
Setelah Mark masuk kedalam kamar mandi, Annisa segera merebahkan dirinya di atas kasur king size. Dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Degup jantung nya sudah tidak karuan.
Ia kemudian mengambil Handphone miliknya yang terletak di atas meja sebelah tempat tidur,
Mencari informasi bagaimana seharusnya yang dilakukan seorang istri kalau malam pertama dengan suaminya.
Annisa menelan ludah nya dengan kasar, perasaaan nya bagaikan nasi yang di aduk-aduk dengan sayur menjadi satu.
Annisa hanya ingin menjadi istri yang terbaik untuk Mark tapi...
Clek!
Pintu kamar mandi terbuka, dan Mark keluar dengan handuk di pinggang nya.
Annisa segera memejamkan matanya untuk menghindari Mark malam ini.
Namun, beda dengan Mark,
Tatapan elang menelisik dari sorot matanya Mark, melihat istri cantiknya yang pura-pura tertidur, mungkin sengaja ingin menghindari dirinya.
Mark lantas segera memakai celana dan pendeknya, tanpa baju dan segera duduk di samping Annisa yang pura-pura tertidur.
Sekilas muncul ide untuk menggoda Annisa malam itu.
Di ambilnya Handphone miliknya yang berada diatas nakas.
Muncul ide yang ada di dalam otaknya.
"Disini tertulis jika seorang istri tidur terlebih dahulu saat suaminya belum tidur maka, istri tersebut tidak akan mendapat ridho suami!" Ucap Mark lagi dengan nada yang sedikit keras.
Annisa masih tak bergeming, ia masih berpura-pura tidur.
"Dan apa ini! Kenapa ada banyak foto wanita cantik di dalam handphone ku. Jika Annisa tau pasti itu akan berbahaya, ia akan memakan ku hidup-hidup astaga." Ucap Mark dengan ekspresi takut ketahuan.
Deg.
Seketika Annisa langsung terduduk dari posisi tidurnya.
"Berikan Handphone mu." Ucap Annisa dengan garang.
Mark tersenyum licik, ia pun segera memberikan Handphone nya pada Annisa.
__ADS_1
Annisa pun menerima handphone tersebut dan melihat lihat isi didalam galery HP milik Mark, namun ia terkejut karena hanya ada foto dirinya sendiri tak ada wanita lain.
Wajah Annisa bersemu merah,
Sekelas ia melirik suaminya, Mark tampak tersenyum semanis kucing. Sungguh menggemaskan.
Sorot mata Annisa perlahan turun ke arah roti sobek di perut milik Mark.
Glek,
Annisa menelan ludah nya dengan kasar.
Mark langsung menarik kasar selimut yang menutupi keduanya.
Dan selimut itu pun terjatuh di lantai, dan Mark bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh milik istri cantiknya itu.
Mark menelan saliva nya, senyum mesum itu pun muncul tercetak jelas di bibirnya.
Dan,
Hap Mark seketika sudah memposisikan dirinya,
Annisa yang berada di bawah, dan Mark yang berada di atasnya.
"Tap.... Aku takut.. " Ucap Annisa tergagap.
"Apa yang kamu takutkan sayang." Ucap Mark menahan mati-matian gairahnya.
"menurut informasi yang aku baca itu sakit. Ujar Annisa gugup.
"Tidak akan, aku akan melakukan nya dengan hati-hati." Ucap Mark
Annisa tampak ragu-ragu kemudian mark berbicara. "Aku janji." Ucap Mark parau.
"Baiklah. Aku tidak akan menghalangi mu, karena ini memang hak mu." Ucap Annisa.
Mark tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Ia segera mencium bibir Annisa, turun ke leher meninggalkan bekas merah di sana.
tak hanya itu, salah satu tangan milik Mark sudah memegang gunung kembar milik Annisa, sesekali ia memijat dan memutar ujung gunung itu.
satu desahan lolos dari bibir Annisa, itu makin membuat Mark tambah bersemangat dan menggila.
__ADS_1
"Kau boleh mengigit ku, mencakar ku atau memukulku. ini akan terasa sedikit sakit." Ucap Mark.
Augh Rintih Annisa saat ujung roket Mark ingin menerobos masuk kedalam gua milik Annisa.
Mark sejenak menghentikan nya, ia menggesek bibir gua itu dengan jadinya, memainkan ujung bibir gua itu, agar terlihat sedikit basah.
lalu, Mark kembali melancarkan aksinya dengan memasukkan roket miliknya kedalam gua Annisa.
Dengan satu kali hentakan seluruh roket milik Mark sudah masuk kedalam gua dengan sempurna.
Tampak ujung mata Annisa mengeluarkan bulir bening menahan sakit.
Mark segera mencium air mata itu, Kemudian
Mark membiarkan gua tersebut menerima roket milik ya terlebih dahulu, setelah dirasa sudah cukup nyaman.
Mark mulai melakukan gerakan memajukan mundurkan.
1 jam
2 jam
3 jam
Mark seakan tak puas dengan apa yang di miliki istrinya.
Mark terus mengajak istrinya bermain kuda-kuda hingga pukul 3 dini hari pagi.
Tubuh Annisa sudah banyak mengeluarkan keringat begitu dengan Mark.
Setelah melakukan pergulatan yang cukup lama, tubuh Mark pun ambruk di samping istrinya.
Ia menarik istrinya dalam pelukan nya, mencium kening Annisa sebelum memejamkan kedua matanya.
Terimakasih kau telah memberikan hak mu dan melakukan kewajiban mu. apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga mu, mencintai mu, sampai mata ini tertutup pun aku akan tetap mencintaimu. Lirih Mark dalam hatinya menatap teduh wajah istri cantiknya
🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.
Maaf kalo tidak sesuai ekspektasi ya😍
__ADS_1