
Flashback On
Seorang pemuda tengah berlari, dengan kaki yang di seret! Satu peluru menancap di kakinya.
Lari
Hanya kata itu yang di dalam benaknya.
Kedua orang tuanya sudah terbunuh dengan keji dan sadis, semua hanya soal perebutan harta dan kekayaan yang di miliki oleh kedua orang tua Mark.
Setelah cukup jauh Mark berlari, ia bersembunyi di tempat yang cukup.
Mengobati luka kakinya dengan alat seadanya, tidur di emperan toko. Memakan sisa orang, Mark jalani selama beberapa tahun. Dan masih banyak kesengsaraan yang di hadapi Mark saat itu.
Hingga ia bertemu seorang gadis yang bernama Maira! Gadis yang tak sengaja hampir menabraknya.
Maira merasa kasihan pada Mark dan menolongnya dari segala keterpurukan.
Dengan bantuan Maira, Mark bisa mengobati luka di kakinya dengan layak, Hingga keduanya semakin dekat.
Mark menganggap Maira adalah adiknya, pahlawan nya. Hingga keduanya pun mengenyam pendidikan yang sama, Namun karena kecerdasan yang Mark miliki, ia sudah bisa menamatkan studinya lebih cepat di bandingkan Maira.
Maira yang hanya tamat S1 sedangkan Mark sudah menyelesaikan studi doktor nya dengan hasil yang memuaskan.
Keduanya selalu bersama, memulai bisnis dan dalam 2 tahun Mark bisa merebut kembali perusahaan milik Daddy nya.
Tak hanya itu, dari Maira lah yang melatih Mark dalam belajar menambak dengan timah panas, menyayat dan semua tentang dunia hitam.
Di balik kekayaan yang Maira memiliki, ternyata gadis itu merupakan sosok kejam dan psychopath, Namun hanya kepada Mark ia berpura-pura menjadi wanita yang lemah dan membutuhkan perlindungan.
Memiliki kelompok mafia kecil yang selalu mendukung nya, Hingga Maira menyerahkan dengan sukarela kepemimpinan itu.
Cinta yang melandasi semuanya
Dan saat kekuasaan itu di pegang oleh Mark membuat kelompok Mafia tersebut semakin besar tak tertandingi.
"Kak aku ingin bicara padamu!" Ucap Maira menatap lekat manik mata tajam milik Mark.
"Ada apa?" Tanya Mark dengan lembut pada Maira.
"Aku.... Kita selalu melakukan bersama-sama, aku membantu mu dalam segala hal. dan kau menganggap ku sebagai adikmu.." Ucap Maira gugup.
__ADS_1
"Lalu?" Tanya Mark tak mengerti.
Helaan nafas panjang keluar dan di hembuskan oleh Maira.
"Kak, aku tak ingin menjadi adikmu lagi, bisa kah kau menganggap diriku adalah wanita mu! kekasihmu." Ucap Maira dengan serius.
"Apa!" Ucap Mark spontan dengan kaget atas pernyataan yang Maira ucapkan.
"Aku mencintaimu kak. Cinta dari seorang gadis kepada laki-laki bukan sebagai adik terhadap kakaknya." Ucap Maira pada Mark.
"Aku tak bisa Maira! Maaf aku tak mencintaimu! aku menganggap mu sebagai adikku!" Ucap Mark menolak halus pada Maira.
"Terimakasih telah banyak menolong ku dari keterpurukan dan semua nya Hingga aku bisa merebut kembali perusahaan Daddy dan menjadi seperti sekarang, tapi aku tak bisa membalas Cintamu." Ucap Mark menjelaskan dengan lembut.
"Apa kurang ku kak! kenapa kau tak bisa mencintai ku! Hanya mengubah rasa cinta dari adik menjadi seorang wanita kak." Ucap Maira menahan air matanya.
"Cukup Maira! Aku tak bisa." Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan Maira.
Semenjak penolaknya itu, Maira bernafsu ingin menjadikan Mark sebagai miliknya. Hanya miliknya dan seutuhnya.
Namun semenjak itu juga, Mark seolah menciptakan jarak di antar keduanya.
Chit!!!!
Gesekan ban mobil nyaring saat Mark sedang mengerem mendadak mobil miliknya.
Terlihat pemuda lusuh, dengan baju compang camping hampir saja tertabrak oleh Mark saat itu.
"Shit!" Umpat Mark dalam hatinya.
"Kau mau mati ya!" Ucap Mark emosi menatap pemuda lusuh itu dengan kepala sedikit keluar dari jendela.
"Tuan! aku mohon tolong aku tuan tolong!" Ucap pemuda lusuh itu mendekati Mark dengan memohon padanya.
Mark melihat penampilan dan cara memohon pemuda itu, hatinya terketuk. Mengingat dirinya pernah di posisi pemuda itu, sendirian! kotor dan tak ada satupun orang yang menganggap dirinya ada dan berharga.
"Masuk!" Titah Mark pada pemuda lusuh itu.
Sesuai perintah Mark pemuda lusuh itu masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh Mark dan ia bisa bernafas lega saat mobil itu melaju meninggal tempat itu.
Itu tandanya ia selamat dari amukan masa.
__ADS_1
"Terimakasih tuan sudah menolong saya! Saya janji akan melakukan apapun untuk membalas budi baik anda." Ucap Pemuda lusuh itu.
"Ceritakan tentang mu kenapa kau bisa dijalan dan di kejar oleh masa?" Tanya Mark dengan dingin.
Huftt..
"Namanya saya Hito tuan, saya awalnya tinggal di panti asuhan. tapi karena ada beberapa anak yang tak menyukai saya, mereka mengajak saya pergi dan meninggalkan saya." Ucap Hito menjelaskan pada Mark.
"Lalu? kau tak kembali lagi ke panti itu?" Ucap Mark bertanya.
"Bukan hanya sekali mereka membuang saya, sudah sering dan saya rasa mereka bahagia saat saya tak ada, jadi saya memutuskan untuk tak pulang dan menjalani hidup baru saya di jalan." Ucap Hito.
"Tak apa susah dan sering kehujanan kepanasan dari pada saya harus tinggal di lingkungan yang orang-orang tak menginginkan kehadiran saya." Ucap Hito lagi.
"Ah, baiklah. Aku ingin kau bekerja dengan ku menjadi asisten ku! apa kau mau?" Tanya Mark.
"Mau tuan mau, saya akan bekerja semaksimal mungkin." Ucap Hito dengan mata berbinar.
"Tapi kau harus berlatih ilmu beladiri terlebih dahulu dan bersekolah. aku akan membantu semua nya." Ucap Mark.
"Baik tuan, terimakasih." Ucap Hito
Semenjak itu, Asisten Hito menjabat sebagai tangan kanan Mark, pemuda yang dia tolong kini akan selalu menjaganya bahkan mempertaruhkan nyawanya demi untuk melindungi Mark.
Ilmu beladiri yang di ajarkan oleh pelatih yang sengaja Mark sewa untuk melatih asisten Hito memberikan prestasi atas perkembangan pesat.
Asisten Hito dalam waktu sekejap mampu menguasai segala ilmu beladiri yang di ajarkan.
๐๐๐
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Yang udah Vote terimakasih โคโคโค
Maaf kalau masih ada yang typo dalam penulis katanya.
Jangan protes dulu! Nanti akan aku lanjut hari ini juga! tapi agak siang ya!
Matanya udah ga kuat buat mengetik๐
__ADS_1