Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Sensitif 2


__ADS_3

Mark masuk kedalam kamar dengan perasaan sedih yang kian mendera, pernyataan istrinya perihal gendut terus terngiang-ngiang dalam pikiran nya, sangat menyedihkan.


Memang nya kenapa? apa salahnya Mark tidur setelah makan? Tubuh nya benar-benar letih sekali, dan teganya sang istri mengatai nya gendut.


Mark meringkuk dalam selimut dengan tubuh yang begetar, ia sangat sedih dan terluka di katai istrinya gendut.


Dan kesedihan nya kian hebat saat istrinya acuh membiarkan dirinya masuk kedalam kamar tanpa ada kata ingin membujuk Mark, perasaan nya begitu terluka. apa benar istri cantiknya tak lagi mencintai dirinya?


🎶


Sedangkan di sisi lain, Annisa tengah menikmati makan meski tanpa suaminya, ya mau bagaimana lagi, perut nya sudah berdemo ria untuk meminta jatah makannya.


Annisa tak sempat makan, di karenakan harus menuruti sang suami membuat salad, menyibukkan dirinya dengan berbagai kupasan dan potongan buah.


"Ah nikmatnya. Alhamdulillah." Ucap Annisa saat sudah selesai menikmati makan malam nya. sungguh menu tadi sangat mengugah selera, entah mengapa Annisa sangat suka makan pedas pada hari ini.


Seusai dengan makan malamnya, Annisa kembali ke dalam kamar, membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti pakaian nya.


Disisi lain, orang yang tengah meringkuk dalam selimut terus mengumpat dalam hatinya, "Kenapa istrinya tak membujuknya terlebih dahulu? apa dia tak melihat suaminya sebesar ini dalam selimut?" Ucap Mark lirih dalam hatinya.


Mungkin memang benar, istrinya tak lagi memperdulikan dirinya, "hiks... hiks... hiks... "


Seusai keluar dari kamar mandi Annisa mendudukkan dirinya di ranjang tempat tidur membuka leptop dan Handphone miliknya, ia ingin mengecek perkembangan panti asuhan miliknya, Annisa mengira Mark sudah tertidur dalam balutan selimut tersebut.


"hiks... hiks... hiks... " Samar Annisa mendengar tangisan tertahan dari bibir seseorang, "Siapa?" Gumam Annisa lebih menajamkan pendengaran nya.


"Benar, seperti ada orang yang menangis." Lirih Annisa bertanya dalam hatinya.


"Bee," Ucap Annisa dengan menyentuh lembut bahu Mark yang tertutup dalam selimut itu,


"Hiks... hiks... hiks... " Tangis Mark kian pecah dan tersedu saat Annisa menegurnya malam itu.


"Ada apa? Kenapa kau menangis?" Ucap Annisa pada sang suami dengan lembut.


"Kau tega padaku! Kau tak peduli dengan ku lagi!" Ucap Mark membalikkan tubuhnya membelakangi Annisa.


"Ha? Memang apa yang aku lakukan." Ucap Annisa bingung, namun sang suami tak menanggapi perkataan istrinya.


Annisa kemudian menutup dan menaruh leptop serta Handphone miliknya ke dalam meja.


"Kemari lah." Ucap Annisa membawa tubuh sang suami kedalam pelukannya, menyibak selimut yang menutupi.


"Kenapa menangis hem?" Tanya Annisa dengan lembut menghapus sisa air mata yang masih mengenang di pipi Mark.

__ADS_1


"Kau mengatai gendut, dan kau tak peduli dengan ku, kau tak membujuk ku. Kau sibuk dengan leptop dan handphone mu." Ucap Mark dengan lirih.


"Bukan begitu, aku tak mengatai mu gendut sayang." Ucap Annisa berusaha menjelaskan.


"Setelah makan, memang tak di anjurkan untuk langsung tertidur, biarkan perut dan semua organ Tubun kita mencerna makanan yang kita makan terlebih dahulu." Ucap Annisa.


"Bukan aku tak ingin membujuk mu, tadi aku makan terlebih dahulu, perut ku sudah tak tahan. Maaf aku tak memberitahumu. Kau tau sendiri bukan? aku tadi sibuk membuat salad buah untukmu?" Ucap Annisa.


"Kau menyalahkan ku, hiks... hiks... hiks..." Ucap Mark kembali menangis saat Annisa mengungkit perihal salad buah yang harus dia buat untuk suaminya.


Astaghfirullah! Ada apa dengan nya, bukan seperti itu maksudku! Lirih Annisa yang merasa kepalanya berdenyut dengan sikap Mark kali ini.


"Begini, bukan aku menyalahkan mu! Aku tak menyalahkan mu okey! memang tugas seorang istri melayani suaminya bukan. Oh jangan menangis lagi." Ucap Annisa kembali berusaha menjelaskan.


"Saat masuk dan ku lihat kau sudah tertutup selimut, ku kira kau sudah tertidur, dan aku hanya mengecek laporan perkembangan panti asuhan saja. Aku tak mengabaikan mu." Ucap Annisa begitu lembut dan lirih, salah-salah suaminya akan kembali menangis.


"Benar kau tak mengabaikan ku? Kau masih peduli dengan ku?" Ucap Mark dengan mata berkaca-kaca menatap wajah sang istri.


"Tentu, aku tak mengabaikan mu, aku peduli dengan mu. bahkan aku mencintaimu." Ucap Annisa mengelus pipi sang suami.


"Ah terimakasih." Ucap Mark tersenyum senang dan ia kembali memeluk sang istri mendusel mencari posisi nyaman nya.


🎶


Huek


Huek


Huek


Samar Annisa mendengar suara gemercik air yang ada dalam toliet, ah mungkin Mark ingin buang air kecil pikir Annisa, kembali saat ia ingin memejamkan kedua matanya,


Huek


Huek


Huek


"Bee, buka!" Ucap Annisa mengedor dengan kasar pintu kamar mandi.


"Sebentar sayang." Lirih Mark


Huek

__ADS_1


Huek


"Buka sekarang!" Ucap Annisa yang merasa khawatir dengan keadaan sang suami.


"Kau kenapa?" Tanya Annisa nampak heran dengan sang suami.


"Jangan mendekat!" Ucap Mark tak ingin Annisa mendekati dirinya.


"Kenapa?" Ucap Annisa yang tampak heran.


"Aku bau." Lirih Mark terunduk.


"Astaga! Sini ku bantu!" Ucap Annisa memaksa Mark agar mau menerima bantuan darinya.


Annisa dengan telaten menemani Mark dan sesekali memijat lembut tenguk leher Mark kala itu.


"Bagaimana? Apa masih sakit?" Lirih Annisa.


"Lumayan membaik." Lirih Mark.


"Ayo ku bantu." Ucap Annisa memapah Mark untuk segera merebahkan dirinya di atas kasur dan menganti pakaian suaminya dengan telaten.


"Sebentar. Aku buat kan teh hangat untukmu." Ucap Annisa berlalu pergi.


"Tidak! sini!" Ucap Mark menarik pergelangan tangan istrinya.


"Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Annisa.


"Aku hanya ingin memelukmu." Lirih Mark.


"Tapi, wajahmu pucat sekali bee" Ucap Annisa yang merasa tak tega.


"Aku hanya ingin memelukmu!" Ucap Mark lagi,


"Ah baiklah." Ucap Annisa naik ke atas tempat tidur. memijat kepala Mark dan sesekali mengelus perut sang suami, memberikan minyak gosok agar lebih enakan. Begitu kata orang tua.


Selang beberapa menit, Mark kembali tertidur dengan nyaman nya.


🎶


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Untuk yang udah Vote terimakasih.


__ADS_2