
Hari berganti seperti biasanya, tidak ada yang mengancam ataupun menyakiti Annisa karena Mark memberikan penjagaan yang begitu ketat namun Annisa tidak menyadarinya.
"Huft lelah sekali." Ucap Annisa meng gerakan badan nya sedikit ke kiri dan ke kanan untuk merenggangkan otot"nya.
Hari ini Annisa berencana ingin ke toko buku membeli beberapa buku yang akan ia gunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
Oh ya, untuk Mark, ia sudah tidak menjadi Dosen pengganti Annisa karena tugas nya sudah selesai. đ
đž Toko Buku đž
Annisa berjalan pelan dan memilih buku yang akan ia beli sampai Akhirnya.
"Bruk.... "
Beberapa buku yang dipegang Annisa jatuh berserakan di lantai.
Annisa pun mengambil buku yang berserakan di lantai dan dibantu oleh seorang pria yang tadi menabraknya.
Lalu pria itu memberikan buku itu kepada Annisa dan mereka pun saling bertatapan secara tak sengaja.
"Annisa?" Ucap Pria itu.
"Faiz ya?" Ucap Annisa juga bertanya. tanpa sengaja mereka kak untuk menganggukan kepala dan melempar senyum satu sama lain.
"Maaf kak, aku telah menabrak mu. Aku tidak sengaja." Ucap Annisa meminta maaf pada Faiz.
"Hem... tapi kau membuat ku sakit." Ucap Faiz kelihatan kesakitan.
"Maaf kak, mari ke dokter kak." Ucap Annisa mengkhawatirkan.
"Tidak perlu ke dokter, cukup kah menemaniku makan saja.? Bagaimana.?" Ucap Faiz pada Annisa.
"Hem... Baiklah... " Ucap Annisa.
Setelah Annisa membayar semua barang belanjaan nya, mereka berdua pun keluar dan melangkahkan kakinya menuju Cafe Di sekitar tempat itu.
__ADS_1
đđđ
Dilain tempat,
Tok
Tok
Tok.
"Masuk." Ucap Mark pada seseorang yang ingin masuk kedalam ruangan nya.
Hito pun membuka Handel pintu ruangan Mark dan berjalan ke arahnya.
"Maaf tuan, hari ini kita ada pertemuan bisnis di Cafe Merpati jam 4 sore taun." Ucap Hito pada Tuan Mark.
Mark pun melihat jam yang melingkar ditangan nya, sudah menunjukkan pul setengah 4 lalu mark berkata "Baiklah."
Mark beranjak dari kursi kebesaran nya setelah memeriksa beberapa berkas yang ja gunakan untuk meeting nantinya.
Saat kaki Mark ingin melangkahkan pergi meninggalkan Cafe tersebut sorot matanya menajam dan mengeras.
Ia melihat Annisa tengah menikmati makan dengan canda tawa dan tentunya dengan seorang pria.
Tangan Mark mengepalkan kuat, Lalu ia pun menghampiri Annisa.
Setelah berdiri tepat di samping Annisa.
Mark pun berucap. "Annisa ikut aku." Ucap Mark dingin langsung menarik tangan Annisa.
"Hey, jangan menarik nya seperti itu kau melukainya." Ucap Faiz saat melihat raut wajah Annisa yang kesakitan saat Mark menarik tangan nya.
Seketika Mark pun menoleh dan memberikan tatapan tajam pada Faiz, lalu ia sedikit memaksa Annisa untuk mengikutinya.
Dengan sorot sebelah tangan nya, Annisa memberikan isyarat pada Faiz untuk tidak ikut campur dan membiarkan Annisa pergi dengan laki- laki itu.
__ADS_1
Faiz pun menghela nafasnya dan menganggukan kepalanya.
Sesampainya di parkiran Mark menyuruh Annisa untuk masuk kedalam mobilnya.
Dengan sikap Hito langsung memposisikan dirinya di bangku kemudi dan menjalankan mobil tersebut.
"Mark, kau ingin membawaku pergi kemana?" Ucap Annisa lembut pada mark namun Mark tak menjawab pertanyaan Annisa.
Annisa menghela nafas panjang nya dan ia pun ikut diam saat tak ada respon dari Mark.
Sial, kenapa dia mendadak diam. harusnya dia berusaha untuk terus membujuk ku. Gumam Mark dalam hatinya.
Mobil pun terus melaju, beberapa menit kemudian Mobil pun memasuki gerbang rumah mewah milik Mark.
Dengan sikap Hito keluar dari mobil untuk membukakan pintu bagi Tuan nya.
Mark pun keluar dan menarik tangan Annisa untuk masuk kedalam dan berhenti di sebuah taman yang berada di rumah mewah milik Mark.
Mark dan Annisa pun duduk di kursi taman tersebut.
"Mark, boleh kau lepaskan tangan ku." Ucap Annisa lirih saat tangan kekar Mark terus menggenggam nya.
Mark pun melepaskan dan menghempaskan dengan kasar tangan mungil milik Annisa.
"Aduh." terdengar lenguhan sakit dari Annisa yang tangan nya sedikit membentur kursi yang ia duduki.
Mark pun seketika menoleh kearah Annisa.
đđđ
âââ
Hayo! Mark mau marah lagi gak ya nih? sama Annisa.
âšī¸âšī¸âšī¸
__ADS_1
Jangan sakiti Annisa dong Mark kalau cemburu.âšī¸