Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Diam


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 9 malam, Annisa sudah menunaikan ibadah nya.


Makan malam ia lewatkan begitu saja, kini dirinya sudah berganti pakaian untuk segera beristirahat.


Untuk Mark? Dia masih diruang kerja ditemani dengan Hito asisten nya.


"Tuan? apa ada masalah." Ujar Hito saat melihat Mark tampak berbeda hari ini.


Pandangan mengarah pada dokumen membolak balikkan tanpa ada pikiran yang tertuju pada dokumen itu.


Tak ada kata, hanya pandangan kosong yang di pancarkan oleh nya.


"Tuan?" Ucap Hito lagi.


"Pulanglah, ini sudah malam. kita selesaikan besok." Ucap Mark dingin.


"Baik tuan saya permisi." Ucap Hito sedikit membungkukkan badan nya dan berlalu pergi meninggalkan Mark.


"Pasti ada sesuatu yang sudah terjadi, firasat ku sudah tidak enak, saat nona Maira kembali lagi ke rumah ini." Gumam Hito berlalu pergi.


"Apa kakak tidak turun untuk makan?" Ucap Maira saat melihat Hito keluar dari ruang kerja Mark.


Hito membalikkan badan nya dan menatap kearah Maira! tatapan suka? benci? Hanya ekspresi datar yang tergambar.


"Saya tidak tau nona." Ucap Hito.

__ADS_1


"Aku akan mengajaknya untuk makan malam." Ucap Maira berlalu masuk kedalam ruangan.


"Saya harap kepulangan nona Maira kali ini tidak merepotkan saya!" Ucap Hito mencekal pergelangan tangan Maira dan setengah berbisik, begitu pelan bahkan sangat pelan.


Setelah itu, Hito benar-benar pergi meninggalkan rumah Mark.


"Ku harap kau faham dengan status mu kali ini nona, tuan sangat menyanyangimu, dan ku harap kau tak menyusahkan ku lagi kali ini." Monolog Hito dalam hati berlalu pergi.


🍃 Ruang Kerja 🍃


"Kakak." Ucap Maira membuyarkan lamunan Mark, membuat bola mata yang semula terpejam perlahan terbuka, menatap wajah sang adik.


"Iya." Ucap Mark.


"Kenapa kakak tidak makan malam? Apa ada masalah?" Ucap Maira.


"Pasti kakak ipar marah padamu karena ku ya? Aku yang salah kakak, biarkan aku yang bicara pada kakak ipar." Ucap Maira sendu.


"Sekarang bukan waktu yang tepat." Ucap Mark. "Baiklah kak, jika kau butuh bantuan, aku akan membantu mu bicara menjelaskan pada kakak ipar." Ucap Maira tersenyum.


Hening, Hingga sebuah lontaran membuat Mark ragu, gelisah, marah dan kesal semua beradu.


"Tapi kak, jika kakak ipar adalah muslimah yang taat, dengan statusnya yang sekarang adalah seorang istri, harus nya dia akan menolak jika diantar oleh laki-laki lain, kecuali dirimu."


"Minimal dia akan lebih memilih untuk menaiki kendaraan umum saja." Ucap Maira panjang lebar.

__ADS_1


Mark terdiam mereka dengar penuturan Maira, "Sekarang sudah malam, sebagian kau beristirahat." Ucap Mark dingin berlalu pergi meninggalkan Maira yang berada di ruang kerjanya.


Langkahnya tegas, raut wajah yang tak bisa digambarkan dengan kata.


Sampai didepan pintu kamarnya, ia menghela nafasnya, tangan nya terulur untuk menarik Handle pintu dan,


Clek!


Pintu terbuka dengan sempurna, Mark melangkah masuk dan menutup nya kembali.


Ia berjalan masuk mendekati ranjang nya, mendapati istrinya tengah berbaring istirahat di atas kasur.


Mark segera membersihkan dirinya di kamar mandi dan menganti pakaian nya.


Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur bersama sang istri, namun kali ini Mark tak memeluk Annisa seperti biasanya.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys❤


Jangan lupa setelah baca tinggalkan like dan komentar.


Jangan lupa vote juga ya💙


Maaf kalau masih banyak kalimat yang typo🍃

__ADS_1


Author harap kalian menikmati alur ceritanya ya🤗


Untuk pembaca setia ku love banget❤❤❤


__ADS_2