Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
BONCAP 3


__ADS_3

Satu tahun berlalu, tak ada yang berubah. Hanya saja si kembar Rama dan Rafa mendapatkan julukan hot Daddy, dan si kembar sukses dalam merajai bisnis yang ada.


"Ma! Jaga baik-baik ya!" Kekehan Rama yang menitipkan anak nya pada Mama Annisa.


"Dasar! Ga pernah berubah!"


"Hihihi... Sekali-sekali atuh Ma!" Celetuk Rama.


"Rafa sekalian ikut nitip ya!" Ujar Rafa tak berdosa


Baby Reyhan sudah berumur 2 ahun, Ah dia terlihat sangat menggemaskan. Persis seperti Rama kecil. Aktif bermain kesana kemari.


Pernak pernik khas mainan anak laki-laki ada di ruang khusus, hanya menyuguhkan untuk kesenangan sang buah hati.


Untung pistol mainan itu tak di ganti oleh Kakek Mark dengan yang asli😂


Baby Jihan, putri dari Rafa ini juga tumbuh cantik seperti sang Bunda. Pipi gempil, untuk nya ada perlakuan khusus dari sang Kakek Mark. Ia sangat suka mendandani cucu cantiknya dengan pernak pernik jepitan.


Satu lemari full, di peruntukan untuk menyimpan berbagai bentuk jepitan, bando, gelang dan semua aksen anak kecil perempuan.


"Dih ngikut-ngikut si!" Dengus Rama pada adiknya dengan kesal.


"Biarin!" Ujar Rafa tersenyum mengejek.


"Udah-udah, sana kalian pergi aja nikmati bulan madu nya! Biar Mama dan Papa yang jaga mereka!" Ujar Mama Annisa menengahi, keduanya akan meributkan hal-hal kecil seperti ini. Ah Mama Annisa masih tak menyangka jika putranya telah tumbuh begitu besar, menjadi seorang Papa.


"Oke Mama, makasih! Rama udah transfer bonus ke ATM Mama!"


"Rafa juga! Pasti nominalnya lebih besar dari kakak!"


"Dek elu..." Geram Rama.


"Sudah!" Ucap Mama Annisa kembali menengahi.


Meski seorang laki-laki sudah menikah dan berubah tangga tapi ia masih berkewajiban untuk memberi ah, maksudnya bertanggung jawab atas keperluan sang ibu dan ayah.


Meskipun Mama Annisa tak pernah meminta uang pada anaknya, suaminya saja masih mengirim uang dan ya kalian tau sendiri pasti tabungan Mama Annisa gendut bagai donat.


Kata orang Perlakukan kedua orang tuamu seperti raja! Maka rezeki mu akan seperti Raja!


...*********...

__ADS_1


"Sayang! Jangan terus menambah jepitan di rambut cucu mu!" Peringat Mama Annisa, kala sang suami terus mendandani cucunya dengan berbagai model rambut.


"Ah dia sangat menggemaskan. Bukan begitu Baby?" Ujar Kakek Mark mencium pipi gempil Baby Jihan, hingga bocah kecil itu tersenyum.


"Terserah padamu!" Ujar Mama Annisa, ah dirinya sudah frustasi dengan sang suami, mengapa begitu kreatifnya mendandani sang cucu.


"Baby Reyhan! Kemari! Kau sudah makan hem?" Ujar Annisa membawa tubuh Baby Reyhan di pangkuan nya.


"Udah Oma!" Jawab Baby Reyhan dengan lucu, Ah anak ini sudah bisa memangil nama beberapa orang yang ada di dekatnya.


Bukan kerepotan, tapi rasanya begitu senang bisa menjaga cucu. Hari tua keduanya begitu indah karena di hiasi kehadiran keduanya.


"Assalamu'alaikum Ma! Maaf jika Kirana menganggu, apa Reyhan merepotkan Mama!" Ujar Kirana di sebrang sana, kala dirinya melakukan panggilan video call.


"Waalaikumsalam, kau tidak perlu mengkhawatirkan nya sayang! Semua baik-baik saja!"


"Tapi ma.... " Ucap Kirana tertahan.


"Mama memang yang terbaik, Bye Omanya Reyhan! Tunggu ya! ini udah proses bikin adiknya Reyhan!" Ujar Rama tanpa berdosa di ujung sana.


Dasar bocah edan.....


"Baby Aris dan Baby Arika!" Perpaduan Indonesia dan Amerika, kedua saudara kembar ini sangat cantik dan begitu tampan.


Untuk Chris dan Tasya, lebih sering menghabiskan waktu berdua dengan kedua buah hatinya. Masih dalam mapsi untuk yang pertama dalam seminggu ini.


Chris dengan telaten memasukkan makanan sehat untuk putrinya dan Tasya untuk sang putra.


Menggemaskan.


"Lihatlah sayang, mereka begitu menggemaskan! Aku ingin menambah lagi. Ah 10 anak akan sangat ramai bukan!"


Bugh!


Pukulan di pundak dan cubitan yang di layangkan oleh Tasya mendarat sempurna.


Apa dia kata? 10 Anak?


"Apa salahku!" Ringis Chris tak tau malu.


"Masih bertanya? Enak saja minta 10 anak! Kamu mah enak tinggal nugas nusuk nanem benih aja! Lah aku yang bunting dan melahirkan!" Celetuk Tasya tanpa di filter.

__ADS_1


"Sayang kau.... "


"Apa? Lha bener kan?"


"Hehehehe.... Tapi kan tugas seorang istri harus nurut apa kata suami kan?"


"Nanti malam kau tidur di kamar Baby Aris!" Sungut Tasya.


"Sayang! Jangan begitu. Oke. Maafkan aku! Aku mencintaimu!" Ujar Chris langsung merangkul mesra tubuh istrinya.


Apa dikata? Tidur di kamar Baby Aris? Ya memang itu putranya. Chris juga sayang. Tapi tidak untuk tidur dengan putranya sepanjang malam.


Enak saja dirinya melewatkan olahraga yang mengasyikan dengan istrinya.


"Hallo keponakan Uncle! Ini Uncle Angga yang tampan dan baik hati bawain mainan buat kalian! Ada baju juga loh!" Ujar Uncle Angga melangkah masuk kedalam melihat keponakan nya yang begitu menggemaskan.


"Astaga kakak! Berhenti untuk membelikan apapun untuk kedua keponakan mu! Bahkan baju mu 3 hari yang lalu belum sempat mereka pakai! Kau sudah lebih bahkan sangat banyak membelikan berbagai jenis barang untuk kedua keponakan mu!" Peringat Tasya dengan melotot tajam ke arah kakaknya.


"Kan gue Uncle yang baik dek!"


"Aku pusing dengan kalian berdua! Ini nih bawa!" Ujar Tasya memberikan Baby Arika kepada kakaknya.


"Adik gue lu apa in?" Sorot Kak Angga menajam.


"Lha gak sadar diri! Kakak emang baik, tapi lihatlah lemari itu, semua baju itu baru dan pemberian mu! Bukan nya aku menolak tapi kedua keponakan mu sudah cukup memiliki banyak baju. Kalau kau ingin kesini, jangan membawa apapun ya! Itu jauh lebih baik."


"Mana bisa... "


"Jangan protes kak, nanti adikmu akan lebih marah dan aku kena getah nya?"


"Jadi kau menyalahkan ku!"


"Tidak!"


"Huh...."


"Titip ya dan bye! Gue mau masuk nyusul bini gue dulu!" Ujar Chris melangkah masuk meninggalkan si kembar dengan Uncle kesayangan nya.


🍒🍒🍒🍒


Happy Reading❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2