Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Panti


__ADS_3

"Assalamualaikum." Ucap Annisa saat sudah berada di pintu depan rumah nya dengan tangan mengetuk pintu.


"Waalaikum salam." Ucap Kak Ira membukakan pintu.


"Ayo dek masuk dulu." Ucap Kak Ira mempersiapkan Annisa masuk dan keduanya melangkah kedalam.


"Kakak, aku ingin mengajak Cerry pergi ke panti." Ucap Annisa yang saat ini tengah terduduk di sofa.


"Sebentar kakak akan panggilkan." Ucap Kak Ira, namun sebelum itu Cerry sudah berlari menuju Annisa.


"Bunda..." Ucap Cerry berlari untuk memeluk Annisa.


"Putri bunda." Ucap Annisa mencium dengan gembul pipi Cerry.


"Cerry sayang, bunda mau mengajak Cerry ke Panti, untuk mengunjungi Bunda Asih Cerry mau ikut? Ucap Annisa melepaskan pelukan menatap Cerry dengan menangkup kedua pipinya.


"Iya bunda Cerry mau ikut." Ucap Cerry tersenyum dengan riang.


"Bunda? tangan bunda kenapa?" Ucap Cerry melihat perban di tangan Annisa.


"Oh ini, bunda tak sengaja terjatuh sayang." Ucap Annisa tersenyum.


"Hiks... Hiks... Sakit ya bunda?" Ucap Cerry mengelus perban di tangan Annisa dengan mata berkaca-kaca.


"Cerry sayang, tangan bunda sudah di obati, jadi sudah tak sakit lagi Cerry jangan menangis ya? Ntar anak bunda cantik nya hilang loh." Ucap Annisa menjelaskan mengelus-elus kepala Cerry.


"Bunda.... " Ucap Cerry memeluk Annisa.

__ADS_1


Annisa pun membalas pelukan Cerry dan mengelus rambut serta punggung mungil itu.


"Kakak, boleh kan Annisa mengajak Cerry pergi ke Panti? ." Ucap Annisa meminta ijin pada Kak Ira.


"Tentu dek." Ucap Kak Ira tersenyum.


"Bunda? Ayah kemana?" Ucap Cerry melepas pelukan nya dan bertanya pada Annisa.


"Ayah sibuk sayang... Jika hanya berdua dengan bunda? apa Cerry tidak bahagia?" Ucap Annisa sedih.


"Tidak bunda, Cerry senang meski berdua dengan bunda." Ucap Cerry mencium pipi Annisa.


"Dek, ada masalah dengan suami mu?" Ucap Kak Ira pada Annisa setengah berbisik agar Cerry tidak mendengar nya.


"Tidak ada kak, semua baik-baik saja." Ucap Annisa tersenyum.


🍃


Kali ini Annisa pergi menggunakan taksi karena semenjak kejadian itu, Mark benar-benar tak peduli dengan istrinya.


Hati merindukan istrinya, namun? ketika melihat bayang-bayang Annisa kejadian pengkhianatan itu terlintas di otak nya dan itu membuat darah nya mendidih marah.


Sesampainya Annisa di Panti asuhan itu, Bunda Asih menyambut dengan pelukan rindu. dan di meja makan Bunda Asih sudah menyiapkan tumpeng untuk ulang tahun Annisa.


"Bunda tak perlu repot-repot seperti ini." Ucap Annisa terharu memeluk Bunda Asih.


"Tak apa kak, ini kan hari ulang tahun mu." Ucap Bunda Asih tersenyum.

__ADS_1


"Suami mu kemana?" Tanya bunda Asih yang baru menyadari Annisa hanya datang berdua dengan Cerry.


"Mark sedang ada pekerjaan yang tak bisa di tinggal Bunda." Ucap Annisa menjelaskan tak lupa ia tersenyum.


"Kau tak lagi menyembunyikan sesuatu dari Bunda kan?" Ucap Bunda Asih dengan penuh selidik.


"Tidak Bunda." Ucap Annisa.


"Lalu tangan mu?" Ucap Bunda Asih bertanya menyadari ada luka di tangan Annisa.


"Ah ini, Annisa tak hati-hati saat memasak." Ucap Annisa.


Maafin Annisa Bunda, Annisa tak ingin masalah rumah tangga Annisa di ketahui oleh orang lain, termasuk Bunda.


Ampuni Annisa ya Allah karena telah membohongi Bunda. Gumam Annisa berdoa dalam hatinya.


Acara pun di laksanakan dengan meriah beserta anak-anak Panti yang lain nya, walaupun Tanpa kehadiran Mark acara berjalan dengan sangat lancar.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys🤗


Jangan lupa like komen dan Vote ya.


sayang kalian semua🌹


🍃

__ADS_1


Duh Annisa menantu istri idaman banget 😍 Cerry jaga Bunda Annisa ya💙❤


__ADS_2