
"Sayang! Apa yang ingin kau bicara dengan Kirana?" Bisik Papa Mark pada telinga sang istri.
"Ada! Dan ini urusan wanita!"
"Sayang! Tapi kan aku suami mu aku berhak tau semuanya tentangmu!"
"Sudah jangan memulai lagi bee, hanya seputar obrolan biasa, menenangkan Kirana walau bagaimanapun di pasti tertekan dengan keadaan saat ini. Dan aku harus membantunya bukan?"
"Kau memang yang terbaik."
"Ya sudah, jika kau masih punya pekerjaan selesaikan lah, jika tak ada tunggu aku di kamar ya."
"Ya sayang! Aku mencintaimu!"
Cup, kecupan singkat di berikan Papa Mark pada pipi cantik istrinya.
🎶
"Apa yang ingin Mama katakan?" Ucap Kirana membuka pertanyaan kala keduanya sudah terduduk di kursi taman.
"Mama hanya ingin mengobrol dan memberitahumu."
"Memberitahu? Tentang apa ma?"
"Hah, tentang Rama suami mu?"
"Rama? Memang nya kenapa ma?"
"Dia berbeda dengan Rafa, dia anak yang super aktif dan saking aktifnya dia terlalu banyak memiliki imajinasi lair, bahkan saat remaja kesukaan nya terhadap bela diri membawanya untuk sering bertarung bebas dalam tawuran remaja! Padahal Papa dan Mama sudah mengarahkan nya pada lomba bela diri yang sering dia ikuti! Tapi dia masih tak puas, ia menjawab Dalam pertandingan masih ada aturan yang mengatur Ma Pa, jadi Rama tak bisa mengukur kemampuan Rama dengan semaksimal mungkin. Begitu katanya."
"Tawuran? Apa benar dia seperti itu ma?"
"Iya Rama memang seperti itu, dia berbeda dengan Rafa yang lebih cenderung menyukai ilmu di bidang akademik. Mama tak memungkiri memang Rama cukup nakal dan keras kepala persis seperti papanya. Tapi yang Mama tau, ia tak pernah sekalipun tertarik dengan wanita. Bahkan suami mu lebih tampan bukan? Di banding Rafa adiknya?" Goda Mama Annisa agar suasananya tak terlihat canggung.
"Tapi rasa cinta tak memandang Rupa ma,"
"Ya Mama tau, dan kau wanita yang sangat beruntung di cintai oleh putra nakal Mama yang satu itu!"
__ADS_1
"Beruntung?"
"Mama tau kau menikah dengan nya karena unsur ke terpaksa an bukan? Entah apa yang telah di lakukan putra Mama itu sehingga membuatmu mau menerimanya, yang pasti cintanya padamu tak main-main sayang. Mungkin caranya yang salah dan maafkan putra mama."
"Cinta? Rama tak mungkin mencintai Kirana ma."
"Ya! Cinta! Rama sangat mencintaimu! Mama berkata jujur! Bahkan dengan adiknya sendiri demi memperjuangkan mu, dia rela beradu fisik bukan? Dan kau tau itu?"
"Apa mama membenciku? Karena telah membuat kedua putra Mama saling bertengkar dan berselisih?"
"Membenci? Hanya sedikit kesal saja! Siapa sebenarnya kamu yang di perebutkan kedua putra tampan Mama hingga seperti itu! padahal masih banyak wanita yang lebih cantik darimu di luar sana bukan?"
"Maaf ma, maafin Kirana!" Ucap Kirana dengan sendu, ia cukup merasa sangat bersalah karena dirinya hubungan kedua kakak adik itu bertengkar bahkan sekarang menjadi tak harmonis lagi.
"Tak perlu merasa bersalah atas semua nya, mungkin ini memang takdir mereka berdua, Mama hanya berpesan, mulailah hidup baru dengan putra Mana, fahami dia dan karakternya, Mama percaya padamu mungkin kau wanita terbaik yang dikirim Tuhan untuk memperbaiki putra Mama. Rama beruntung memiliki mu. Andai kau punya adik atau kakak, mungkin Rafa akan Mama nikahkan juga dengan adik atau kakakmu! Bunda dan Ayah mu sangat baik dalam mendidik dan memberikan ilmu agama padamu! Dan Mama sangat berterima kasih pada mereka."
"Mama... " Lirih Kirana merasa bersalah pada Mama Annisa.
"Sudahlah Mama yakin kau bisa, jangan pikirkan soal Rafa suatu saat dia pasti akan bahagia! Tuhan pasti memberikan jodoh yang terbaik juga untuknya! Semua hanya butuh waktu saja. Apa kau mau berjanji sesuatu dengan Mama?".
"Janji apa ma?"
"Iya ma
Ibu mana yang tak sakit melihat kedua putranya saking berselisih hanya memperebutkan satu wanita, Walau bagaimana pun Mama Annisa akan tetap berusaha berprasangka baik mungkin ini semua takdir yang di siapkan Tuhan kebahagiaan keluarganya nanti. Caranya saja yang cenderung menyakitkan? Bukan kah Allah selalu berjanji akan memberikan bahagia setelah adanya luka? kecewa? Dan tangis?
🎶
Hingga pukul 10 malam, Rama belum juga sampai di rumah itu, Dan itu membuat Kirana gelisah, walau bagaimanapun Rama adalah suaminya, dan mengingat perkataan dan janji yang di ucapan pada sang Mama membuat hatinya khawatir terhadap keadaan Rama saat ini.
Mungkin memang benar, ia harus belajar mencintai Rama, melupakan Rafa. Ia janji pada dirinya sendiri akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya. Monolognya.
Derttt
Dering handphone miliknya membuat Kirana mengalihkan pikiran nya "Rama?" Ucapnya menyeritkan dahi.
"Halo Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Halo ini Kirana? Istri Rama?" Ucap pemuda di sebrang sana.
"Ah ya, maaf ini siapa ya? Dan kenapa ponsel suami saya ada pada anda?"
"Aku Chris sahabat nya Rama, bisa keluar sebentar aku menunggu mu di gerbang rumah." Ucap Chris memberitahu.
"Ah ya! Aku akan ke sana segera, Assalamu'alaikum."
Dengan perlahan Kirana menuruni anak tangga dan melangkah kan kakinya untuk segera sampai di depan.
"Kirana!" Panggil Rafa saat melihat Kirana hendak keluar.
"Ah ya!" Jawab Kirana dengan gugup.
"Ini sudah malam, kau mau keluar kemana?" Tanya Rafa menelisik.
"Itu, Aku mendapat telfon dari sahabat Rama yang bernama Chris, dia menyuruhku untuk kedepan?"
"Kau yakin?"
"Ya!"
"Ya sudah akan aku temani."
"Rama kenapa bang?" Tanya Rafa menatap tajam kearah Chris saat melihat kakaknya tengah tak sadarkan diri.
"Dia terlalu banyak minum, Aku sudah mencegahnya tapi kau tau bukan bagaiman sifat kakakmu? maaf jika aku memulangkan nya selarut ini."
"Ya tak apa! Makasih kau telah mengantarkan nya pulang." Ucap Rafa, dan dia ia pun perlahan memapah Rama kakaknya untuk masuk kedalam dibantu dengan Kirana yang ada disana.
"Jangan beritahu Mama soal ini Kirana, dia pasti akan sedih."
"Ya aku tak akan memberitahu Mama, Terimakasih sudah membantu membawa Rama ke sini! Aku masuk dulu! Sekali lagi terima kasih." Ucap Kirana tertunduk dan langsung masuk kedalam.
🎶
Happy Reading!
__ADS_1
Untuk Kirana, mumpung Rama pingsan udah eksekusi aja, buang ke laut wkwkkwk😂😋