Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kedinginan


__ADS_3

Mark dan Annisa masih terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.


Tampak Annisa sesekali merapatkan pelukan nya, karena ada rasa hangat dan nyaman yang ia rasakan.


Tok


Tok


Tok


"Annisa." Ucap seseorang di luar pintu kamar Annisa memanggil dirinya.


Perlahan mata Annisa terbuka dan melihat ke sekelilingnya.


"Ini tangan siapa? Aku dimana? Masih di kamarku lalu... " Gumam Annisa dalam hatinya ditengah kesadaran yang belum terkumpul.


"Aaaaa...." Teriak Annisa dan sedikit mendorong tubuh Mark.


"Apa yang kau lakukan Mark." Ucap Annisa lantang pada Mark. Tatapan nya mengintimidasi.


Annisa juga meraih selimut untuk di pakai di kepalanya.


Mark perlahan membuka matanya dengan segera setelah mendengar teriakan Annisa, dilihatnya tatapan Annisa mengintimidasi dirinya.


"Apa yang kau lakukan!!!! Keluar dari kamarku!!!!" Ucap Annisa lantang lagi?


Namun Mark justru tersenyum miring dan menggoda karena tingkah Annisa cukup menggemaskan sore hari itu.


"Apa kau melupakan status mu yang sudah menikah dengan ku nyonya Mark." Ucap Mark menggoda menaik turun kan alisnya.


Sepersekian menit Annisa memikirkan ucapan Mark, sungguh Annisa merutuki kebodohan nya sore hari itu.


Wajahnya sekarang pasti sudah bak kepiting rebus.


"Nyonya Mark apa kau sudah ingat?" Ucap Mark tersenyum dengan nada menggoda.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Annisa.." Ucap seseorang di luar pintu yang memanggil Annisa.


Annisa pun tersadar, ia segera pergi ke arah pintu dan meninggalkan Mark yang terus menggodanya.


Tak lupa Annisa juga memakai kerudung terlebih dahulu sebelum membuka pintu kamarnya.


Perlahan tangan Annisa terulur menarik handle pintu tersebut.


Dan,


Clek!


"Ibu." Ucap Annisa pada Ibu Tati yang kini berdiri di depan kamar Annisa.


"Maaf jika ibu mengganggu kalian." Gak ibu Tati tidak enak.


"Tidak apa-apa bu. Ada apa?" Ucap Annisa.


"Dibawah sudah ada MUA yang akan merias mu, kau dan suami mu lekas lah bersiap."


"Ibu tunggu di bawah ya nak." Ucap Ibu Tati berlalu pergi meninggalkan Annisa.


Perlahan Annisa menutup pintunya.


Hap


Seketika tangan kekar Mark memeluk Annisa dari belakang.


"Mark" Ucap Annisa.


Namun setelah itu, Mark malah menambah mengeratkan pelukan nya pada Annisa.


Sadar ada yang salah dengan ucapan nya, Annisa pun berucap lagi,


"Bee lepaskan. Ayo bersiap. kita sudah di tunggu." Ucap Annisa.


Mark pun membalikkan tubuh Annisa menghadap dirinya.

__ADS_1


Sehingga posisi mereka sangatlah ya begitu!


Hingga hembusan nafas keduanya pun terdengar dan saling beradu.


Annisa tidak dapat mundur lagi, Dan


Hap.


Mark memeluk Annisa lagi dan lagi.


Annisa memukul pelan lengan Mark dan berucap. "Bee, lepaskan." Ucap Annisa lagi.


Namun Mark seolah tuli dengan apa yang dikatakan oleh Annisa.


Ia seperti anak koala yang terus membenamkan wajahnya di dada Annisa.


Dengan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Sungguh Annisa di buat geli dengan tindakan yang dilakukan oleh Mark.


Melihat keadaan dalam kondisi darurat 45, Annisa seketika berbisik.


"Bee, aku sedang datang bulan." Ucap Annisa berbohong.


Seketika Mark menghentikan pergerakan nya, ia mendongakkan kepalanya menghadap Annisa.


Dan Annisa yang seolah mengerti tatapan itu, membalas dengan anggukan dan senyuman.


"Sayang. Kau tega melihat burung kedinginan... " Renggek Mark pada Annisa.


"Sudah! segera bersiap!" Ucap Annisa tegas pada suaminya itu.


Annisa merasa tak enak, karena di bawah sudah ada MUA yang menunggunya.


🌈🌈🌈


Happy Reading guys maaf baru bisa Up😟


Seharian kemarin harus ngerjain tugas revisian. Huhuhu😟

__ADS_1


Oke hari ini aku usahain up 2 part ya teman-teman di tunggu.


__ADS_2