Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Bertemu lagi (S2)


__ADS_3

Hay hay semua, maafin Author yang jarang Update untuk cerita yang ini, habisnya pembacanya turun drastis huhuhuhu.


Author jadi sedih nih. kurang bersemangat untuk Up.


Oh ya! Akhir Januari, author mau bagi-bagi uang jajan buat yang udah setia mengikuti Novel Author ini sampai season 2.


Pemenang author pilih secara acak ya, intinya siapapun jangan iri.


Dan untuk yang menang terimakasih atas dukungan, kesediaan waktunya, komen positif nya.


Jumlah pemenangnya berapa? Masih aku rahasiain ya, tapi lebih dari 1 kok. 🤣


Oke, Happy Reading.


🎶


Bugh


Bugh


"Kau!!!! Berani nya!" Bentak Rama pada seorang gadis yang tak sengaja menabraknya di pusat perbelanjaan.


"Maaf saya tidak sengaja!" Ucap sang gadis memungut beberapa buku miliknya yang tercecer di lantai.


Suaranya? Ah seperti nya aku pernah mendengarnya kapan ya? Gumam Rama mengingat suara lembut itu. Kena kau! Ucap Rama dengan serai tipis di bibir nya.


"Matahari!" Panggil Rama yang langsung mengubah nafa bicaranya.


"Matahari? Kau ternyata? Bagaimana luka mu?" Tanya Kirana tak menghiraukan pertanyaan dari Rama.


"Ah sudah sembuh terimakasih. dan maaf telah menabrak mu Matahari!" Ucap Rama dengan lembut.


"Matahari? Siapa?" Tanya Kirana seolah tak mengerti dengan maksud dari ucapan Rama.


Demi apapun Tuhan! Kau wanita kedua setelah Mama Annisa yang membuat seorang Ramaxelio Romantis berkata lembut pada seorang wanita, kebaikan apa yang telah kau lakukan sehingga membuat mu seberuntung itu Kirana.


"Kita belum sempat berkenalan bukan? Aku Rama. Dan Matahari adalah nama untukmu dari ku." Ucap Rama memperkenalkan diri.


"Kau terlalu berlebihan. Perkenalkan aku Kirana. " Ucap Kirana tersenyum.


"Nama yang indah! Baiklah aku akan memanggilmu Ana." Ucap Rama tersenyum.


"Terserah padamu saja."


"Kau kan sudah menabrak ku! Jadi kau harus menerima hukuman darimu."


"Eh? Bukan nya kau sudah meminta maaf? Kenapa ada hukuman nya?" Tanya Kirana tak mengerti.

__ADS_1


"Ya! Ada hukuman nya."


"Apa?"


"Kau harus menemaniku makan siang! Ayo! Aku lapar setelah kau tabrak tadi."


"Tapi.... itu... "


"Sudah ayo! Kau harus bertanggung jawab atas hal itu." Ucap Rama langsung menarik tangan Kirana untuk mengikutinya masuk kedalam cafe saat itu.


🎶


Keduanya terduduk di bangku cafe dengan nyaman nya, bukan Kirana! Tapi Rama yang begitu nyaman, dengan bola mata tak teralihkan dari wajah cantik Kirana.


"Ah apa ada yang salah." Kirana gugup, ia sebenarnya risih dengan pandangan intens yang di layangkan Rama pada dirinya, itu membuatnya tak nyaman.


"Tidak!" Jawab Rama begitu singkat.


"Berhentilah menatapku! Jika kau melakukan nya lagi! Aku akan pergi dan tidak mau makan dengan mu!" Ucap Kirana dengan galaknya.


Apa? Dia tak mau di tatap oleh ku? Dan akan meninggalkan ku pergi? Padahal gadis di luar sana, sangat ingin dekat-dekat dengan ku bahkan di pandang oleh ku! Tapi dia? gadis yang unik! Detik Ini kau milikku? Ucap Rama dalam hatinya.


"Ah ya maaf! Tapi wajah mu seperti Mama ku! Teduh dan menenangkan." Ucap Rama dengan frontal nya.


Uhuk


Uhuk


"Kau tak apa? Perlu minum? Kemana ini pelayan kenapa lama sekali pesanan ku datang." Gerutu Rama khawatir dengan Kirana yang terbatuk.


"Tak apa, aku selalu membawa air mineral kecil di tasku?" Ucap Kirana menenangkan Rama.


Dring


Dring


Dring


"Mama!" Lirih Kirana menatap layar ponselnya.


"Assalamualaikum Mama, Iya ada apa!"


"Apa!" Ucap Kirana kaget.


"Baik Ma, Kirana ke sana sekarang." Ucap Kirana khawatir dan langsung menutup telfon nya.


"Maaf Rama aku tak bisa menemani mu makan kali ini."

__ADS_1


"Ada apa?" Cegah Rama saat mengetahui Kirana ingin pergi.


"Papaku masuk rumah sakit, dan aku harus kesana."


"Biar aku yang antar."


"Tapi Rama..... "Ucap Kirana terbata.


"Sudah ayo." Ucap Rama langsung menarik tangan Kirana sampai ke parkiran.


🎶


Kirana melangkah dengan tergesa-gesa saat dirinya sudah sampai di lobi rumah sakit, dan bergegas mencari dimana keberadaan Papanya.


"Mama... Papa bagaimana?" Panggil Kirana pada sang Mama dan langsung memeluk tiba-tiba.


"Papa mu terjatuh dari kamar mandi, ada benturan di kepalanya dan kondisi nya sekarang masih kritis, Mama dan para dokter lain sudah berusaha semaksimal mungkin. Dan kita hanya bisa menunggu papa mu melewati masa kritisnya." lirih Mama Kirana dengan terisak di pelukan sang putri.


"Sudah Ma, kita doakan yang terbaik buat papa ya." Lirih Kirana menenangkan sang Mama, meski hatinya berperang hebat dengan kekhawatiran.


"Itu siapa? Pacar kamu?" Tanya Mama Kirana saat melihat ada Rama yang berdiri tak jauh di belakang Kirana.


"Bukan Mama, Itu teman Kirana." Ucap Kirana.


Jadi? Kirana sudah memiliki pacar! Sialan! Siapa yang berani-beraninya merebut Kirana dariku! Aku tak akan membiarkan nya hidup! Lirih Rama bermonolog dalam hatinya. Apapun yang terjadi Kirana harus menjadi miliknya.


"Sebentar ya ma." Ucap Kirana berdiri dan langsung mendekati Rama.


"Rama terimakasih dan maaf jika aku merepotkan mu. Kau pulanglah. Pasti orang tuamu mencemaskan dirimu." Ucap Kirana lirih.


"Aku....


Dring


Dring


"Assalamu'alaikum, hallo."


"Tak usah, papa masih belum bisa di temui sayang, kau pulang saja. Besok kau bisa menemui papa kesini."


"Ya, aku juga merindukan mu." Ucap Kirana menutup telfonnya.


Kemarahan dalam diri Rama hanya bisa di pendam untuk saat ini! Raga nya seakan ingin mengumpat bahkan membunuh siapa yang di panggil Kirana dengan sebutan sayang! Dan kata rindu di layangkan Kirana untuk pemuda disana! Rama sungguh ingin mencabik-cabiknya. tangan nya mengepal kuat dalam diam untuk menahan segala emosi dan amarah yang ada dalam dirinya.


"Rama maaf ya aku tadi menerima telfon."


"Ah ya, tak apa. Aku permisi dulu." Ucap Rama pamit untuk pergi.

__ADS_1


"Ya terimakasih."


🎶


__ADS_2