
6 bukan menikah, Hah sudah cukup banyak drama yang terjadi didalam rumah tangga Rama dan Kirana, Menyediakan baju yang hilang ntah kemana dan disusul teriakan "Sayang baju! Dasi ku! Kau belum menyiapkan nya! Bantu aku!" Oke! Jika sudah selesai memasangkan semuanya di badan paduka di pagi hari,
Di susul jam 12 siang, Ah istirahat! Alhamdulillah! Oh tidak bagi Kirana akan ada Drama makan siang, temani aku di kantor! Oke baik! Untung rumah sakit tempat istrinya bekerja adalah milik teman bisnis Rama. Memberontak? Pernah Kirana lakukan! Dan berakhir kata. Aku tidak mau kau kelelahan bekerja sayang! Ini tugas suami untuk mencari nafkah istrinya! Aku itu suami yang sangat mencintai istrinya maka dari itu aku selalu memperhatikan mu!
Dan malam hari? Sayang! Kau kelelahan! Mari sini aku pijat! Aku tak mau istriku kelelahan! Sabar Kirana! Pijat bagi Rama adalah hah, kau tau apa yang di lakukan suami istri pada malam hari dengan alibi Pijat!
"Huek, Huek!" Muntahnya terduduk lesu mengeluarkan semua yang ada didalam perutnya! Ah nihil tak ada lagi apapun yang keluar hanya cairan bening saja.
"Bagaimana? Sudah enakan?" Tanya sang istri dengan lembut memberikan minyak penghangat pada perut dan kepala sang suami dengan pijatan kecil.
3 Hari sudah Rama seperti ini, terpaksa Papa Mark turun tangan kembali untuk sesekali mengecek perkembangan perusahaan miliknya. Mengingat keadaan sang putra cukup mengkhawatirkan.
Kirana bukan dokter bodoh yang tak mengerti sama sekali gejala seperti ini! Yah! Semenjak 4 hari yang lalu mengetahui bahwa dirinya mengandung yang mana usia janin sudah 1 bulan lebih, Rama yang harus menanggung morning sickness atas kehamilan sang istri!
"Seperti ini nyaman sekali!" Ucap Rama kala sang istri dengan telaten mimijat kepalanya dan sesekali mengusap perut miliknya.
"Mau makan?"
"Tidak! Seperti ini dulu sayang!"
"Tapi wajahmu pucat sekali!"
"Nanti, aku ingin seperti ini dulu!" Lirih Rama.
"Ah baiklah! Aku akan menjagamu!"
🎶
Brak!!!!
"Hentikan Nadia!!"
"Aku tak terima Chris jika dia mengandung anaknya Rama! Aku tak terima!"
"Tak ada yang bisa kau lakukan sekarang!"
"Ada! Dan aku harus bisa merebutnya! Jangan gagalkan rencana ku lagi Chris!!! Ku peringatkan!!"
Pernyataan Cinta itu membuat hubungan keduanya sempat merenggang, namun dengan sabar Chris selalu ada untuk Nadia, hingga berita kehamilan istri Rama sampai di telinga Nadia membuat darahnya mendidih.
🎶
"Sayang!!! Kau dimana?" Teriak Rama menggema dari dalam kamar.
"Ma, maaf ya! Itu..." Ucap Kirana tak enak hati kala keduanya sedang membuat makanan.
"Sudahlah, memang suami mu seperti itu, Kau segera kesana bawa bubur untuknya!"
"Ya ma," Ucap Kirana tertunduk malu.
"Kau kemana! Kenapa kau meninggalkan aku sendiri, hikss.... " Lirih Rama sedih.
__ADS_1
Astaga, kenapa dia sensitif sekali! ini yang hamil siapa sih! Aku atau dia! Dengus Kirana dengan sebal.
"Sudahlah, jangan sedih! Aku tak meninggalkan mu!" Ucap Kirana menaruh nampan nya di meja kecil kamar itu.
"Hiks.... " Lirih Rama langsung memeluk sang istri,
"Jangan menangis, aku buatkan bubur untukmu! Makan ya!"
"Tak mau! Tak enak!"
"Kau harus makan sayang, kalau kau sakit nanti siapa yang menjaga Rama junior!" Goda Kirana agar sang suami mau makan.
"Ah baiklah, tapi suapi!"
"Ya, ayo!"
^^^1 minggu kemudian^^^
"Baiklah, aku akan kesana!" Ucap Kirana menutup telfon sang suami.
Derap langkah kaki menggema, menerobos pintu masuk ruangan Direktur!
"Sayang.... kau... Mau apa kau kesini Nadia!"
"Tadi kau memanggilku sayang bukan?"
"Tidak? Kenapa kau kemari! Panggilan itu hanya untuk istriku!"
"Apa maumu!"
"Kau yang apa mau mu! Apa maksudmu Rama!" Ucap Nadia merapatkan tubuh nya pada Rama yang masih terduduk.
"Aku mencintaimu! Apa kurangnya aku Rama! Apa! Katakan!" Ucap Nadia menatap tajam.
"Kau gila!"
"Ya memang aku gila! Kau yang membuat ku tergila-gila. Hahahaha.. "
"Minggir!"
Bruk!
Akibat dorongan itu, sekarang Nadia ada di bawah kungkungan Rama.
"Baiklah, kalau kau menginginkannya nya sekarang aku tak apa!" Ucap Nadia mengalunkan tangan nya di leher Rama, dan langsung mengecup bibir pria yang di cintainya.
"Rama!!!" Teriak Kirana kala melihat pemandangan yang ada di hadapan nya.
"Sayang.. Ini tak...
"Biarkan dia tau sayang kalau kau hanya milikku!"
__ADS_1
"Sialan! Kau menjebakku!" Umpat Rama kala melihat sang istri sudah pergi menjauh, ia pun bergegas berdiri untuk mengejar sang istri.
"Lakukan rencana kedua!" Ucap Nadia melalui sambungan telfon.
Kaki nya melangkah dengan gusar, mencari sang istri tapi tak di temukan keberadaan istrinya.
Sialan! aku akan menghabisi mu Nadia!!!
"Apa mau mu! Dimana istriku!"
"Menikah lah dengan ku! Istrimu akan selamat!"
"Cih! Jangan mimpi kau.... "
"Baiklah! Kau hanya butuh waktu 1 jam, jika tidak istri dan anakmu akan mati!"
"Kau licik! Aku akan menghabisi mu!"
"Silahkan! Dan ku pastikan istrimu akan mati? Lihat!" Ucap Nadia sinis melemparkan foto sang istri yang sudah di sekap dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
"Kau... jangan sentuh istriku!"
"55 menit waktu tersisa, sebelum bom yang ada di tubuh istrimu meledak!"
"Nadia!!!" Teriak Rama menggebrak meja.
"Kau tak punya pilihan lain selain menikahi ku! Waktu terus berjalan!"
🎶
"Sayang! Maaf! Cepat sadarlah!" Lirih Rama terduduk di ranjang rumah sakit, menggenggam erat tangan sang istri, air matanya tumpah melihat wanita yang di cintai nya tidur damai.
"Aughhh!" Lengguh Kirana mulai membuka matanya.
"Kau sudah sadar? Butuh sesuatu!"
"Menyingkir lah kau jahat padaku Rama, hiks... hiks..." Tangis Kirana pecah kala serpihan pengkhianatan itu muncul di otaknya.
"Sayang tenanglah, aku tak mengkhianati mu itu salah faham! Tatap aku lihat aku!"
"Aku tak mau..."
"Sayang ku mohon percayalah! Liat aku, Aku mencintaimu hanya kamu tak ada yang lain"
"Lalu wanita tadi."
"Dia menjebak ku! Ku Mohon percayalah!" Lirihnya.
🎶
Happy Reading.
__ADS_1