Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Maaf


__ADS_3

Pukul 2 dini hari pagi, Annisa terbangun dari tidurnya, ia mendapati sang suami tidur dengan posisi membelakangi.


Annisa menghela nafas, semalam ia ingin sekali berbicara dengan sang suami perihal kejadian sore hari itu, ia tak ingin masalah ini berlarut-larut. Namun karena tubuh Annisa yang kelelahan, tanpa sadar ia tertidur lebih dulu.


Mark menggeliat, ia menghadap istrinya, segera Annisa berpura-pura untuk memejamkan matanya.


Sungguh Mark merasa tidurnya malam ini tidak nyaman sama sekali karena tak memeluk tubuh istrinya.


Perlahan manik mata Mark terbuka, di pandang nya wajah teduh Annisa, Di usap dengan sayang pipi cantik itu.


"Sayang, maaf." Ucap Mark lirih.


"Maaf aku telah mengecewakanmu kemarin." Ucap Mark lirih lagi, "Aku menyesal."


"Tapi aku cemburu melihat mu dengan nya." ucap Mark dengan mengusap pipi Annisa.


Perlahan kedua kelopak mata Annisa terbuka, dan Mark langsung menjauh kan tangan miliknya dari pipi sang istri dan membalikkan badan membelakangi Annisa.


Annisa mengukir senyum di bibirnya, ia menurunkan kedua kakinya, melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah.


Kali ini Annisa memilih sholat di kamar, seusai sholat dan berdoa ia kemudian merapikan mukena nya.


Dan Hap.


Mark memeluk Annisa dari belakang.


"Sayang, maaf." Ucap Mark lirih di telinga Annisa.


"Jangan mendiamkan ku seperti ini." Ucap Mark lagi.


Namun Annisa diam tak menjawab perkataan suaminya. Mark membalikkan tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.


"Kau masih marah padaku?" Ucap nya sendu sambil menangkup kedua pipi milik istrinya.


"Jangan diam seperti ini, bicaralah." Ucap Mark sendu ia menundukkan kepalanya.


Cup


Annisa mengecup pipi Mark sekilas lalu berucap "Aku memaafkan mu dengan satu syarat." Ucap Annisa tersenyum menggoda suaminya.


"Hey, dari mana kau belajar menggodaku seperti ini sayang." Ucap Mark menegakkan kepalanya memeluk posesif istrinya.


"Yasudah kalau tak mau, aku tak jadi memaafkan mu." Ucap Annisa dan membuang pandangan nya ke segala arah.


"Apa syaratnya?" Ucap Mark menangkup kedua pipi Annisa ntuk menghadap kembali padanya.

__ADS_1


"Bee... apapun yang terjadi, percayalah kepadaku. Dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu. terkadang apa yang ada didepan kita, belum tentu semua nya benar apa adanya. Berjanjilah padaku." Ucap Annisa serius menatap tajam kedua bola mata milik Mark.


"Baiklah aku berjanji padamu." Ucap Mark.


"Maaf..... " Ucapan Mark terpotong saat salah satu jari Annisa ada di depan bibirnya dengan gelengan kepala.


"Aku memaafkan mu tapi cobalah mengontrol emosimu, jangan mudah terpengaruh." Ucap Annisa.


Cup


Mark mengecup sekilas bibir Annisa, namun perlahan ciuman itu di perdalam oleh Mark dengan desiran gairah.


"Bernafas lah sayang." Ucap Mark melepaskan cium itu.


Setelah Annisa dirasa cukup mengambil udara, Mark kembali melancarkan Aksinya. Dan akhirnya di jam dini hari pagi mereka melakukan olahraga yang menguras tenaga.


07.00


"Bee... bangunlah... Kau tak bekerja hari ini." Ucap Annisa pada Mark yang baru tidur beberapa menit yang lalu.


Mark menggeliat dan menarik tangan Annisa sehingga sekarang tubuh Annisa dalam pelukan Mark.


"Bee.. tak ada jatah untuk mu malam ini, jika kau tak bangun." Ucap Annisa tegas.


Apa? tak ada jatah? di diamkan beberapa jam saja aku sudah tak karuan, apa lagi tidak ada jatah! sungguh aku tak dapat membayangkan. Gumam Mark dengan ekspresi kesalnya.


"Sayang...." Rengek Mark dengan nada manja.


"Lekas mandi." Ucap Annisa tegas.


Mark segera bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Clek!


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Mark dengan handuk sepinggang dan jangan lupakan rambut yang masih setengah basah.


Jajaran kotak indah yang membentuk perut datarnya.


Annisa memperhatikan setiap lekuk tubuh suaminya, hingga ia melamun beberapa menit mengagumi keindahan di depan matanya.


"Apa kau sudah puas memandangi tubuh suami mu yang tampan ini sayang?" Ucap Mark tersenyum menggoda.


Annisa langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


Perlahan kedua kaki Mark mendekati istrinya dan Hap.

__ADS_1


"Jika kau mau olahraga pagi ini aku masih mampu untuk 3 ronde lagi, itu minimal sayang." Ucap Mark lirih di telinga Annisa dan meniup telinganya.


"Berhenti menggodaku. Lekas pakai bajumu." Ucap Annisa tanpa mau memandang wajah suaminya.


"Baiklah nyonya Mark." Ucap Mark berlalu dan bergegas memakai pakaian nya.


Sungguh melihat wajah kesal Annisa itu justru sangat menggemaskan baginya.


Mark kini sudah tampil dengan pakaian santainya, celana kain dengan kaos oblong dipadukan jas. jangan lupakan jam tangan indah yang melingkar di tangan nya.


Sempurna, hanya kata itu yang dapat menggambarkan penampilan Mark saat ini.


"Bee, kau tak bekerja hari ini." tanya Annisa saat melihat penampilan santai suaminya.


"Tidak." Ucap Mark.


"Aku ingin berolahraga seharian di rancang bersamamu." Ucap Mark menggoda.


"Apa!" ucap Annisa kaget.


"Hahahaha... " Tawa Mark mengisi ruangan itu,


"Aku ingin menemanimu, apa kau ingin keluar jalan-jalan? Kulihat hari ini kau tidak ada jadwal kuliah bukan?" Ucap Mark tersenyum.


"Serius kau ingin mengajakku jalan-jalan?" Ucap Annisa berbinar.


"Hemmm."


"Berdua saja?" Ucap Annisa meyakinkan.


"Tentu," Ucap Mark tersenyum.


๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like, komen dan vote ya.


Semoga kalian suka dengan alur cerita ke depan nya.


Ujian rumah tangga Annisa akan di mulai ya๐Ÿ™ƒ


Do'ain semoga Mark memegang janjinya yang selalu percaya sama Annisa๐Ÿค—


Dan semoga mereka berdua bisa melewati ujian ini bersama-sama. Amin๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2