"Baik, Kau boleh pergi." Ucap Mark.


"Saya permisi dulu tuan, semoga anda lekas sembuh." Ucap Dokter berlalu pergi.


Mommy! semua telah berakhir! semoga ke depan nya Mark akan di beri kebahagiaan dalam menjalani rumah tangga Mark.


Daddy! Maaf jika Mark dulu pernah tak mempercayai mu daddy! Gumam Mark lirih dalam hatinya.


Dertt


Dertt


Dertt


"Halo tuan, maaf menganggu malam-malam." Ucap Asisten Hito menelfon Mark saat itu.


"Apa kau baik-baik saja?" Ucap Mark bertanya.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja tuan, saya bisa berhasil mengalahkan mereka semua. Apa tuan dan nyonya tak apa?" Tanya Asisten Hito.


"Tak apa! Kau sembuhkan luka mu dulu." Ucap Mark dingin.


"Maaf tuan! saya telah membawa Nyonya Annisa untuk menyusul anda, maafkan saya yang tidak becus menjaga nyonya Annisa." Ucap Asisten Hito.


"Kau melakukan yang terbaik! Bersihkan kekacauan yang ada! Dan kau istirahat lah." Ucap Mark mematikan telfon.


Jujur saya! Mark masih enggan untuk membahas permasalahan yang ada, tubuhnya masih begitu lelah bahkan sangat lelah saat ini, baginya melihat sang istri tercinta selamat itu merupakan kebahagiaan terbesar baginya. Tak ada yang lain!


Lumayan masih ada waktu 30 menit untuk mengistirahatkan badan, Gumam Mark.


Dibaringkan nya tubuh letih itu di samping istrinya.


Maaf telah membuat hidupmu tak lagi sebebas dulu dan untuk pertama kalinya kau membunuh seseorang! Maaf . Lirih Mark dengan lembut mencium kening istrinya dan terlelap.


Hanya 20 menit dari 30 menit yang ia pakai untuk beristirahat. Sang istri yang tengah terlelap di samping nya menganggu tidur singkat yang tengah Mark selami.


"Bukan."


"Aku bukan pembunuh!"


"Bukan."


"Aku bukan pembunuh."


Lirih Annisa mengngigau dengan keringat yang mengucur deras dari dahinya.


"Sayang! Bangunlah." Ucap Mark.


"Sayang! bangun! bangun!" Ucap Mark agak sedikit keras.


hiks...


hiks...


hiks....


"Aku pembunuh bee! Aku pembunuh!" Ucap Annisa dengan menangis tersedu dalam pelukan Mark setelah tersadar.

__ADS_1


"Bukan! kau bukan pembunuh." Ucap Mark lembut mengusap punggung belakang dan menenangkan istrinya.


"Tapi! Paman! hiks hiks hiks." Ucap Annisa menangis pilu.


"Aku pasti di penjara! Aku seorang pembunuh bee." Ucap Annisa dengan nada menyayat hati.


"Dengarkan aku!" Ucap Mark melepas pelukan, dan menangkup kedua pipi Annisa.


"Kau bukan pembunuh! kau tak punya pilihan selain itu! kau menyelamatkan nyawa suamimu! karena aku kau harus melakukan itu!"


"Tidak akan ada yang bisa memenjarakan mu! selama aku masih hidup aku akan berusaha membahagiakan mu! Dan ingat! kamu bukan pembunuh sayang!" Ucap Mark dengan nada serius menatap manik mata lembut Annisa.


"Tapi..... "


Cup


Cup


Cup


"Tak ada tapi-tapian sayang! Kau hanya perlu ingat satu kata! kau bukan pembunuh! Sekarang sudah hampir subuh, kita sholat terlebih dahulu." Ucap Mark lembut, dan Annisa memengangguk kan kepalanya dengan lemah tanda ia setuju.


๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ


Happy Reading ya guys.


Maaf aku UP telat pakai banget nih.


Soalnya tadi siang sampai sore riweh jalan-jalan cari wawancara keliling kayak tukang panci โ˜น๏ธ


Capek banget! Rasanya mahasiswa akhir ya gini! penuh sambat๐Ÿ˜‚


Nih visual Asisten Hito yang dingin-dingin errrr


tapi kayaknya lebih tampan Asisten Hito deh dari pada Mark wkwkwkw..


Gimana? Cocok ga?


Visual Asisten Hito yang jarang senyum! Mahal ih senyumnya! Apalagi tatapan nya yang menyeramkan.

__ADS_1




__ADS_2