
Namanya manusia ya, Wkwkwk maafin Author yang janjinya akan UP sore tapi berhubungan di jalan kejebak hujan lebat jadi gak bisa untuk memaksakan diri mengetik naskah.
Author juga baru sampai rumah jam 7 malem. Maafin ya🤗
🎶
"Bee bangun." Ucap Annisa membangunkan sang suami.
"Jam berapa?" Tanya Mark dengan mata masih terpejam.
"Jam 7 bee, kau harus bersiap untuk bekerja bukan?"
"Ayo akan aku siapkan air hangat untuk mu mandi dan semua keperluan mu."
"Tidak, aku malas bekerja, hari ini aku hanya ingin tidur." Ucap Mark dengan entengnya dan semakin mengeratkan selimut yang membelit tubuhnya.
"Tapi, asisten Hito sudah menunggu mu di bawah." Ucap Annisa memberitahu.
"Suruh dia pulang saja, aku mengantuk sayang." Ucap Mark mengerakkan tubuh, mencari posisi nyaman untuk melanjutkan dirinya dalam berkelana di mimpi itu.
"Baiklah. Aku akan memberitahu asisten Hito." Ucap Annisa melangkahkan kakinya turun ke lantai dasar.
🎶
"Hito maaf, seperti nya suamiku tak bisa bekerja hari ini." Ucap Annisa dengan tak enak hati.
"Apa tuan sakit?" Tanya Asisten Hito memastikan.
"Tidak, dia malas bekerja, dia ingin tidur." Ucap Annisa memberitahu alasan Mark tanpa ada kebohongan.
"Apa!" Ucap Hito spontan kaget, Sejak kapan bos nya itu malas bekerja? dan ingin tidur? ini sungguh tak masuk akal.
"Ah maaf nyonya, bukan begitu. Apa benar tuan hanya malas bekerja dan ingin istirahat? Saya rasa ini aneh nyonya, apa ada masalah." Tanya Asisten Hito.
"Tapi aku berkata jujur seperti itu." Ucap Annisa serius.
"Ah.... Ba.... " Ucap Asisten Hito tertahan saat ada suara tegas yang memecah konsentrasi keduanya.
"Apa yang kau bicarakan dengan istriku Hito! Kau lancang!" Ucap Mark dengan gerakan cepat menuruni tangga dan nada yang tak bersahabat.
Kembalikan aku ke dasar bumi oh Tuhan, aku sudah meminta izin padanya tadi! Kenapa dia seperti ini.
"Maaf tuan, pasti anda salah faham, nyonya Annisa hanya memberitahu saya bahwa anda hari ini tak bisa masuk untuk bekerja." Ucap Asisten Hito cepat.
__ADS_1
"Lantas, kenapa kau masih di rumahku!" Ucap Mark menatap sinis kearah Asisten nya itu.
"Ah itu, nyonya Annisa masih belum selesai berbicara tuan, masih ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan seputar alasan tuan Mark kenapa tak masuk bekerja hari ini, apa anda sakit? atau ada masalah?" Ucap Asisten Hito.
"Aku malas bekerja, aku ingin tidur! apa itu kurang cukup puas sebagai alasan untukmu!" Ucap Mark dengan sinis nya.
"Bee, kau ini! diam lah, ini bukan seperti yang kau lihat!" Ucap Annisa menatap tegas suaminya.
"Kau membela Hito di depan ku, kau tega sekali padaku!" Ucap Mark dengan nada berkaca-kaca.
Apa? apa telingaku tak salah mendengarnya? bahkan nada bicara Nyonya Annisa tak sekalipun ada nada bentakan? Ucap Asisten Hito bertanya pada hatinya, mulutnya terbuka kala pendengaran mya menangkap kalimat keramat itu.
"Jangan kau menertawai ku Hito! Tutup mulut mu! kau mulai kurang ajar kepadaku! Pergi!" Ucap Mark yang matanya menangkap ekspresi mengejek dari Asisten nya.
"Ah baik tuan, saya tak mungkin menertawai anda." Ucap Asisten Hito yang tersadar dan menunduk.
"Bee!! kau ini! diam lah!" Ucap Annisa merasakan pusing di kepalanya melihat kelakuan sang suami.
"Kau tega membentak ku!" Lirih Mark kembali dengan ekspresi tersedu nya.
Astaga, kenapa dia seperti ini! kepalaku pusing sekali melihat semua tingkahnya, Ucap Annisa memijat kepalanya yang terasa nyeri dan berdengung.
Bugh
Bugh
Bugh
"Hito! panggilkan dokter sekarang! aku tunggu 5 menit!" Ucap Mark menggendong tubuh Annisa untuk masuk kedalam.
"Baik tuan."
🎶
"Bee," Ucap Annisa membuka matanya.
"Jangan bergerak sebentar lagi dokter akan datang memeriksa mu!" Ucap Mark menatap galak istrinya.
Tok.
Tok
Tok
__ADS_1
"Masuk!" Ucap Mark yang seolah bisa menebak bahwa Asisten nya sudah datang membawa dokter yang ia inginkan.
"Kenapa kalian lama sekali dan membuatku menunggu hampir 10 menit!" Ucap Mark melayangkan protes.
"Maaf tuan," Hanya kata itu yang lolos dari mulut Asisten Hito.
"Bagaimana?" Tanya Mark pada Dokter wanita yang telah selesai memeriksa istrinya.
"Nyonya Annisa baik-baik saja, dan selamat." Ucap Dokter menjeda kalimat nya.
"Apa maksud mu baik-baik saja, dan selamat! kau ingin mati!" Ucap Mark dengan sorot tajam.
"Bukan seperti itu tuan, selamat nyonya Annisa mengandung." Ucap Dokter itu memberitahu fakta yang selanjutnya.
"Apa? hamil?" Tanya Mark seolah masih tak percaya.
"Apa anda serius dokter? anda tak bercanda bukan?" Ucap Annisa menimpaku perkataan sang suami.
"Iya tuan, nyonya Annisa tengah mengandung. Jika anda ingin memastikan usia dan perkembangan janinnya anda bisa langsung memeriksakan nya ke dokter kandungan di rumah sakit." Ucap Dokter menjelaskan.
"Ah baiklah, terimakasih kau boleh pergi!"
"Hito! kasih bonus kepada dokter tadi, dan kau urus perusahaan beberapa hari ke depan." Ucap Mark masih menatap wajah istrinya dan menciumi tangan Annisa.
"Baik tuan. Saya permisi." Ucap Asisten Hito berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
"Terimakasih sayang! aku akan berjanji menjaga mu selalu dan anak kita." Ucap Mark yang terus menciumi istrinya dan tersenyum haru.
"Tentu, kau harus menjaganya! Dia yang nantinya akan mengalahkan mu Daddy!" Ucap Annisa sengaja menirukan gaya anak kecil.
"Kau ini, jangan menggodaku!" Ucap Marj yang saat ini memposisikan tubuh keduanya berbaring dan berada dalam selimut yang sama.
🎶
Happy Reading ya guys
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote terimakasih🤗🤗🤗
Maaf sebesar besarnya kalau ada typo.
Besok akan baca part ini selanjutnya
__ADS_1
Selamat malem semuanya🤗🤗🤗