Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Fakta Menyakitkan 2 (S2)


__ADS_3

"Kau.... " Pekik Citra kaget kala ia membukakan pintu apartemen miliknya dan Rafa sudah berdiri dengan cengiran kudanya.


"Halo sayang!" Ujarnya tanpa rasa berdosa.


"Dari mana kau tau alamat apartemen milikku! Kau mengikuti ku ya!"


"Yaps benar sekali! Pegel ini kaki! Ajak masuk dulu gitu!"


"Tak boleh! Kau pulang sana!"


"Sayang ada siapa?" Celetuk Abi.


"Itu suara laki-laki bukan? Kau.." Ucap Rafa langsung menerobos masuk kedalam apartemen milik Citra, pikiran nya sudah negatif pada wanita di depan nya ini. Ia tak ingin lagi gagal atau merelakan lagi wanita yang di cintai nya dengan laki-laki lain. Untuk kali ini tak akan!!


"Tuan muda?"


"Uncle Hito! Apa yang Uncle lakukan!" Celetuk Rafa dengan tergagap.


"Abi maaf ya!" Lirih Citra mendekat ke arah Abi.


"Abi? Jadi?"


"Ya tuan muda, Citra adalah putri saya! Apa dia membuat masalah dengan tuan muda?"


"Ya Uncle, dia membuat masalah denganku!" Ucap Rafa dengan nada sedih.


"Apa! Abi no! Citra tak pernah membuat masalah dengan nya!" Jelas Citra seolah tak terima.


"Coba jelaskan apa yang di lakukan putri saya kepada Anda tuan muda!"


"Kau tau Uncle, kesalahan putri mu ini sangat banyak dia sudah membuat ku tak bisa tidur sepanjang malam Uncle, dan aku selalu memikirkan nya, dia selalu menghantui ku!"


"Memang apa yang dilakukan putri saya sehingga menyebabkan anda tak bisa tidur dengan nyenyak!"


"Uncle, dia itu... Ah putri mu harus tanggung jawab dengan dia harus mau menikah dengan ku! Dan Uncle harus setuju!"


"Terkesan seperti pemaksaan tuan muda? Apa tak bisa di ganti dengan yang lain?"


"Tak ada, putri mu harus menikah dengan ku Uncle! Aku mencintainya!" Ucap Rafa dengan serius.


"Abi sudah, ayo kita makan. Jangan peduli kan dia!" Celetuk Citra kala merasakan arah pembicaraan Rafa yang tidak bermanfaat sama sekali.


"Uncle, lihatlah putrimu!" Ucap Rafa mencari pembelaan.

__ADS_1


"Saya Rasa, putri saya benar tuan muda! Lebih baik anda pulang saja!"


"Uncle, maaf tadi Rafa hanya bercanda. Tapi Uncle, Rafa beneran cinta dan sayang dengan putri Uncle! Rafa serius." Ucap Rafa lagi.


"Apa tuan dan nyonya akan menyetujui ini?"


"Uncle, kau tau Papa dan Mama ku bukan seperti itu, dia tak pernah memandang seseorang dari status sosialnya!"


"Tapi saya adalah bawahan Papa anda tuan muda."


"Aish! Uncle! Apapun yang terjadi aku akan meminta restu dari Mama dan Papa untuk segera melamar Citra! Dan Uncle harus menyetujui nya!"


"Hah, baiklah tuan muda. Tapi apa putri saya mau menikah dengan anda!"


"Jelas mau Uncle, aku kan tampan dan kaya raya, tak kan ada wanita yang menolak menikah dengan bibit unggul keluarga Roman seperti ku ini!"


"Pede sekali! Tapi kau tak bisa beladiri!" Celetuk Citra kala melihat tingkah Rafa yang sengaja mencuri hati abinya.


"Kau kan bisa mengajariku!"


"Aku tak mau!" Tolak Citra.


"Harus mau, dan besok aku akan pulang ke Indonesia untuk segera meminta restu dari Mama dan Papa." Ucap Rafa dengan serius.


🎶


Tak habis fikir dengan apa yang telah di lakukan oleh suaminya, tak ada yang memberitahu perihal ini kepada kedua orang tua Kirana, dia sendiri yang meminta itu.


"Sayang... keluarlah.. aku akan menjelaskan semuanya!" Gedoran lemah dari sang suami terus ia dengar kala itu hingga malam menjelang.


"Biarkan dia sendiri Rama, semua itu juga karena kebodohan mu!" Celetuk Mama Annisa yang sudah tak tahan dengan tingkah putra sulungnya itu. Bagaimana bisa? ia menduakan istri yang sangat baik untuk nya.


Langkahnya begitu gontai untuk menuruti sang Mama melangkah masuk kedalam kamar mengistirahatkan tubuhnya, meski mata yang ia miliki tak bisa terpejam.


"Bee, " Lirih Mama Annisa pada sang suami.


"Aku tau apa yang kau rasakan sayang! Tapi semua sudah terjadi! Dan berhenti menyalahkan dirimu sendiri!"


"Tapi bee, apa yang akan aku jelaskan pada Faiz nantinya. Dulu aku sudah mengecewakan nya, sekarang putra kita.... hiks..." Lirih Mama Annisa.


"Sayang! Sudah ku katakan! Berhenti menyalahkan dirimu sendiri oke!"


"Tapi bee... "

__ADS_1


"Sudahlah! Kau istirahat saja."


🎶


Meja ruang keluarga ini terasa sangat mencekam, Rama duduk sendiri berhadapan dengan Papa Mark, di sisi lain Mama Annisa masih memeluk dan mendekap menantunya.


"Jelaskan Rama!" Ucap Papa Mark dengan nada dingin, tak ada aura bersahabat ingin sekali dia membunuh laki-laki yang ada di hadapan nya itu.


"Maaf!"


"Jelaskan dengan benar Ramaxelio Roman!"


"Rama terpaksa!"


"Apa maksudmu!"


"Rama harus menikahi Nadia, jika tidak nyawa Kirana taruhan nya Pa! Dan Rama tak memiliki pilihan lain!" Lirih Rama.


"Tapi tindakan mu tak dibenarkan Rama, apalagi kau menikah tanpa sepengetahuan kita!"


"Nadia tak memberi waktu Rama untuk berfikir apalagi memberitahu Pa! Rama terpaksa!"


"Termasuk tidur dengan nya dan memiliki anak? Itu juga bagian dari pemaksaan?"


"Pa! Tapi Rama tak pernah menyentuh nya itu bukan anak Rama pa!"


"Kau salah Rama! Tapi tak berarti kau tak mau mengakui anak mu! dia darah daging mu!"


"Kau percaya aku kan sayang! Aku tak pernah membohongi mu!" Lirih Rama menatap sang istri, yang hanya diam dan tergugu.


"Sialan! Aku melepaskan nya untukmu tapi kau mengecewakan nya!" Celetuk Rafa tiba-tiba dengan bogem mentah yang dilayangkan untuk kakaknya.


"Rafa! Rama stop!' Ucap Papa Mark menggebu menengahi keduanya.


"Duduk! Rafa kau diam dan jangan ikut campur dulu!" Titah Papa Mark.


"Ku pastikan akan merebutnya darimu sialan!" Bisik Rafa pada telinga sang kakak.


🎶


Happy Reading guys.


Udah! Author bingung, maunya Rama gimana sih? Nikahnya terpaksa? tapi kok hamil?

__ADS_1


Mana Rafa ikut-ikutan? Katanya Cinta sama Citra? Kok mau merebut Kirana? Dih pusing! 🤪😅


__ADS_2