
🌈 Flasback On 🌈
Sehari setelah acara pernikahan Annisa dan Mark.
"Bee.." Ucap Annisa pada Mark.
"iya sayang." Ucap Mark.
"Kita jadi kan? mengadopsi Cerry?" Ucap Annisa menunduk.
"Hem.. " hanya deheman yang keluar dari mulut Mark.
"Kau tak mau?" Ucap Annisa menatap sendu suaminya itu.
"Hey." Ucap Mark sambil merentangkan kedua tangan nya seolah ia memberi isyarat pada Annisa untuk masuk kedalam pelukan nya.
Annisa yang mengerti keinginan suaminya itu, langsung masuk kedalam pelukan Mark.
"iya, kita akan mengadopsi Cerry tapi setelah kau lulus kuliah. aku tak mau membuat mu kerepotan mengurus ku dan Cerry." Ucap Mark lembut pada Annisa.
"Tap. ii..." Ucap Annisa tergagap.
"Ibu dan Ayah akan membantu mengurus Cerry terlebih dahulu. Mereka sudah setuju dan Kakak mu sangat senang Cerry bersama nya." Ucap Mark lagi menjelaskan pada istrinya.
"Baiklah... " Ucap Annisa lega.
"Kita berdua harus fokus untuk mengurus adik nya Cerry terlebih dahulu." Ucap Mark.
"Adik Cerry?" Ucap Annisa bingung.
"Yang sebentar lagi akan ada. Amin." Ucap Mark mengelus perut rata istrinya.
🌈 FlashBack Off 🌈
Setelah satu bulan menjalani biduk rumah tangga, Mark sangat menjaga Annisa.
Terkadang ia akan mengantar Annisa ke kampus dan menjemputnya. Dan saat Annisa tak memiliki jadwal kuliah, Mark membawa Annisa ke kantor untuk menemaninya. Agar Annisa tidak bosan sendirian di rumah.
Jam menunjukkan pukul 7 malam.
Mark baru saja pulang dari tempat ia bekerja dan saat ini tengah duduk santai menonton televisi, tentu bersama Annisa.
__ADS_1
"Maaf tuan. Paman Hugo ada di depan beliau ingin berkunjung." Ucap pelayan memberikan informasi pada Mark.
"Persilahkan dia masuk." Ucap Mark pada pelayan.
"Baik tuan." Ucap Pelayan itu berlalu pergi.
"Bee... siapa paman Hugo?" Ucap Annisa pada Mark bertanya.
"Dia paman ku." Ucap Mark.
*Tap
Tap
Tap*
Derap langkah kaki mampu di dengar oleh pendengaran Mark.
"Selamat malam Mark." Ucap Paman Hugo.
"Malam Paman." Ucap Mark tersenyum ramah.
"Apa kau sudah lupa dengan Paman mu ini hingga kau tak mengundang Paman dalam acara pernikahan mu." Ucap Paman Hugo
"augh." rintih Mark saat ia mendapatkan cubitan maut sang istri.
"Tak boleh seperti, Beliau adalah Paman mu, kau harus menghormati nya." Ucap Annisa berbisik pada telinga suaminya.
"Paman ingin minum apa?" Ucap Annisa ramah dan tersenyum pada Paman Hugo.
"Secangkir teh itu jauh lebih baik." Ucap Paman Hugo.
"Baiklah, Paman tunggu sebentar. Aku akan buatkan." Ucap Annisa berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Hanya suasana hening dan suasana mencekam yang ada di antara keduanya.
"Berapa yang Paman inginkan?" Ucap Mark langsung ke intinya.
"Ah, kau terlalu terburu-buru nak." Ucap Paman Hugo.
"Cepat katakan!" Ucap Mark datar.
__ADS_1
"Paman hanya ingin berkunjung menemui mu dan istrimu." Ucap Paman Hugo ramah tersenyum pada Mark.
*Tap
Tap*
Tap
langkah kaki terdengar mendekati keduanya.
"Ini Paman, teh dan sedikit cemilan nya." Ucap Annisa meletakkan secangkir teh dan beberapa cemilan di atas meja.
Annisa pun duduk kembali di samping suaminya, dan Mark menarik Annisa ke dalam pelukan nya.
"Mark tidak salah memilih istri, ternyata kau sangat cantik dan tulus nak." Ucap Paman Hugo memuji Annisa.
"Terimakasih Paman, sering main lah kesini. Aku senang Paman bisa berkunjung kesini." Ucap Annisa tersenyum pada Paman Hugo.
"Baiklah Nak." Ucap Paman Hugo sambil meminum teh yang telah di sediakan.
Tampak Annisa dan Paman Hugo berbincang ringan, sedangkan Mark lebih cenderung diam.
"Sudah malam, Paman pulang dulu ya." Ucap Paman Hugo berpamitan.
"Apa tidak sebaiknya Paman menginap di sini saja untuk malam ini." Ucap Annisa ramah.
"Tidak usah nak, paman pulang saja." Ucap Paman Hugo berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
🌈🌈🌈
Oke, di part awal aku udah kasih sedikit banget dialog Mark dengan Paman nya ya! 😂
Dan kita gak tau kenapa Mark ga mau berurusan dengan Paman Hugo😂
sabar dulu!
Happy Reading ya guys❤
Jangan lupa like komen dan vote. 🤗
🍃
__ADS_1
Mampir dulu di Novel Author yang sebelah ya🤗 (Mr.Cold Is Mine)