Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Citra 2? (S2)


__ADS_3

Dia? Kakinya melangkah mengikuti Citra, masih pukul 8 malam, kenapa gadis ini keluar di tengah malam seperti ini. Gumam nya terus bertanya.


Jangan lupakan bawaan kantong kresek hitam yang ia tenteng sedemikian besar dan ada beberapa, Ah kira-kira apa isinya.


Kakinya terus melangkah mengikuti kemana gadis itu akan pergi, dan ayolah! Kau tak lebih dari seorang pengutit Rafa, mengikuti diam-diam! Ya jangan salah kan Rafa ia hanya penasaran saja.


Hingga dirinya berakhir di sebuah pemukiman kumuh di sudut kota Amerika yang gemerlap dengan segala kemajuan nya.


Tak ada rasa jijik dalam dirinya, kala beberapa anak jalanan nan lusuh memeluk ke arahnya meski hanya sampai batas kaki saja, Memberikan beberapa makanan selimut dan kebutuhan lain nya.


Interaksi keduanya tampak tak canggung bahkan terkadang diselangi dengan canda tawa.


"Rafaxelio Roman, Apa yang ingin kau ketahui tentang diriku!" Celetuknya membuat Rafa yang tengah bersembunyi tercekat kaget,


"Keluarlah! Apa yang ingin kau ketahui diriku! Bukankah lebih enak beristirahat untuk saat ini?" Ucapnya lagi.


Dengan rasa gugup Rafa keluar dari tempat persembunyian nya, melangkah mendekat kearah Citra, Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Citra baru saja melangkah keluar dari kegiatan nya tadi di lingkungan kumuh.


"Ah aku... "


"Katakan! Apa yang ingin kau ketahui!"


"Tak ada hanya saja aku tak sengaja melihatmu! Dan... "


"Mengikuti ku! Bahkan menungguku hingga selesai! Aish apa kau tak ada pekerjaan lain?"


"Eh... bukan seperti itu... "


"Jika kau tak punya pekerjaan, maka perbaikilah proposal tugas mu, banyak sekali kekurangan yang terkandung didalam nya!" Ucap Citra dingin.


Gadis ini? Apa memiliki kepribadian ganda? Kenapa sekarang lebih menakutkan, namanya dingin? Tak seperti di kampus yang lemah lembut? Apa ini bukan dia? Apa ini kembaran nya. Gumam Raga menatap menelisik.


Dan kenapa harus menghubungkan dengan tugas kuliah ku, ya maaf! Namanya juga manusia tak luput dari salah, begitu pun tugas, pasti ada beberapa kesalahan kecil bukan kah itu hal wajar?


"Aku tak memiliki kembaran! Ini aku Citra! Ada masalah?"


"Eh... "


"Sudahlah, jika tak ada yang ingin kau bicarakan, selamat tinggal!" Ucap Citra melangkah dengan cepat.


Baru beberapa langkah kaki keduanya pergi untuk pulang ke rumah masing-masing, ada 3 preman yang langsung menghadang keduanya.


"Nona manis? Kau mau kemana? Ayo bermain dengan kami!"


"Maaf Pak saya ingin pulang!"


"Kau terlalu terburu-buru nona manis, Ayolah temani kami!"


"Jangan sentuh dia!" Teriak Rafa.


"Cih, sok menjadi pahlawan! Habisin dia!" Ucap salah satu preman yang langsung melayangkan pukulan kerah Rafa.

__ADS_1


2 pukulan keras cukup menumbangkan tubuh Rafa hingga tersungkur ke tanah. "Cih kau lemah, hanya bocah ingusan!"


Harusnya kau berlatih beladiri seperti kakakmu, Rafa! Hingga kau tak mudah di jatuhkan hanya dengan dua pukulan saja.


"Stop! Jangan sentuh dia!" Ucap Citra dingin.


"Maka, kau harus menemani kami disini nona manis!" Ucap salah satu preman itu dengan tangannya yang nakal hendak menyentuh Citra.


"Maafkan saya paman jika saya harus melakukan kekerasan pada anda, karena tindakan anda sangat tidak sopan!" Ucap Citra lembut namun dingin, hingga detik keberikutnya Citra menghajar 3 preman tersebut, hanya butuh 5 menit 3 preman itu terkapar tak berdaya.


Rafa yang tengah terduduk kesakitan di buat melonggo dengan tindakan gadis didepan nya, dan gerakan pukulan yang di peragakan oleh Citra, Wow!


"Ku harap kau bisa berdiri sendiri?" Ucap Citra mendekat kearah Rafa.


"Ah tapi, ini sangat pusing... " Lirih Rafa dan bugh! Kesadaran nya mulai menghilang.


Hah, kau menyusahkan ku! Jika tak pandai berkelahi jangan sok jagoan! Umpat Citra, walau begitu ada rasa iba dan terimakasih kala laki-laki ini mau menolongnya meski berakhir seperti itu.


🎶


"Kemari!"


"Ada apa kau menyuruh ku kesini!"


"Duduklah!" Ucap Rama menepuk pahanya.


"Kau tak ada niatan?"


"Aku merindukan mu!" Ucap Rama melingkarkan kedua tangan nya dengan mesra di atas perut sang istri.


"Sayang... Ah ini...."


"Jangan bergerak, diam lah sebentar, jika kau terus bergerak maka aku tak janji jika tak memakan mu disini!"


"Ah baiklah! Kau sudah makan?"


"Aku menunggumu! Aku ingin di suapin oleh mu!"


"Ah baiklah, kalau begitu lepaskan aku dulu, aku akan turun ke bawah memesan makanan untukmu.".


"Tak mau, ini." Ucapnya memberikan ponsel pada sang istri dengan sebelah tangan nya.


"Hubungi sekretaris ku, minta dia untuk membawakan makanan kesini!"


"Oke, baiklah! Tapi jangan terus mencium ku seperti itu, ini sangat menggelikan."


"Tapi aku ingin."


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?"


"Belum,"

__ADS_1


"Baiklah segera selesaikan."


"Tapi aku ingin seperti ini!"


"Apa kau tak keberatan hem?"


"Tidak, kau bahkan sangat ringan sekali! Apa kau kurangmakan? Ah jika Bunda dan Ayah mu tau kau kurus, aku akan mendapatkan amukan darinya, karena tak merawat istriku dengan baik!"


"Oke, stop! aku akan seperti ini dan segera selesaikan pekerjaan mu!"


🎶


"Ah aku dimana?" Ucap Rafa memegang kepalanya yang berdenyut nyeri,


"Anda sudah sadar tuan muda?"


"Uncle Hito?"


"Sebentar saya panggilkan dokter terlebih dahulu!"


"Tak usah Uncle, aku ingin minum. Bisa bantu aku?"


"Baiklah."


"Apa anda membutuhkan sesuatu lagi?"


"Tidak, aku....


Bukan kah? Semalam aku pingsan dan aku sedang bersama dengan Citra?


"Bagaimana Uncle menemukan ku?"


"Tuan muda tergeletak tak berdaya di pinggir jalan, dan saya tak menemukan siapapun! hanya ada anda saja."


"Benarkah?" Ucap Rafa seakan tak percaya, "Jangan memanggil ku seperti itu!"


"Ya, apa ada yang membuat aden celaka? Siapa orang nya? Katakan aden? Biar saya yang mengurusnya!"


"Uncle, jangan berlebihan seperti itu! Aku tak apa!"


"Baiklah, aden Rafa istirahat dulu! jika butuh sesuatu! Silahkan hubungi saya!"


"Baik Uncle, maaf jika merepotkan mu!"


"Anda sama sekali tak merepotkan saya tuan muda!"


"Baiklah Uncle, sekali lagi terimakasih."


🎶


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2