
"Mau apa lo dateng ke rumah gue!" Ujar Kak Angga dengan begitu sengit, menatap nyalang Chris yang hendak meminta restu dan mengutarakan niatnya untuk meminang Tasya.
"Kak ih! Gak boleh galak-galak gitu atuh!" Sunggut Tasya.
"Gak restuin gue pokoknya! Lu nikah sama dia!"
"Ih mulutnya! Minta di cabein! Ayo lah masuk dulu!" Ujarnya menengahi,
Chris hanya mampu bungkam, ah rasanya jantungnya bertalu kala dirinya di hadapkan kedua kedua orang tua Tasya, jangan lupakan tatapan Kak Angga yang begitu memojokkan nya.
Tarik nafas!
"Maaf Om, Tante, saya kesini mau meminang Tasya! menjadikan istri saya." Ujar nya dengan jujur. Demi apapun sangat susah mengatakan hal seperti itu.
"Gak! Enak saja! Gue belum nikah! Tungguin gue nikah dulu!" Celetuk Kak Angga.
"Kak Angga ih! kok gitu, Kan kakak belum punya pacar mau nunggu sampe kapan?" Ujar Tasya tak Terima.
"Ya sudah pokoknya nunggu gue!" Ujarnya berlalu pergi masuk kedalam kamar.
"Kenapa kamu ingin meminang putri saya?" Tanya Ayah Hanafi.
"Saya cinta dengan putri cantik anda om, bagi saya dia segalanya!" Jujur nya.
"Dan ada masalah apa? Kamu sama kakak nya Tasya? kenapa sampai Angga seperti itu padamu?" Tanya Ayah Hanafi, Ah rasanya tak mungkin jika pemuda itu sangat menyayangi adiknya sehingga tak rela melepas adiknya menikah, Pasti ada masalah lain yang sudah terjadi sebelum nya.
Akhirnya, Chris menceritakan apa yang terjadi.
Ah itu memang kebodohan nya tapi dirinya terlalu mencintai Tasya, tak rela jika wanita ini juga akan mengkhianati cinta sucinya.
"Hah, Tasya. Kamu susul kakak kamu bicara baik-baik dengan nya ya!"
"Tapi Ayah.... "
"Jangan khawatir ayah merestui kalian, itu hanya salah faham kecil. Dan kakak mu hanya khawatir jika adik kesayangannya tak mendapatkan laki-laki yang baik."
"Thanks Ayah!" Ujar nya Tasya memeluk dan mencium pipi, pria tua itu.
Ah anak itu, masih saja bertingkah seperti anak kecil. Kekehnya.
"Maaf ya Nak Chris!" Ujar Bunda Ira.
"Ah tak apa-apa tante!" Senyum gugup lucu di layangkan oleh Chris. Hatinya sangat bersorak senang karena ia sudah mendapatkan restu dari ayah mertua nya itu.
"Jangan panggil tante, tapi Bunda!" Ujarnya.
"Makan-makan bro! Udah di restui gitu!" Sindir Rama yang datang dengan menggendong Baby Reyhan, ah hot daddy sekali.
"Loh? Ini masuk main nyelonong gak salam dulu!" Ujar Bunda Ira memperingati.
"Hehehe, udah salam Bunda, tapi Bunda gak denger tadi? Iya kan Reyhan?" Ujarnya.
"Halah alesan kamu!"
"Hehehehe,, "
"Gak Kerja Rama?"
"Gak Ayah! Pengen main kesini! Godain Tasya."
"Godain atau suruh jagain?" Celetuk Bunda Ira menggoda.
__ADS_1
"Iya itu juga bunda!" Cekikikan itu di layangkan Rama tanpa dosa.
"Kirana kemana?"
"Nah itu!" Ujar Rama menunjuk sangat istri yang berjalan masuk.
"Assalamu'alaikum Bunda Ayah!" Ujar Kirana,
...*******...
"Kak!"
"Gue gak mau termakan bujuk rayu lo ya!"
"Dih galak bener! Habis makan cabe? Pedes mulu mulutnya dari tadi!"
"Suruh siapa lo nerima laki-laki itu! Inget ya dek dia udah ngehina lo! Ngehina lo! Nuduh lo yang aneh-aneh!" Ucap Kak Angga nenggebu.
"Kok kakak jadi orang pendendam?"
"Bodo."
"Kak, gak ada manusia yang sempurna di dunia ini, begitu Chris. Disini Tasya juga yang salah tidak mengenalkan atau bercerita padanya kalau Tasya punya kakak laki-laki. Chris sangat cinta dengan Tasya kak, makanya dia gak Terima kalau wanita yang di cintai mengkhianati dia lagi!" Ujarnya.
"Dek! Tapi gue gak setuju kalau lo nikah secepet itu sama dia?"
"Emang alasan kakak apa gak setuju?"
"Gue..... "
"Sekalipun Tasya udah nikah sama Chris, Tasya tetep adik kakak! Dan kakak kapan pun boleh berkunjung di rumah Tasya!" Ujarnya
...*******...
Semua nya tengah berkumpul di ruang keluarga, ah sangat bahagia.
Mark, tak menyangka dirinya sudah tua, sudah menjadi kakek.
Dulu saja, hidupnya tak tau entah kemana, bertemu dengan Annisa membuatnya ingin lebih lama menikmati semua indah nya kehidupan. Di tambah ulah cucunya Baby Reyhan yang begitu menggemaskan. Tuhan terlalu baik hati padanya atas segala nikmat. meski masa lalu nya begitu kelam.
Cucu pertamanya itu sudah pandai berjalan ke sana kemari, maklum saja ini baru bisa berjalan. Jadi daya aktifnya sangat aktif.
"Augh!" Rintih Citra.
"Sayang kamu kenapa?" Ucap Rafa panik.
"Kayaknya aku akan melahirkan!" Lirihnya menahan sakit.
"Bang bantuin! Siapin mobil!" Ujarnya pada sang kakak.
"Yaya tunggu bentar!"
"Rafa, jangan panik! Suruh Citra duduk dengan rileks dan agak di buka kaki nya!"
"Tapi kak?"
"Gak usah bantah deh dek! Bener apa yang di bilang bini gue!" Ujar Rama menimpali.
"Hadapnya di kamu aja, coba liat pergerakan bayinya udah sampe mana?"
"Kak udah kelihatan kepalanya!" Ujar Rafa dengan gemetaran.
__ADS_1
"Sayang agak ngebut ya bawa mobilnya tapi hati-hati!" Ujar Kirana pada sang suami,
"Ya sayang!".
"Citra tarik nafas, keluarkan!"
"Kak sakit!"
"Iya bentar ya kita mau sampai!"
Ruangan bersalin itu masih belum terbuka, masih ada Rafa yang mendampingi sang istri untuk melahirkan.
30 Menit, suara bayi terdengar dari dalam ruangan itu.
"Alhamdulillah!" Ujar semua orang yang menunggu,
Ah Baby cantik mirip dengan Papanya Rafa, Lengkap sudah cucu Mark dan Annisa, yang satu ganteng yang satu cantik.
"Pa! Dek adek!" Celetuk Baby Reyhan dalam gendongan Papanya, tangan mungilnya terus menunjuk boks bayi.
Sekarang, Citra sudah di pindah kan di ruang rawat inap VVIP, semua keluarga sudah berkumpul di ruangan itu.
"Dek, nama anak lu siapa! Ini nanyain mulu ih!"
"Baby Jihan!" Celetuk Rafa. Ah tangan nya gemetar kala ia mengangkat bayi merah itu, walau ia sudah mendapatkan arahan dari Kirana, kakak iparnya.
Sangat cantik.
"Kakak mau cium?" Ujar Rama pada Baby Reyhan.
"nyium dek nyium dek!" Ujar Baby Reyhan dengan mata berbinar.
"Dek, anak gue cium dikit ya!" Izinnya pada Rafa.
Ah ruangan rawat inap itu sangat ramai, kebahagiaan menyelimuti setiap anggota yang ada.
...********...
"Sayang!" Ujar Rama memanggil istrinya kala telah selesai menaruh Baby Reyhan dalam boks bayinya,
Harap maklum ya, Rama masih cemburu kala istrinya harus terbagi. Meski dengan putranya sendiri. Jika sudah di rumah dan malam hari, Kirana adalah milik Rama seutuhnya.
"Reyhan kayak nya seneng banget lihat Baby Jihan!"
"Ya, karena Jihan begitu menggemaskan sekali!" Celetuk Kirana membenarkan ucapan sang suami.
"Kamu capek ga?"
"Eh...?"
"Bikin adek buat Reyhan yuk!" Ujar Rama mengendong sang istri, ah baiklah permainan panas itu kembali di mulai. Untung saja Baby Reyhan sudah memejamkan matanya dan terhalang tirai.
Bisa ternodai mata anak kecil seusianya kala melihat tingkah kedua orang tuanya, apalagi sang Papa yang sangat buas di kasur.
🍒
Happy Reading. ❤
Komen ya!! Mau BONCAP part siapa aja? 🤣
Boleh deh kita buat BONCAP, karena viewers naik ini😆 Alhamdulillah
__ADS_1
Selamat datang pembaca baru dan terimakasih sudah mampir❤