Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Alasan


__ADS_3

🍃 Flasback On 🍃


Jam menunjukkan pukul 2 siang, Mark bergegas keluar dari ruang kerja miliknya untuk menjemput Annisa.


Brugh


Tubuh Mark yang ingin keluar ruangan bertabrakan dengan tubuh Maira yang baru saja ingin masuk keruangan Mark.


Dan Hap, Mark menarik Maira dalam pelukan nya karena ia tak ingin Maira sampai terjatuh ke lantai.


Dua bola mata mereka saling beradu satu sama lain. Seolah kedua nya mengunci pandangan saat itu.


Harum maskulin menyeruak dalam indera penciuman Maira, sungguh memabukkan. Hingga membuat fantasi liat dalam otak kecilnya.


"Maira kau tak apa?" Ucap Mark pada adiknya itu. Ucapan itu, sukses membuat Maira membuyarkan lamunan liarnya.


"Tak apa-apa kak." Ucap Maira melepas pelukan nya, dan berdiri di hadapan Mark.


"Syukurlah." Ucap Mark.


"Kau ingin pergi kemana kak?" Ucap Maira bertanya, "Aku ingin menjemput Annisa di kampus." Ucap Mark.


"Apa aku boleh ikut?" Ucap Maira.


"Hem, tentu?" Jawab Mark.


"Asisten Hito kemana kak?" Ucap Maira saat melihat Mark hanya ingin keluar sendiri.


"Ia aku tugaskan untuk menghandle tugas kantor siang ini." Ucap Mark menjelaskan, dan


Maira hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju parkiran mobil, Dan


Brugh,

__ADS_1


Tubuh Maira jatuh pingsan ke lantai, Mark yang melihat itu, seketika panik dan menggoyangkan tubuh Maira,


Nihil. Maira tak kunjung bangun, dan Mark segera membawa Maira untuk ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Maira di periksa oleh dokter dan Mark menunggu dengan khawatir.


Clek


Dokter keluar dari ruang periksa pasien, dan Mark segera menghampiri "Bagaimana dok, apa dia baik-baik saja." Ucap Mark.


"Iya tuan, dia hanya kelelahan. sebentar lagi pasien akan sadar." Ucap dokter.


"Saya permisi dulu, anda boleh masuk kedalam menemani." Ucap dokter itu pada Mark dan berlalu pergi meninggalkan Mark.


Mark segera masuk kedalam ruangan itu, ia melihat tubuh Maira tergeletak lemah di atas kasur pasien.


"Maira, jangan membuat ku khawatir. Aku sudah berjanji diriku sendiri akan menjagamu, sebagai bentuk ucapan terimakasih ku atas apa yang telah kau lakukan dimasa lalu. Ku mohon sadarlah." Ucap Mark pada hati kecilnya yang melihat Maira hanya berbaring lemah di atas tempat tidur.


2 jam


"Kakak. Aku dimana?" Ucap Maira.


"Kau di rumah sakit, kata dokter kau kecapean." Ucap Mark menjelaskan.


"Aku ingin pulang." Ucap Maira beranjak untuk duduk dan turun dari ranjang. "Tapi Maira, kau belum sembuh." Ucap Mark terpotong,


"Ayolah kak aku tidak suka berada di rumah sakit." Ucap Maira memohon.


Dengan penuh pertimbangan, akhirnya Mark membawa Maira untuk pulang dan dirawat di rumah saja.


Mobil Mark melaju membelah jalanan, cukup lama mobil Mark sampai ke rumah mewah miliknya hingga membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai, jalanan pada sore itu menyebabkan beberapa kemacetan.


Setelah sampai didepan rumah, Mark membuka pintu mobilnya dan memapah Maira untuk masuk kedalam dan beristirahat di kamar nya.


Mark membaringkan nya di atas kasur. merawatnya, dan menyuapi nya makan, tak lupa juga membantu meminumkan obat Maira.

__ADS_1


"Kak." tegur Maira. "Kenapa? apa kau butuh sesuatu? atau ada yang sakit." Ucap Mark.


"Tidak kak, terimakasih." Ucap Maira.


"Kak, harus nya kau menjemput kakak ipar ke kampus." Ucap Maira mengingatkan.


"Astaga." Ucap Mark menepuk jidatnya, ia lupa akan hal itu, ia membuka Handphone dan melihat banyak pesan maupun panggilan dari istrinya.


Saat Mark ingin menelfon istrinya, Tiba-tiba Handphone yang dimiliknya mati karena kehabisan baterai.


"Pasti kak ipar akan menyalahkan ku." Ucap Maira tertunduk sedih.


"Kau tak perlu merasa bersalah, aku percaya Annisa akan mengerti dan memaafkan mu." Ucap Mark.


"Hem, sudahlah kakak segera pergi menjemput nya." Ucap Maira.


Mark bergegas pergi meninggalkan Maira dan menuju ke mobilnya untuk menjemput Annisa.


Namun setelah sampai di sana ternyata ia tak menemukan istrinya,


"Mungkin dia sudah pulang ke rumah." Monolog Mark dalam hatinya.


Ia bergegas pulang, namun nihil ia juga tak kunjung menemukan istrinya.


Ada rasa bersalah yang menyeruak dalam hatinya saat ini, rasa khawatir juga tak kalah mendominasi.


Mark sekarang tidak menempatkan penjaga secara tersembunyi pada Annisa, karena itu permintaan istrinya setelah mereka menikah.


Annisa percaya pada suaminya, bahwa ia kan menjaga dirinya. dan Mark hanya bisa menuruti keinginan istrinya.


Keadaan saat ini terbilang cukup aman, karena tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari musuh yang di miliki Mark.


Mark duduk di ruang tamu, menyadarkan kepalanya, namun beberapa menit Mark terpejam, ia mendengar ada deru suara mobil yang masuk kedalam pekarangan rumahnya.


Ia beranjak dari kursinya untuk segera ke depan, mengetahui siapa kira-kira yang mengunjunginya.

__ADS_1


🍃 Flashback Off 🍃


__ADS_2