
Annisa melangkahkan kaki nya keluar dari halaman mall tersebut menuju parkiran.
Ia pun menyuruh Mark untuk membukakan pintu dan segera masuk kedalam mobil.
Mark mengikuti arahan Annisa, sampai akhirnya mobil itu pun berhenti di sebuah pusat toko kue.
Dengan sorot matanya, Annisa menyuruh Mark untuk turun dan mengikutinya masuk ke dalam toko kue tersebut.
"Jika kau ingin memberikan sesuatu untuk ku, maka belikan lah kue ini sebanyak 50 bungkus. Kamu setuju?" Ucap Annisa pada Mark setengah berbisik.
"Ha? 50 bungkus?" Ucap Mark kaget dengan permintaan Annisa.
"Apa itu terlalu mahal dan merepotkan mu? maaf." Ucap Annisa lirih pada Mark dan menundukkan kepalanya.
"Eh-bukan. Hanya 50 itu kecil buatku, aku pun bisa membelikan mu toko ini jika kau mau?" Ucapnya Mark menaik turun kan alis menggoda Annisa.
"Huft... aku tak mau itu. aku ingin kau membelikan aku kue 50 bungkus itu sudah cukup bagiku." Ucap Annisa menjelaskan lagi dengan nada kesalnya. Karena Mark terus saja menggodanya.
"Hahahha... Baiklah... " tawa Mark terkekeh geli melihat ekspresi marah Annisa yang terkesan menggemaskan bagi Mark.
"Terimakasih." Ucap Annisa.
🍃
"Bu, Beli 50 bungkus kue ya." Ucap Annisa pada penjual kue tersebut.
"Iya neng, di tunggu ya." Ucap pemilik toko kue itu pada Annisa.
__ADS_1
setelah menunggu 15 menit akhirnya pesanan yang di inginkan Annisa sudah ada, dan semuanya sudah di masukkan kedalam mobil Mark.
🍃🍃🍃
Mobil itu pun melaju membelah kota, ditengah perjalanan Annisa mendengar suara Adzan Dzuhur.
"Mark, bisakah kita mencari masjid terdekat." Ucap Annisa.
Dan Mark hanya menganggukan kepalanya, Ia pun mencari masjid terdekat.
"Kau tidak turun?" Ucap Annisa yang sudah sampai di depan masjid, dan ia sudah melepaskan sabuk pengaman nya.
Mark hanya diam dan tidak menanggapi ucapan dari Annisa.
Hatinya masih bertanya, apakah ia masih pantas untuk menunaikan ibadah sholat nya.
"Eh iya kau bicara apa?" Ucap Mark tersadar dari lamunan nya.
"Kau tidak turun?" Ucap Annisa bertanya.
"Apakah orang seperti ku masih pantas untuk berdoa dan beribadah?"
Sekian detik, Annisa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Mark.
Lalu Annisa berkata, "Aku tak tau kesalahan apa yang telah kau lakukan di masa lalu, namun percayalah Allah selalu punya pintu maaf bagi hambanya yang mau dan bersungguh-sungguh untuk bertaubat." Ucap Annisa menjelaskan pada Mark.
Mark hanya tersenyum kecil lalu ia pun melangkah kan kaki nya keluar dari Mobil itu, dan melangkah masuk ke dalam masjid.
__ADS_1
Annisa tersenyum melihat itu.
"Mark aku selalu mendoakan mu, semoga Allah mengampuni semua kesalahan yang pernah kau perbuat." Ucap Annisa lirih dalam hati.
Mereka pun menunaikan ibadah sholat jamaah nya.
"Ya Allah, masih pantas kah aku, seorang pembunuh yang tidak memiliki belas kasihan memohon ampun kepadamu. Terimakasih telah mengirimkan sosok bidadari untuk manusia kotor dan hina seperti diriku.
semoga bidadari itu, akan selalu ada di sampingku, menemaniku." Begitulah kira-kira isi doa yang di panjatkan oleh Mark.
"Mark, entah lah. pertama kali aku menyebut nama seorang laki-laki di hadapan mu Ya Allah. ampuni segala kesalahan nya di masa lalu dan aku berterima kasih atas apapun yang telah kau berikan kepadaku hari ini. " Ucap Annisa dalam doa yang di panjatkan nya.
Selesai mereka sholat jamaah. mobil pun melaju ke tempat tujuan.
🍃🍃🍃
Nah loh, sekian abad akhirnya Mark mau sholat lagi dong.
Author berterima kasih ya sama Annisa yang udah nyadarin Mark hehhehehe....
Ditunggu updatenya lagi ya. Nanti malem InsyaAllah Author akan UP.
Happy Reading.
Jangan lupa Like nya, pencet jempolnya... 😊😊😊
Komen juga boleh ya teman-teman, agar cerita ini bisa lebih baik lagi kedepan nya.
__ADS_1
Amin, 🤗