Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Nasihat Mama (S2)


__ADS_3

Tepat jam 9 malam, Papa Mark dan Rama telah sampai di dalam rumah tersebut, keduanya melangkah masuk kedalam.


"Pa!" Panggil Rama dengan lirih.


"Tidur! Sudah malam! Papa juga ingin tidur!" Ucap Mark dengan tegas.


"Cih! Bilang saja kau sudah tak tahan ingin memeluk mamaku Papa." Ucap Rama mendengus kesal.


Mark seketika menghentikan langkahnya, dan melirik ke arah belakang dengan tajam memandang Rama dengan penuh mengintimidasi.


"Oke papa! Selamat istirahat." Ucap Rama tersenyum bergegas pergi dengan langkah lebarnya ke arah kamar.


Cih! Astaga Rama! Kau sungguh membuat papa pusing! Gumam Papa Mark memijat pelipisnya.


Perlahan namun pasti, Kaki Mark melangkah masuk kedalam kamarnya, suasana gelap mungkin istrinya sudah tertidur pikir Mark.


Clek!


"Sudah sampai bee?" Ucap Annisa yang tengah terduduk di atas ranjang menatap Mark dengan pandangan sulit di artikan, seolah menuntut dengan segera sebuah penjelasan.


"Astaga sayang! Kau mengagetkan ku!" Ucap Mark memegang dadanya.


"Bersihkan dirimu dahulu! Aku sudah menyiapkan semuanya di kamar mandi! Dan setelah itu! Kau jelaskan padaku! Apa yang sudah di lakukan putramu kesayangan mu di sana!" Ucap Annisa dengan tegas.


"Baik sayang." Ucap Mark melangkah masuk kedalam kamar mandi, dan segera membersihkan dirinya.


"Sayang." Ucap Mark naik ke atas kasur dengan membaringkan kepalanya di paha sang istri.


"Kau ingin memulai cerita dari mana?" Ucap Annisa dengan dingin.


"Ah itu, ini sudah malam. Bagaimana kalau kita istirahat terlebih dahulu." Ucap Mark mengajak istrinya bernegosiasi.


"Jangan menghindar dan mengalihkan pembicaraan." Ucap Annisa.


"Hm, baiklah sayang." Ucap Mark menarik nafas panjang nya.


"Putramu, dia ah itu... "


"Jelaskan! Jangan ini itu bee!!!!"

__ADS_1


"Baiklah! Putramu membangkitkan kembali organisasi mafia ku dulu di Amerika. Dia sudah sukses dalam menjalani bisnis penjualan beberapa pistol rakitan miliknya dan beberapa bahan peledak." Ucap Mark begitu lirih.


"Astaghfirullah." Ucap Annisa memijat kepalanya.


Seketika Mark terduduk dan membawa istrinya masuk kedalam pelukan nya, mengelus dengan lembut punggung istri cantiknya.


"Sayang! Sudah jangan di fikir kan. sudah malam, ayo kita istirahat. Biarkan aku yang mengurusi putra nakal ku itu." Ucap Mark berusaha menenangkan istrinya.


🎶


"Bang, kok lu udah pulang aja?" Ucap Rafa saat melihat kakaknya yang baru saja keluar dari dalam kamar.


"Lu bisa diem ga sih, gue timpuk ini!" Ucap Rama mendengus kesal.


"Ye! Slow dong bang! Kan gue tanya doang! kenapa lu emosi gitu." Ucap Rafa heran dengan reaksi yang di tunjukkan kakak sekaligus saudara kembarnya.


"Gue ketahuan jual pistol rakitan dan beberapa bahan peledak!" Ucap Rama dengan entengnya tanpa beban.


"Astaga! lu kak! Kok lu... ah itu...." Ucap Rafa langsung heran dan syok dengan apa yang di ucapkan oleh Rama.


"Diem aja!" Ucap Rama berlalu pergi.


Seusai sarapan pagi, Papa Mark berpamitan untuk pergi ke kantor dan Rafa juga ada jadwal perkuliahan pagi itu.


Dan kini tinggallah Mama Annisa dan Rama di rumah besar, untuk Rama dia akan melanjutkan kuliahnya minggu depan, satu Universitas dengan Rafa sang adik kembar.


"Rama! Mama ingin bicara dengan mu si ruang keluarga! Mama tunggu." Ucap Mama Annisa berdiri melangkah ke arah ruang keluarga.


Astaga Mama! Habislah aku!!! Gumam Rama menelan ludahnya dengan kasar atas nada dingin yang terucap dari sang Mama.


"Kemari lah! Duduk!" Ucap Mama Annisa menepuk sofa di sebelah dirinya.


Rama mengikuti arahan sang Mama, dan ia merebahkan dirinya di paha sang Mama ia tak ingin duduk di samping wanita yang telah melahirkan dirinya, ah sesekali boleh lah menyita waktu Mama Annisa, mumpung dua bodyguard setianya tengah bekerja dan pergi ke kampus. Hehehe, begitu lah.


"Masih saja manja." Ucap Mama Annisa mengelus puncak kepala sang putra.


"Kenapa hem? Kenapa Rama seperti itu?" Tanya Mama Annisa membuka percakapan.


Sebagai seorang ibu, jika mereka kecil kita harus menempatkan posisi kita sebagai seorang ibu yang selalu melindungi anaknya, namun jika anak kita sudah remaja dan menginjak dewasa, hendaklah kita menjadi seorang sahabat, tempat dimana ia meluapkan semua keluh kesah. Seperti itu kan?

__ADS_1


"Rama hanya suka melakukan nya!" Ucap Rama begitu lirih.


"Begitu? Tak bisa kah putra kesayangan Mama berbisnis barang yang sewajarnya?"


"Rama... Tapi... itu.... "


"Rama kenapa? Bisa jelaskan pada Mama?"


"Iya Mama, Rama salah akan hal itu." Ucap Rama tertunduk sedih.


"Kau tau bukan? Mama sebenarnya tau semua kenakalan Rama saat remaja, bukan kenakalan tapi Mama menganggap Rama terlalu aktif dengan lingkungan sekitar. Dan Papa selalu melindungi semua kesalahan yang Rama perbuat agar Mama tak tau bukan?"


"Iya ma." Ucap Rama lirih.


"Apa ini kesalahan Papa yang selalu menyelesaikan semua kekacauan yang Rama perbuat menjadikan diri Rama seorang yang berkuasa dan selalu melakukan kesalahan lagi? Dan apa ini kesalahan Mama yang selalu menuntut Rama seperti Rafa? Begitu kah?" Ucap Mama Annisa


"Rama tau betul bukan? Apa yang saat itu Rama jalani di Amerika, itu tak baik kan?" Ucap Mama Annisa lagi.


"Iya Mama, Maafin Rama yang selalu menyusahkan Mama dan Papa."


"Apa tak bisa kah? Rama meninggalkan itu semua? Mama rasa Papa sudah bisa mencukupi kebutuhan Rama selama ini. Apa Rama masih kurang? Apa perlu Mama yang sudah berusia tua ini bekerja demi memenuhi kebutuhan Rama?" Tanya Mama Annisa dengan sendu.


"Ma, bukan seperti itu yang Rama inginkan, tapi hanya saya Rama suka melakukan nya, Ah itu... " Ucap Rama bingung menjelaskan.


"Rama! Mama tak ingin putra Mama terluka akibat itu! Apa Mama salah jika mengkhawatirkan putra Mama?"


"Maaf, Mama tidak salah."


"Mama tak akan memaksa Rama berjanji lagi! Mama rasa, Rama sudah besar dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk buat Rama bukan? Mama hargai keputusan Rama ke depan nya, Tapi Mama selalu berharap Rama tidak akan pernah kembali pada bisnis yang tidak seharusnya."


"Baik Mama, Rama akan mengambil keputusan dengan bijak."


🎶


Happy Reading guys.


Flash Sale Shopee😋 kuy kuy kuy!!!


Siapa hayo yang begadang demi itu😅

__ADS_1


__ADS_2