
"Kakak ipar?" Panggil Rafa kala ia melihat sosok Nadia yang tengah berjalan sendiri di pinggir jalan.
"Rafa?"
"Ya, ayo masuk kakak ipar!" Ucapnya memberi kode.
"Kemana kak Rama? Kenapa kakak ipar berjalan sendiri?" Ujar Rafa bertanya kala mobil itu berjalan melaju membelah jalanan.
"Ah itu, Rama ada di rumah. Aku kesal padanya!"
"Rumah? Oh ya kalian tinggal dimana kakak ipar?"
"Di rumah kontrakan kecil di sana!"
"Oh maaf, aku belum bisa mengunjungi kalian, memang apa yang di buat kakak ku hingga membuat mu kesal kakak ipar?"
"Dia menyuruh ku memasak dan berhemat serta melakukan semua aktifitas rumah tangga!" Lirihnya seolah Teraniaya.
"Apa? kenapa kakak ku seperti itu! Maafkan dia kakak ipar, dia memang sangat menyebalkan! Aku akan membantumu!"
"Tidak usah, nanti aku merepotkan mu!" Ucap Nadia menolak.
"Tak apa, kita harus berbagi, kau keluarga ku juga kan! Ayo turun!"
"Untuk apa kita kesini Rafa?" Tanya Nadia tak mengerti kala mobil yang dikendarai Rafa sudah berhenti di parkiran sebuah Mall mewah.
"Sudah ayo ikut aku!" Ucap Rafa keluar menggenggam tangan Nadia, mengajaknya ke toko pakaian.
"Untuk apa?" Tanya Nadia tak mengerti.
"Sekarang kakak ipar pilihlah baju yang kaka suka, aku yang akan membayarnya!"
"Tapi... "
"Sudahlah kakak ipar kau pilihlah baju yang kau suka!" Ucap Rafa tersenyum.
Hampir seharian Rafa menemani Nadia berbelanja, baju, tas sepatu dan semua barang branded tak lupa mengajaknya makan setelah seharian berkeliling.
Rama tak pernah memanjakan ku seperti ini, saat dia memiliki segalanya dulu, kenapa aku tak kenal dengan adiknya dari dulu?
Rasa cinta itu, hari ini seolah goyah dengan semua sikap baik dan perhatian yang Rafa tunjukkan kepada Nadia, sesekali mereka berfoto dan tanpa ragu Rafa mengunggah dengan kata "Kakak ipar cantik ku!"
Cantik, kalimat sederhana yang mampu membuat mood seorang wanita menjadi baik dan bahagia.
"Rafa, apa kau memiliki pacar?" Celetuk Nadia tiba-tiba.
"Tidak kak, aku terlalu fokus dengan pendidikan dan menjaga Mama!"
"Kenapa kau tak memiliki pacar?" Tanya Nadia hati-hati.
__ADS_1
"Hem, karena aku? tak ingin pacaran! Aku ingin langsung menikah, kata Mama sebagai laki-laki kita tak boleh menyakiti hati perempuan!"
"Kau pemuda yang sangat baik Rafa! Terimakasih!"
"Kakak juga kakak ipar baik, ah sayang nya kakak ipar bertemu dengan kak Rama terlebih dahulu! Andai bertemu dengan ku, pasti kau sudah menjadi istriku!"
Deg
Jantung Nadia berpacu kuat, kala kalimat candaan itu lolos tanpa di minta dari bibir Rafa,
Bolehkah Nadia menukar Rama yang dingin dan tak perhatian padanya, dengan Rafa sang adik yang perhatian dan sangat mengerti isi hati perempuan? Monolognya.
🎶
"Dari mana kamu Nadia?" Celetuk Rama yang duduk di kursi kala melihat Nadia baru masuk kedalam rumah dengan jam yang sudah sangat larut.
"Aku keluar,bersenang-senang." Ucapnya dengan nada cuek.
"Uang dari mana kau, sehingga bisa berbelanja sebanyak ini!" Tanya Rama penuh selidik!
"Kau tak perlu tau, lagian saat kau memiliki segalanya, kau tak pernah memperhatikan ku!" Ucap Nadia ketus.
"Nadia... kau... "
"Aku jadi menyesal mengandung anakmu! Jika ayah dari bayi ini tak bertanggung jawab seperti mu!" Sinis Nadia menyindir.
Hari terus berganti dan bergulir, sudah seminggu Nadia dan Rafa keluar jalan bersama menikmati semua ini layaknya seperti orang pacaran.
Entahlah, Nadia juga mulai suka dengan sikap Rafa yang begitu hangat dan sangat perhatian, apalagi pujian Rafa yang mengatakan bahwa Nadia sangat cantik dan kakaknya sangat beruntung memiliki nya.
Hingga hari ini, Nadia datang ke kantor milik Rafa, ruangan nya sama saat di gunakan oleh Rama dahulu, pakaian seksi dengan memamerkan lekuk tubuh miliknya sangat menggoda.
"Nadia? Kemarilah!" Ucap Rafa saat melihat Nadia sudah tiba di ruangan ini.
Dengan penuh keanggunan dan sedikit memamerkan body nya ia melangkah sesuai perintah Rafa.
"Duduklah!" Ucap Rafa menepuk paha miliknya.
"Tapi ini."
"Katakan aku gila Nadia, aku mencintai mu! Sangat mencintaimu! Kenapa kau lebih dulu bertemu dengan kakak ku!" Ucap Rafa menarik Nadia dan mendudukkan dalam pangkuan nya.
Pernyataan cinta Rafa untuk nya dan sikap agresif Rafa membuat bibir Nadia kelu tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.
"Tapi aku sedang mengandung keponakan mu Rafa!"
"Aku sangat tau, kau mengandung benih dari kakak ku yang sialan itu! Tapi aku tak masalah! Aku mencintaimu!" Ucapnya dengan lembut dan lekat memandang Nadia.
Manarik Nadia lebih dalam masuk ke pelukan nya, dan kepalanya mendusal indah di dada besar yang sejak tadi menantang.
__ADS_1
Hal itu membuat Nadia melayang dan berdesir.
"I want you!" Ucapnya begitu lirih di selimuti kabut gairah.
"Rafa... ini... "
"Minumlah dahulu!" Ucapnya memberi minum pada Nadia.
"Ini?"
"Minumlah dan tunggulah disana! Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku! Dan setelah itu aku akan mengajakmu pergi jalan-jalan oke?" Ucap Rafa tersenyum pada Nadia.
"Ya, aku menunggu mu." Ucap Nadia mulai beranjak turun dari pangkuan Rafa.
🎶
Seperti biasanya, Nadia selalu pulang terlambat namun dengan berbagai tentengan belanjaan yang banyak dan tentunya dengan harga yang cukup mahal.
Itu semakin membuat Rama penasaran, hingga suatu hari ia mengikuti kemana perginya calon istrinya itu!
"Nadia! Rafa! Kalian!" Pekik Rama kala menangkap keduanya tengah bermesraan di salah satu taman.
"Rama... aku bisa jelaskan!" Ucap Nadia gugup.
"Tak usah di jelaskan, biarkan kakak ku yang bodoh ini tau semuanya sayang!" Ucap Rafa menahan Nadia untuk menghampiri sang kakak.
"Rafa apa maksud semua nya ini! Sayang?" Ucap Rama tak mengerti.
"Nadia dan akun berpacaran. kami akan menikah."
"Kau gila, dia bahkan mengandung anak ku Rafa! Itu artinya dia mengandung keponakan mu!"
"Aku tau, dan aku tak masalah! Aku mencintainya, kau adalah laki-laki bodoh yang menyia-nyiakan perempuan secantik dirinya!"
"Aku tak habis berfikir dengan mu! Kalau Papa dan Mama mengetahui semuanya ini dia akan kecewa dengan mu!"
"Rafa, aku tak ingin kau berada dalam masalah dengan papa dan Mama!" Lirih Nadia berbisik, Gila saja! Ia baru menikmati perhatian dan kekayaan yang mengucur deras dari Rafa, jika sampai Papa dan Mama nya mengetahui ini pasti semua fasilitas yang dimiliki oleh Rafa akan di cabut oleh sang Papa.
Dan Nadia tak menginginkan hal buruk itu!"
"Hahahaha, biarkan Papa dan Mama tau semua ini! Aku bahkan sudah menandatangani surat warisan itu, dan aku bebas memilih wanita ku! Papa dan Mama tak akan bisa menarik semua fasilitas ku seperti mu!"
"Nadia ayo pulang!" Tarik Rama pada pergelangan Nadia dengan kasar.
"Jangan menyentuh nya brengsek! Dia pulang bersamaku!" Bogem mentah di layangkan Rafa hingga kakaknya tersungkur di lantai, dan ia segera menarik Nadia masuk kedalam mobilnya!
🎶
Happy Reading. ❤
__ADS_1