Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Sahabat (S2)


__ADS_3

Indonesia


Bangku perkuliahan ternyata mengasyikan, begitu kata orang lain, Hah ternyata tidak bagi Rafa! Semua nya sungguh melelahkan bahkan sangat menjengkelkan.


Siapa yang menggiring opini bahwa kuliah kita bisa bolos seenaknya dan masuk sesuka kita? Huh tak semudah itu!


Ada sebagian dosen! Ah bukan! Hampir semua dosen memiliki tingkat kedisiplinan tersendiri! Bahkan Absen mempengaruhi dalam pengambilan nilai!


Ya! Jika kau malas kuliah! Kau boleh untuk bolos saat itu! Bahkan tak berangkat pun di per izinkan. Hanya nanti kau di semester depan akan bertemu dengan dosen itu kembali tapi bersama dengan adik kelas. Uh itu sangat menyebalkan.


Hih! Sungguh memalukan. Rafaxelio Roman, pemuda tampan itu kini sudah masuk bangku perkuliahan semester pertama. Bisnis Management yang ia ambil sebagai program studi lanjutan nya.


Bukan tanpa sebab? Kemauan sang Papa yang menghendakinya untuk masuk ke dalam program studi tersebut.


"Hai bung! Kau tampak seperti kain kusut!" Rangkul Anggara pada adik nya itu.


"Dosen mu sangat gila dalam memberikan tugas dan jangka waktu yang begitu menjengkelkan!" Ucap Rafa sewot pada kakak keponakan nya.


Anggara Putra Hanafi! Anak pertama Kak Hanafi dan Dr Ira, ia hanya terpaut usia 2 tahun dari Rafa yang berarti Anggara saat ini sudah semester 5.


Keduanya sama-sama mengambil jurusan yang sama dan Universitas yang sama, hanya berbeda tahun angkatan nya saja.


"Hahaha, kau harus sabar. Tugas mu akan lebih banyak karena kau baru masuk bangku perkuliahan." Ucap Anggara tersenyum puas.


"Nampaknya kau sangat puas mengejekku hari ini kak? Kau tak ada bedanya dengan kak Rama." Dengus Rafa pada Anggara.


"Jangan mudah marah bung! Kau akan cepat tua? Dan ngomong-ngomong kenapa kakakmu tak melanjutkan studinya di Indonesia saja?" Tanya Anggara

__ADS_1


"Kakak ingin belajar mandiri! Dan dia bisa berkuliah di sana itu karena mendapatkan beasiswa." Ucap Rafa menjelaskan.


"Waw! Rama lebih hebat dari mu ternyata! Aku tak menyangka!" Ucap Anggara menggelengkan kepalanya.


"Hey! Aku juga tak kalah pintar darinya! Hanya saja aku ingin kuliah di Indonesia! Biar bisa bertemu dengan Mama setiap harinya." Ucap Rafa menyombongkan dirinya.


"Aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mama tanpa perlu takut di ganggu oleh Kak Rama atau berbagi dengan nya." Kekeh Rafa membayangkan hal yang membahagiakan itu.


"Ish kau ini! Kau sudah besar Rafa! kenapa kau selalu Manja dengan Mama Annisa." Dengus Anggara dengan kesal.


"Biarin itu Mama aku! Wle!" Ucap Rafa berjalan lebih dulu, menghindar guna mengantisipasi serangan tangan dadakan dari sang kakak.


Selama Rama tak ada, Anggara dengan setia menemani Rafa dan menjadi Sahabat sekaligus kakak yang baik. untuk adik keponakan nya itu.


🎶


Pemuda tampan itu masih bergumul dengan selimut hangat yang membelit tubuh kekar miliknya, Ah sangat nyaman! Matanya seolah ingin terpejam terus dan lebih masuk dalam ke alam mimpi.


Dan terjadilah! Hingga sore hari sang pangeran masih tertidur dengan nyaman nya.


Gedoran pintu yang amat keras bahkan terkesan brutal menganggu telinganya, Sialan! Siapa yang berani menggedor apartemen ku! Umpat Rama membuka matanya! Langkah nya begitu kesal menatap pintu yang terus di gedor tanpa henti.


"Apa mau mu sialan!" Umpat Rama pada pemuda seumuran dengan nya, Namanya Chris! Pemuda keturunan Amerika ini adalah teman dekat yang di miliki oleh Rama saat ia bersekolah di Amerika sini! Pemuda tampan dan juga baik hati.


"Kau yang sialan Rama! Apa kau tak punya mata untuk melihat jam? Apa kau buta!" Ucap Chris dengan nada kesalnya.


"Apa mau mu! Kau menganggu tidurku Chris! Pulang sekarang juga!" Usir Rama pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Otakmu dimana sialan! apa kau lupa hari ini kau harus mempresentasikan tugasmu! Astaga! Aku mengutuk mu sebagai teman ku Rama!" Ucap Chris dengan nada kesalnya.


"Aku lupa! Aku yakin kau pasti bisa mengurus itu!" Ucap Rama dengan nada entengnya, kakinya melangkah masuk dan merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur! Dan inilah Rama! Jika ia malas dengan suatu mata pelajaran! Ia akan membolos nya.


Tapi keberuntungan macam apa yang telah Tuhan berikan padanya! Meskipun dia tak masuk, ia sudah mampu memahami semua materi perkuliahan yang di ajarkan.


Jika kau berharap nilai Rama akan ada yang jelek! No!!!! anak itu terlalu pintar dan sangat pintar, saat dia tak belajar pun semua soal begitu mudah ia kerjakan.


"Kau selalu menyusahkan ku bung!" Ucap Chris mengumpat kesal.


🎶


Musik disko mengalun keras pada telinga kedua pemuda tampan, dan di sini lah mereka Chris dan Rama menghabiskan malam harinya.


Meminum beberapa bir dan Ah ya kalian pasti tau bukan? Akan selalu ada wanita cantik yang menemani keduanya.


Jika kalian berharap Rama dan Chris akan menghabiskan waktu satu malam dengan salah satu wanita di ranjang! Itu hal yang tidak mungkin! Baginya para perempuan itu sangat menjijikkan.


Meski Mark mampu membiayai semua hidup Rama, namun bocah satu itu tetap saja mencari cara yang menurutnya paling ampuh untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat.


"Kau yakin?" Ucap Chris pada Rama.


"Tentu! Jika kau takut pulanglah!" Ucap Rama ketus.


"Baiklah! Aku akan menemani mu kawan!" Ucap Chris menepuk pundak Rama.


Meski keduanya saling melempar berbagai umpatan dan kata kasar, Ya! Chris akan tetap setia menemani sahabat yang sangat menjengkelkan baginya.

__ADS_1


🎶


__ADS_2