
Jam telah menunjukkan pukul 5 sore, Annisa dan Cerry sudah pamit untuk pulang ke rumah kedua orang tua Annisa.
Sesampainya di rumah itu, Cerry segera mandi membersihkan dirinya dan terlelap dalam dunia mimpi. Mungkin karena kelelahan seharian bermain?
Annisa juga singgah sejenak, untuk mengusir letih nya. Pukul 6 malam selepas sholat magrib Annisa akan berpamitan untuk pulang ke rumah nya.
"Dek?" Ucap Kak Hanafi menegur Annisa yang hendak pulang.
"Iya kakak ada apa?" Ucap Annisa.
"Kau pulang dengan siapa? sendiri? lalu suami mu kemana? tak menjemputmu?" Ucap Kak Hanafi dengan berbagai pertanyaan.
"Aish kakak, tanyanya satu-satu dulu dong, Annisa bingung nih. Hehehe..." Ucap Annisa terkekeh.
"Pasti ada masalah kan?" Ucap Kak Hanafi penuh selidik.
"Tidak ada masalah apa-apa Kak, Suami Annisa lagi ada banyak pekerjaan di kantor, Dan Pak Ujang selaku supir yang mengantar Annisa mengabari kalau ban mobilnya bocor. Jadi Annisa pulang sendiri aja kak naik taksi. Tidak apa-apa." Ucap Annisa tersenyum menjelaskan.
Maafin Annisa yang udah bohongin Kak. Lirih nya dalam hati.
"Kakak anterin ya bentar, kakak ambil kunci mobil dulu." Ucap Kak Hanafi berlalu masuk dan tidak mau mendengar jawaban penolakan dari adiknya.
"Sayang, aku ngantar Annisa dulu ya?" Ucap Hanafi berpamitan pada istrinya.
Kak Ira hanya menganggukkan kepalanya.
"Mas hati-hati ya." Ucap Kak Ira menasehati. "Tentu mas berangkat dulu ya." Ucap nya mencium kening istrinya.
__ADS_1
๐
Di perjalanan hanya ada kesunyian yang menyelimuti kedua nya, entahlah Annisa masih terdiam.
"Dek." Ucap Kak Hanafi.
"Iya kak." Ucap Annisa.
"Kakak tau kamu ada masalah, pengen cerita sama kakak?" Ucap Kak Hanafi.
Namun di balas gelengan kepala oleh Annisa.
"Kak, boleh peluk sebentar?" Ucap Annisa tertunduk ragu.
Hanafi menepikan mobilnya, dan membuka lebar kedua tangan nya, seolah memberi kode kepada Annisa untuk masuk kedalam pelukan nya. Annisa tak menyia-nyiakan itu, ia segera masuk kedalam pelukan sang kakak.
Ia menangis menumpahkan kesedihan nya.
Cukup lama Annisa menangis, kemudian ia menjauh dan melepas pelukannya.
"Udah?" Ucap Kak Hanafi.
"Maaf kak, Annisa.... "Ucap Annisa tertahan saat mendapat gelengan kepala dari kakaknya.
"Kau tetap adik kecil kakak, meski kau sudah menikah. Jika ada masalah kau boleh berbagi dengan kakak Annisa. Jika kau masih belum bisa bercerita, tidak apa-apa. Kakak mengerti." Ucap Kak Hanafi menjelaskan.
"Terimakasih kakak." Ucap Annisa.
__ADS_1
Mobil pun kembali melaju di menuju kediaman Mark, sesampai nya di rumah, entah kebetulan atau bagaimana?
Mark tengah turun disusul dengan Maira yang menggandeng tangan nya masuk kedalam rumah.
Semua tak luput dari pandangan Hanafi dan Annisa yang masih didalam mobil.
"Dek? itu siapa?" Ucap Kak Hanafi.
"Adiknya Mark Kak," Ucap Annisa menjelaskan.
"Tapi..... " Ucapan Hanafi tertahan karena Annisa kembali berucap "Sudah dulu ya kak, Annisa masuk gak enak jika Annisa masih diluar dan terimakasih." Ucap Annisa cepat berlalu masuk kedalam rumah suaminya.
Ada apa sebenarnya? apa yang kamu sembunyikan kepada kakak dek? dan luka di tangan mu?
apa dia berlaku kasar padamu? kakak akan menyelidiki nya. Kakak tidak terima jika dia menyakitimu dek, kau adalah adik kesayangan kakak. Gumam Hanafi mantap kepergian sang adik. Semua pikiran berkecamuk didalam hatinya.
๐๐๐
Happy Reading guys.
Jangan lupa like komen dan Vote.
Maaf untuk keterlambatan update malam ini
Huhuhuhu...
Sayang kalian pembaca setiaku.
__ADS_1
Banyak tugas yang harus author kerjain di dunia nyataโน๏ธ
Tapi besok janji deh kelingking dua ini. Bakal Crazy up 3 bab๐