
Info sedikit ya temen- teman.
Aku udah memperbaiki keseluruhan bab Ini mulai dari kosakata dan semuanya udah aku perbaiki secara maksimal.
Untuk Ibu Annisa aku kasih nama Ibu Tati.
Paman Eko, yang berhasil di tolong Annisa, itu bekerja di Roman Corporate sebagai Office Boy dan Mark juga udah menanggung biaya perawatan istrinya yang sakit. 🤗
Saat penculikan Annisa yang dilakukan oleh Tisa, Dia tidak sendiri dalam melakukan nya.
Kematian orang tua Mark juga belum terungkap🤗
Jadi, Tunggu dulu ya sabar💙
🌈🌈🌈
Oke lanjut ke ceritanya...
Sepanjang perjalanan hanya suasana hening yang menyelimuti ketiganya.
Bahkan raut wajah Mark masih menampilkan bara api cemburu dan kemarahan.
Hingga mobil yang ditumpangi ketiganya pun berhenti di depan gerbang mansion mewah milik Mark.
Penjaga gerbang dengan sigap membukakan gerbang untuk mobil sang majikan.
Perlahan mobil itu masuk dan berhenti tepat di pintu rumah tersebut.
Mark keluar sendiri tanpa menghiraukan Annisa yang masih berada didalam mobil tersebut.
“Hito, biarkan aku saja yang mengikutinya. Untuk kali ini biarkan aku yang berbicara pada Mark berdua.” Ucap Annisa lirih pada Hito yang hendak mengejar Mark.
“Baik Nona. Saya akan menunggu di bawah. Nona segera ke atas dan masuk ke ruang kerja tuan.” Ucap Hito ramah dan membungkukkan badan nya didepan Annisa.
Pyarr….
Baru menyelesaikan kalimat nya sudah ada suara yang nyaring memekikkan telinga yang berasal dari ruang kerja milik Mark.
“Nona, sebaiknya anda segera menyusul tuan. Hanya anda yang dapat meredam dan menenangkan kemarahannya.” Ucap Hito lagi pada Annisa.
Annisa pun menganggukan kepalanya dan setengah berlari menaiki anak tangga untuk masuk kedalam ruang kerja milik tunangannya itu.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang kerja Mark diketuk oleh Annisa dan ia berusaha memanggil, “Mark apakah aku boleh masuk.” Ucap Annisa diluar.
Namun sama sekali tidak ada sahutan didalam sana.
Annisa memberanikan dirinya untuk masuk kedalam ruang kerja tersebut, perlahan ia menarik handel pintu dan masuk kedalam.
Satu hal yang ingin Annisa katakan “Kacau.”
Semua barang berserakan dimana-mana, dokumen dan lain nya tampak hancur di atas lantai.
Dengan Mark yang terduduk dan membenamkan wajahnya dikedua lututnya itu. Ada darah segar yang keluar dari telapak tangan Mark.
Annisa yang melihat itu langsung mencari kotak P3K yang berada diruangan itu.
“Akhirnya ketemu.” Ucap Annisa lega saat sudah menemukan kotak P3K tersebut.
“Mark.” Ucap Annisa lirih pada Mark dan berjongkok serta mengelus puncak kepala Mark.
Diraihnya tangan Mark, dan Annisa mulai membersihkan darah ditelapak tangan Mark dan mengobati nya dengan penuh telaten.
“Mark jika semua masalah kau selesaikan dengan amarah , percayalah tidak akan berakhir dengan baik dan kelak kau akan menyesali keputusan yang kau ambil saat itu.” Ucap Annisa lembut masih dengan mengobati luka yang berada ditangan Mark.
Mark sejenak merenung dan memikirkan kata-kata yang Annisa ucapan pada dirinya.
“Selesai.” Ucap Annisa saat melihat luka ditangan Mark sudah terobati dengan sempurna.
Ditatapnya wajah Annisa , seketika Mark langsung menarik Annisa kedalam pelukannya.
“Apa kau begitu marah padaku? Saat aku melupakan janjiku padamu?....
“kenapa? Kau menghabiskan waktu bersamanya? Jangan hukum aku seperti ini..
“Aku tak mau kehilanganmu…
“Aku tak mau kau meninggalkanku..
__ADS_1
“Dan aku tak mau membagi dirimu dengan siapa pun itu.” Ucap Mark meluapkan isi hatinya.
Annisa mengelus penggung Mark dengan lembut, ia membiarkan Mark seperti ini dahulu,
Setelahnya dirasa tenang Annisa mengendurkan pelukannya dan menuntun Mark untuk duduk di sofa.
Saat Annisa ingin berdiri, Mark mencegahnya dan ia berkata “Apa kau mau masih marah padaku. Dan mau pergi meninggalkan ku.” Ucap Mark dengan tatapan menajam.
“Mark, aku ingin mengambil minum untukmu.” Ucap Annisa lembut.
“Tidak usah. Kau duduk saja. Aku tidak haus.” Ucap Mark tegas dan Annisa hanya menghela nafasnya menyetujui permintaan Mark.
Annisa kembali duduk di samping Mark dengan nyaman.
“Mark, aku dan Alex tak sengaja bertemu saat aku dan Cerry sedang bermain di taman itu. Alex juga tau bahwa aku tunangan mu. Jadi kau tak boleh seperti tadi.”
“Mark, aku tidak akan meninggalkanmu, tapi aku harap kau jangan mudah terpancing emosi terlebih dahulu tapi mintalah penjelasan dariku.” Ucap Annisa menjelaskan panjang lebar.
“Aku tidak marah jika kau lupa akan janji kita untuk jalan-jalan menghabiskan waktu bersama Cerry…..
“hidupmu tidak tentang aku, kau juga memiliki dunia yang harus kau urus misalnya saja pekerjaanmu.” Ucap Annisa lagi panjang kali lebar.
“Maaf aku hanya tidak suka kau berdekatan dengan laki-laki lain.” Ucap Mark lagi dengan posesifnya.
“Baiklah mulai sekarang aku akan berusaha menjaga perasaanmu.” Ucap Annisa tersenyum.
“Janji.” Ucap Mark pada Annisa penuh harap dan dibalas dengan “Insyaallah.”
Note : Tak semua yang terlihat oleh mata kita adalah sebuah bentuk kebenaran, terkadang itu semua hanya sebuah ilusi untuk menutup pahitnya kejujuran. Percaya boleh, tapi mencari pembuktian akan kebenaran suatu fakta haruslah dengan pikiran yang matang dan tanpa luapan emosi (Annisa Niswa)
🌈🌈🌈
Happy Reading Guys💙💙
Jangan lupa Like, komen dan vote ya❤
Boleh dong? mampir Novel Author yang sebelah?
- Mr. Cold Is Mine.
- Kematian tiap Angkatan
__ADS_1