
"Sayang makan dulu ya." Ucap Mark pada Annisa.
Ia begitu telaten menyuapi istrinya dengan penuh kesabaran.
"Sudah." Ucap Annisa.
"Satu suap lagi ya." Ucap Mark lirih memohon.
"Baiklah." Ucap Annisa yang melihat raut mode memohon suaminya.
Hingga hampir 5 suapan yang masuk kedalam mulut Annisa dan alhasil bubur di dalam mangkok tersebut habis tak tersisa.
"Kau membohongiku." Ucap Annisa kesal.
"Demi kebaikan mu, tak apa." Ucap Mark tersenyum.
Tok
Tok
Tok
"Sebentar aku buka dahulu." Ucap Mark melangkah kan kakinya membuka pintu.
Tampak Ibu Tati dan Ayah Arifin yang tengah berdiri di luar dengan buah tangan yang di genggam istrinya.
"Silakan masuk Ibu, Ayah." Ucap Mark mempersilahkan kedua orang tua Annisa.
Ya, tadi pagi Mark sudah memberikan kabar pada Kedua orang tua Annisa bahwa putrinya sudah sadar, disusul dengan Asisten Hito pergi untuk menghandle perusahaan milik Mark.
Tak lupa iya juga menempatkan beberapa pengawal.
"Ayah, Ibu." Ucap Annisa dengan mata berbinar melihat kedua orang tuanya.
"Sayang." Ucap Ibu Tati tak kuasa menahan air matanya, ia begitu memeluk erat tubuh putrinya.
Sedangkan Ayah Arifin hanya tersenyum bahagia melihat putrinya.
"Sudah makan?" Ucap Ibu Tati melepas pelukan nya dan bertanya pada putrinya.
"Sudah bu, tadi Mark yang menyuapi Annisa." Lirik Annisa melihat suaminya dengan tersenyum.
"Alhamdulillah. Ini Ibu bawakan salad buah kesukaan mu. Untuk nanti siang, agar kau lebih cepat sembuh." Ucap Ibu Tati.
"Ah Ibu kamu memang yang terbaik." Ucap Annisa tersenyum.
__ADS_1
Keempat orang tersebut bercengkrama ringan dengan di selangi canda tawa bahagia dari ke empat nya.
Hingga jam menunjukkan pukul 10 pagi, tak terasa sudah hampir 3 jam mereka bercengkrama.
Ibu Tati dan Ayah Arifin pamit pulang, mereka berjanji sore hari atau esok paginya akan kembali menjenguk Annisa.
🍃
"Kau ingin sesuatu?" Tanya Mark yang sudah kembali mengantarkan Ibu dan Ayah mertua nya pulang. Hanya sampai depan pintu ruang rawat Annisa, tak lebih karena Mark masih sangat enggan meninggalkan istrinya sendiri an.
"Salad." Ucap Annisa
"Ah baiklah, akan ku suapi." Ucap Mark menatap wajah cantik istrinya, perlahan dengan telaten Mark menyuapi salad buah tersebut hingga tandas habis tak tersisa.
"Istirahat lah sayang." Ucap Mark pada istrinya.
"Aku takut." Lirih Annisa.
"Aku ada disini menemanimu! aku tak akan ke mana-mana." Ucap Mark pada Annisa, seolah tau kekhawatiran istrinya.
"Tapi?" Ucap Annisa ragu.
"Baiklah, akan aku temani tidur? bagaikan?" Ucap Mark.
"Boleh?" Ucap Annisa malu-malu.
"Kau ini." Ucap Annisa mengerucutkan bibirnya.
Cup
Mark langsung mengecup sekilas bibir istrinya. "Hem, manis." Ucap Mark tersenyum menggoda pada Annisa.
"Sayang wajah mu kenapa memerah?" Tanya Mark berpura-pura tak tau.
"Apa kau sakit!" Ucap Mark lagi.
Good! kenapa suaminya begitu menjengkelkan seperti ini!
"Kau ini! Aku tak sakit!" Ucap Annisa tertunduk malu.
"Hahahaha..." Tawa Mark mengalun keras.
Mark pun segera naik keatas ranjang, untung saja ranjang yang Annisa tempati cukup luas! bahkan sangat luas jika hanya dua orang saja yang tertidur di atasnya.
Annisa menenggelamkan kepalanya di dada Mark sedangkan Mark mengelus puncak kepala Annisa dengan lembut.
__ADS_1
"Bee." Ucap Annisa lirih.
"Hem," Ucap Mark dengan deheman, dengan mata yang sengaja terpejam.
"Aku-aku.... " Ucap Annisa gugup.
"Katakan sayang." Ucap Mark.
"Sebelum aku pingsan, Maira berucap bahwa ia sebenernya tak mengandung anakmu, dan itu hanya jebakan nya untuk memisahkan aku darimu. Karena baginya, aku tak pantas bersama mu." Ucap Annisa sendu.
"Hanya kau yang pantas menjadi istriku." Ucap Mark dingin.
"Kau tak boleh berucap seperti itu, percayalah aku mencintaimu hanya dirimu sayang! Maafkan aku jika tak mempercayaimu kemarin." Ucap Mark lembut memancarkan kesedihan atas kebodohan yang pernah ia lakukan.
"Maaf." Ucap Mark lirih menciumi puncak kepala Annisa.
"Bee, aku memaafkan mu, tapi percayalah padaku! aku tak mungkin mengkhianati mu." Ucap Annisa.
"Kau tak perlu meminta maaf padaku, ini semua salah ku sayang, Maaf." Ucap Mark.
"Bagiku, kemarin adalah ujian kecil untuk rumah tangga kita, dan Allah menguji nya agar ke depan nya kita berdua bisa lebih baik lagi dan saling percaya." Ucap Annisa berkata bijak.
"Kau memang yang terbaik." Ucap Mark tersenyum.
Tuhan, terimakasih telah mengirimkan bidadari terhebat mu, malaikat tak bersayap dalam kehidupan ku. Annisa cukup sekali aku melakukan kesalahan! ke depan nya aku janji demi diriku tak akan mengecewakan mu. Lirih Mark dalam hatinya.
"Bee.." Ucap Annisa lagi.
"Tidur sayang, kalau tidak aku akan memakan mu! kau tau aku tak akan pernah main-main dengan ucapan ku." Ucap Mark tegas.
Glek
Annisa kesusahan menenggak air liurnya sendiri, ia bungkam dan hanya mengeratkan pelukan nya terhadap sangat suami. Ancaman Mark cukup membuatnya panas dingin.
Huh.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan Komen.
Untuk yang udah Vote aku ucapin terimakasih banyak.
Dan maaf kalau masih ada kata yang typo dalam penulisan.
__ADS_1
Semoga kalian suka❤❤❤
Happy Reading.