Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Hukuman Rama (S2)


__ADS_3

"Rama sayang, apa tugas mu sudah selesai nak?" Tanya Mama Annisa saat mereka semua tengah terduduk di meja makan.


"Sudah ma." Ucap Rama tersenyum.


"Kau tadi mengerjakan dimana sayang? kenapa tak memberitahu Mama?" Tanya Mama Annisa.


"Sayang sudahlah, kita makan dahulu" Ucap Papa Mark menengahi.


🎶


"Duduk Rama." Ucap Papa Mark, kini keduanya telah berada di ruang kerja milik Mark yang ada di rumah tersebut, dengan Mama Annisa yang tak tau kebohongan sangat adik yang membela kakaknya.


Rama berjalan lambat mendudukkan dirinya di depan kursi berhadapan dengan sang Papa.


"Bisa kau jelaskan Rama?" Ucap Papa Mark pada putra sulungnya.


"Papa ingin di jelaskan seperti apa?" Tanya Rama.


"Mobil mu? Dan dari tadi kau kemana?" Tanya Papa Mark.


"Oh mobil, sudah ku berikan pada teman ku, aku kalah dalam taruhan balap mobil Papa." Ucap Rama dengan enteng nya.


"Mau mu apa Rama?" Ucap Papa Mark.


"Mobil baru lah Papa, kan Rama gak punya mobil. Ya kali seorang anak pemilik perusahaan Roman Corporate kesekolah naik angkot." Ucap Rama dengan sewot.


Jika kalian menanggap Rama kurang ajar, Hm? bisa iya? bisa tidak? Hanya nada bicaranya saja yang kurang sopan pada sang Papa, Tapi bocah satu itu tau arti menghormati Mark sebagai Papa nya.


Rama akan berujar lembut hanya pada sang Mama Annisa, ia akan menjawab dengan kata Berusaha jika sang Mama menasehatinya meski itu hanya bualan semata, setidaknya dengan adanya kata berusaha memperbaiki itu akan membuat Mamanya sedikit lega.


"Ide yang bagus! besok kau kesekolah naik kendaraan umum." Ucap Papa Mark.


"Pa, ini tidak lucu!" Ucap Rama protes.

__ADS_1


"Apa ada ekspresi dan nada bicara Papa yang terkesan bercanda Rama?" Tanya Papa Mark.


"Pa, Ayolah orang akan berkata apa? Jika putra tampan Papa kesekolah dengan kendaraan umum?" Ucap Rama dengan ekspresi memelasnya.


"Hentikan tampang jelek mu Rama! Itu tidak akan mengubah keputusan Papa!" Ucap Papa Mark tegas.


"Apa! Dari segi mana aku ini jelek Papa, Ayolah aku putra Papa yang paling tampan dan ya berikan mobil baru untukku papa! Satu mobil tidak akan membuat mu jatuh miskin bukan?" Ucap Rama yang masih berusaha mendapatkan mobil baru dari Papa Mark.


"Jika kau ingin mobil baru, Minta pada Mama mu!" Ucap Papa Mark berdiri beranjak pergi.


"Cih! Kau selalu memanfaatkan Mama dalam hal ini Papa." Ucap Rama melipat kedua tangan di dadanya, Kakinya melangkah keluar dengan umpatan yang hanya bisa tertahan dalam hati dengan keputusan sang Papa.


Belajar menghargai apa yang kamu miliki Rama, dan belajarlah memperjuangkan apa yang kamu inginkan! Kau tak bisa selamanya mengandalkan Papa. Lirih Mark menatap punggung putra sulung nya yang pergi menghilangkan.


🎶


"Gue nebeng sama lo ya, sampai kesekolah anterin ya." Ucap Rama


"Ogah! Suruh siapa mobil di kasih temen! Sok-sok an taruhan sih!" Ucap Rafa menolak dengan malas.


"Kita cuman beda 1 menit nih ya, satu menit kakak! Astaga kenapa kakak seolah paling tua sih!" Ucap Rafa memijat pelipisnya, Rama akan selalu berujar kakak, jika sang adik Rafa tak mau membantunya! Itu sungguh menjengkelkan!


"Rafa segera berangkat sekolah! Jangan pedulikan kakakmu! Dan Rama berangkat dengan Papa." Ucap Papa Mark yang datang tiba-tiba.


"Bee, ini." Ucap Annisa melangkah mendekati suaminya dan memberikan tas kerja pada Mark.


"Terimakasih sayang." Ucap Mark mengecup kening istrinya.


"Eh, Rama kenapa belum berangkat sekolah?" Tanya Annisa penuh selidik.


"Putra mu ingin berangkat dengan Papa nya yang tampan sayang." Ucap Mark.


"Begitu Rama?"

__ADS_1


"Iya Mama."


🎶


"Turun!" Ucap Mark menurunkan putranya di depan kompleks perumahan miliknya.


"Pa, tapi ini belum sampai ke sekolah ku!" Protes Rama melihat sekeliling tempat itu.


"Siapa yang bilang bahwa Papa akan mengantarkan mu sampai kesekolah?" Tanya Mark menatap putra sulungnya.


"Papa tak setega itu menyuruhku naik angkot bukan?" Ucap Rama menatap iba sang Papa.


"Hentikan ekspresi menjijikkan mu itu Rama! Turun!" Ucap Papa Mark final!


"Tapi?"


"Turun Rama! Kau harus belajar menghargai apa yang kau punya dan menjaganya!"


Dengan langkah gontai Rama turun dari mobil dan ia kini berdiri di sebuah halte bus untuk berangkat kesekolah.


Keringat deras mengucur dari dahinya, ini kali pertama seorang Ramaxelio Roman berada di dalam kendaraan penggap dengan aroma parfum murahan dari para penumpang.


Hatinya terus mengumpat apapun atas keadaan nya saat ini yang begitu mengenaskan!


Hah


Huh


Hah


Huh


"Sialan! Kenapa orang-orang di dalam begitu menjijikkan!" Ucap Rama saat ia sudah turun dari kendaraan umum itu dan bisa bernafas dengan leganya.

__ADS_1


Kakinya melangkah masuk kedalam sekolah sebelum bel masuk di bunyikan! "Semoga hari ini tak ada masalah dan semua berjalan dengan lancar." Lirih Rama dalam hatinya, melangkah masuk.


🎶


__ADS_2