Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Wisuda


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Annisa akan menghadiri acara wisuda kampusnya. Ia sudah tampak cantik dengan busana muslim modern yang dia kenakan.


Make up tipis yang di poles di wajah cantiknya, sungguh sangat alami dan natural.


"Sempurna, bismillah." Ucap Annisa dalam hati menatap dirinya dalam pantulan cermin.


Perlahan kaki Annisa menuruni tangga, melangkah pelan namun pasti dan penuh kehati-hati an.


"Pak ujang?" sapa Annisa saat sudah sampai didepan pintu rumah nya.


"eh nyonya? Sudah mau berangkat mari saya antar." Ucap pak ujang menawarkan dirinya.


"Tapi pak?" ucap Annisa, "Saya tidak punya pekerjaan nyonya, mari saya saja yang mengantar." Ucap Pak ujang dengan sopan.


"Ah baiklah pak." Ucap Annisa berlalu masuk kedalam mobil itu.


πŸƒ Flashback On πŸƒ


Pagi-pagi sekali Mark sudah terbangun dari tidurnya. Segera mandi dan bersiap dengan pakaian kantornya.


Kakinya perlahan menuruni tangga, "Pak, nanti antar istri saya ke kampus, saya akan berangkat sendiri ke kantor." Ucap Mark saat melihat Pak ujang dari kejauhan


"Baik tuan." Ucap Pak Ujang.


πŸƒ Flashback Off πŸƒ


Acara wisuda tersebut di mulai pukul 10 pagi, saat ini Mark masih berada di kantor, dengan berbagai dokumen yang harus di kerjakan.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 semua sudah diselesaikan, pikiran nya melayang tentang acara wisuda istrinya, datang atau tidak.


Lama ia berfikir dengan mengetuk meja kerjanya.

__ADS_1


Akhirnya, Mark memutuskan untuk datang ke acara itu, ia segera meraih kunci mobilnya dan bergegas menuju kampus istrinya.


Sebelum ke kampus istrinya, ia mampir terlebih dahulu di toko bunga terdekat.


Ini bagus. cantik sekali. Gumam Mark melihat sebuket bunga mawar putih di toko bunga itu.


Ia segera mengambil, dan membayar sebuket bunga itu.


πŸƒ


Kampus Annisa sudah ramai orang yang datang, banyak keluarga dari mahasiswa/i yang diwisuda hari ini untuk datang menemani maupun sekedar memberi selamat.


Orang tua Annisa, kak Hanafi dan Kak Ira tentu sudah ada untuk mendampingi Annisa.


"Dek? dimana suamimu acara sudah mau mulai?" Ucap Kak Hanafi.


"Sebentar lagi datang kak, mungkin dia masih terkena macet di jalan." Ucap Annisa tersenyum.


Namun ia berusaha tersenyum dan tak menunjukkan kesedihan nya.


Waktu kian bergulir, dan 2 menit lagi acara tersebut akan berlangsung.


"Selamat wisuda sayang. Bunga yang cantik untuk istri ku yang cantik." Ucap Mark yang tiba-tiba muncul dengan sebuket bunga dan menyerah kan nya pada Annisa.


"Terimkasih.Bee?" panggil Annisa lirih.


"Tidak usah katakan apa-apa." Ucap Mark seolah tau kebingungan istrinya.


Annisa langsung menghambur ke pelukan suaminya, dengan sigap Mark membalas pelukan itu.


mengusap dengan lembut punggung istrinya.

__ADS_1


"Hey kau tak boleh menangis, kau akan terlihat jelek nantinya." Goda Mark.


"Bee." Ucap Annisa memukul dada sang suami.


Acara pun segera dimulai, dan Annisa menjadi perwakilan mahasiswa/i dari seluruh angkatan yang di wisuda saat itu untuk menyampaikan pesan dan kesan nya,


Annisa juga menjadi mahasiswi dengan predikat lulusan terbaik saat itu, dengan nilai IPK yang nyaris hampir sempurna yaitu 3.95.


Acara berlangsung dengan hikmat dan lancar.


"Terima kasih kau telah datang." Ucap Annisa yang saat ini sudah duduk sebelahan dengan Mark.


"Entahlah, aku tak tau perasaan ku, hatiku menuntun ingin menemui mu disini." Ucap Mark lagi.


"Maaf." Ucap Annisa.


"Sudahlah." Ucap Mark.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Apa arti kata Sudahlah ya? yang di ucapan Mark? apa itu artinya?


Mark sudah memaafkan Annisa? atau? semua nya sudah terungkap bahwa Annisa tidak bersalah?


Hem EntahlahπŸ˜‚


Mau satu part lagi? atau dua part lagi? πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2