
🐾 Flashback On 🐾
Dertttt
Sering ponsel membuat Alex mengalihkan pandangan nya ke arah benda persegi yang berada di atas meja kerjanya.
"Cepat katakan!" Ucap Alex tegas membuka percakapan telfon saat itu.
(.........)
"Tidak usah, kau kirimkan alamatnya sekarang. aku kan kesana" Ucap Alex mematikan telfon.
Ia pun segera melajukan mobilnya ke alamat yang telah dikirim oleh anak buahnya.
Kali ini Alex mengemudikan mobilnya sendiri tanpa ada supir yang membantunya.
Hanya butuh 15 menit Alex sudah sampai di lokasi tersebut, ia pun segera melangkahkan kakinya turun untuk mencari seseorang.
Dapat, Gumam Alex tersenyum.
"Annisa." Ucap Alex kaget saat bertemu dengan Annisa siang itu.
"Alex ya? teman kerja Mark?" tanya Annisa pada Alex.
Sial, kenapa kau harus menyebut nama itu.! Gerutu Alex dalam hatinya.
"Iya" Ucap Alex tersenyum dipaksakan.
"Kakak paman tampan itu siapa?" Tunjuk Cerry pada Alex.
"Eh gadis cantik, nama kamu siapa?" Ucap Alex membelai pipi Cerry dan jongkok mensejajarkan tubuhnya.
"Celly Paman." Ucap Cerry yang begitu menggemaskan.
"Mau es cream." Ucap Alex menawarkan.
"Mau paman. " Jawab Celly dengan semangat.
"Cerry sayang, biar paman Alex kembali bekerja ya. Cerry belinya dengan kakak saja." Ucap Annisa menjelaskan pada Cerry.
Cerry tampak berfikir dan menganggukan kepalanya.
namun Alex langsung berkata "Paman tidak ada pekerjaan. ayo paman belikan es cream untuk Cerry." Ucap Alex lagi.
"Sungguh paman?" Tanya Cerry dengan mata berbinar. yang langsung dijawab anggukan oleh Alex.
"Ayo." Ucap Alex mengangkat tubuh Cerry dalam gendongan nya.
"tunggu sebental paman." Ucap Cerry.
"Kakak, ayo Celly ingin membeli es cleam." Ucap Cerry mengajak Annisa untuk mengikutinya.
__ADS_1
"Iya Cerry" Jawab Annisa tersenyum pada Cerry.
Mereka bertiga pun menghabiskan waktu bersama, awalnya Annisa merasa canggung dan tidak enak.
Namun, Alex mengatakan bahwa ia sudah tau jika Annisa adalah tunangan Mark, dan Alex hanya ingin menemani Annisa sore itu.
Tak ada maksud yang lain. Jika menelisik kedalam Alex sungguh ingin menarik simpati Annisa dan membuatnya percaya.
Flashback Off.
Back to, Panti Asuhan Cahaya Bunda.
Mark yang mendengar penjelasan Cerry pun langsung keluar menghampiri Annisa yang tengah berbincang dengan Alex.
Brugh
Satu pukulan menghantam wajah Alex.
Detik itu, Mark sangat ingin mencabik-cabik tubuh Alex dan mencongkel keluar kedua bola mata Alex yang berani nya menatap Annisa dengan penuh cinta.
Tak hanya itu, Mark juga ingin melayangkan pukulan kedua namun terhenti saat Annisa berdiri di hadapan Alex untuk menghalangi Mark melayangkan pukulan.
"Minggir Annisa." Ucap Mark berkata tegas pada Annisa dan sorot matanya mengancam.
"Tidak." Ucap Annisa tak kalah tegasnya.
Disisi lain, Asisten Mark hanya diam tak menghalangi tuan nya.
Alex tampan menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
Ia pun berdiri, dan menggeser Annisa untuk sedikit menjauh. Kini Mark dan Alex berdiri berhadapan.
Mark mendekat dan ditariknya kedua kerah milik Alex.
Dan Alex pun berbisik.
"Jika kau lengah menjaganya aku akan merebutnya darimu. Bukan akan. tapi Annisa harus menjadi milikku." Ucap Alex berbisik ditelinga Mark.
Darah Mark seketika mendidih mendengar apa yang di ucapkan Oleh Alex.
Ia pun melayangkan satu pukulan di bagian perut Alex.
Mark terus memukuli Alex, Ia tak menghiraukan Annisa yang terus berteriak "Cukup. Hentikan."
Telinganya seakan tuli melihat itu.
Annisa yang saat ini di bawah penjagaan Hito,
"Minggir Hito." Ucap Annisa penuh penekanan pada Hito, namun Hito tidak bergeming.
Di injak nya kaki Hito dengan kuat, dan ditendang nya ************ Hito hingga ia meringis kesakitan.
__ADS_1
Annisa pun mendekat ke arah Mark yang memukuli Alex.
Alex tak ada perlawanan sama sekali, ia ingin menarik simpati Annisa meskipun wajahnya harus memar dan lebam dimana-mana.
"Hentikan." Ucap Annisa melerai dan berdiri di hadapan dua laki-laki itu.
"Aku hanya menemani mu sebagai teman, tapi dia seolah menganggap ku musuh Annisa, menyingkirkan biarkan dia puas memukuli mu." Ucap Alex lirih dalam hatinya.
Annisa pun berbalik dan menatap Alex,
"Maaf aku juga tidak tau akan jadi seperti ini."
Mark yang melihat itu semakin di buat cemburu.
Ia pun menarik pergelangan Annisa dan menyeretnya.
Annisa meringis kesakitan.
Alex yang melihat itu langsung membantu dan Brugh.
"Kau boleh kasar padaku tapi tidak dengan wanita." Ucap Alex dengan membalikkan tubuh Mark dan melayangkan satu pukulan padanya.
Mark menatap Alex dengan senyum iblis nya ia ingin menghajar Alex lagi sampai mati.
Namun Annisa menahannya.
"Alex, terimakasih telah mengantarku dan menemaniku. Tapi masalah ini aku harus menyelesaikan berdua dengan tunangan ku. Kau boleh pulang dan Terimakasih." Ucap Annisa sopan pada Alex.
Tanpa ingin mendengar jawaban dari Alex, Annisa mengajak Mark untuk segera pergi dan masuk kedalam mobilnya.
Ia tidak ingin menyelesaikan masalah itu area panti. Karena tak ingin ada anak panti yang melihatnya.
Perlahan Mobil Mark pun meninggalkan halaman panti itu.
🐾
Huh😂
Pemanasan dulu nih.
Mark masih mode marah pada Annisa, semoga engga terjadi apa-apa ya sama Annisa.
Happy Reading💙
Thanks yang udah like, Komen dan Vote. 💙
Thanks juga yang udah Vote💙🤗
Author sayang kalian semua pokoknya❤
__ADS_1