
"Paman dimana mereka?" Tanya Rafa pada Uncle Hito.
"Itu mereka tuan!" Tunjuk nya pada dua perempuan yang sedang masuk dengan begitu anggun.
"Citra sayang, kangen!" Ucap Rafa lucu langsung berdiri hendak memeluk Citra.
"Maaf tuan! Yang satu ini saya tidak mengizinkan nya!" Ucap Uncle Hito langsung pasang badan di depan kedua wanita yang di sayangi nya.
"Yah! Uncle! Padahal Rafa kangen!" Ucapnya langsung duduk kembali dengan gontai.
"Maksudnya apa ini Hito!" Celetuk Papa Mark.
"Rafa ingin menikah dengan Citra, anak dari Uncle Hito!" Celetuk Rafa tanpa beban ke arah Citra yang tersenyum malu dengan sifat Rafa yang saat ini jauh berbeda, seperti kekanak-kanakan saja.
"Apa?" 3 orang kaget secara bersamaan kala mendengar siapa calon istri dari Rafa.
"Aish! Kalian ini! Rafa sudah lulus Ma, Pa! Rafa juga ingin lah menikah seperti kakak! Apalagi Uncle Hito punya anak perempuan cantiknya kayak bidadari gini! Rugi kalau gak di nikahin!"
"Tuan muda!" Tegur Uncle Hito kala mendengar candaan itu.
"Hehehehe... Atuh maaf Papa mertua! Canda!" Cengir Rafa.
"Sejak kapan kalian bertemu dan bagaimana?" Cercah Papa Mark seolah ingin tau.
"Saat Rafa kuliah di Amerika sana, ya terus gak sengaja ketemu sama Citra yaudah suka gitu! Udah takdir kali Pa!" Jawab Rafa seadanya.
"Rafa, Papa tanya yang serius!"
"Maaf tuan jika putri saya lancang mencintai tuan muda, jika tuan tak setuju tak apa saya akan menjauhkan mereka berdua." Ucap Uncle Hito was-was saat melihat tatapan bos nya.
"Bhuahahahah!!!!" Tawa itu tak dapat ditahan oleh mantan bos Mafia, detik ini sudah lah runtuh semua citra gagah dan dingin miliknya.
"Pa!" Tegur Mama Annisa.
"Oke oke Ma!" Ucapnya menyeka sudut matanya yang berair.
"Jika sedari awal aku tau putraku mencintai putrimu! Sudah dari dulu ku paksa dia menikahi putri mu! Kau juga sih! Punya putri yang cantik gini gak pernah cerita!" Ucap Papa Mark menepuk pundak Hito, yang sudah di anggap seperti adiknya.
"Maaf tuan!"
"Sudah! Jangan minta maaf! Aku merestui hubungan putrimu dengan putriku! Kau sudah ku anggap seperti adikku Hito jangan seperti ini!"
__ADS_1
"Terimakasih Pa!" Ucap Rafa tersenyum.
"Ya! Kapan kalian akan menikah?"
"3 bulan lagi!" Ucap Rafa dengan entengnya.
Kemudian, Rafa menceritakan bahwa kepulangannya ke Indonesia ingin meminta restu dari Papa dan Mama tapi berhubung ada masalah maka ia menunda dan baru bisa menyampaikan nya sekarang.
"Citra," Panggil Mama Annisa.
"Ya tante!" Jawabnya dengan nada gugup.
"Jangan panggil tante, Mama! kan kamu akan jadi istri Rafa!"
"Eh iya Ma!"
"Kau yakin ingin menikah dengan putra Mama itu? Kau tak di paksa dia kan?" Tanya Mama Annisa.
"Ma! tentu Citra mau menikah dengan ku! Aku ini juga tampan dan lebih tampan dari Kak Rafa!"
"Percaya diri sekali!" Ejek Mama Annisa.
"Mama.... " Renggek Rafa.
"Mama ih! Anaknya itu jangan di jelek-jelekin, Rafa udah gede Ma!" Ucap Rafa tak terima.
"Iya ma, Citra menerima Rafa dengan segala kekurangan nya ya meski masih seperti itu!" Ucap Citra tersenyum.
"Sayang!!! kau terbaik!" Ucap Rafa yang sudah merentangkan kedua tangannya.
"Tuan muda!"
"Ya papa mertua iya! Atuh dikit aja gak boleh!" Protes Rafa mengerucut kan bibirnya.
...****...
"Kenapa kau betah disini? Tak tidur?" Tanya Rafa mendudukkan dirinya di kursi taman sebelah sang kakak.
Sudah 2 jam lebih Rama diam memandang langit gelap, seolah menggambarkan suasana hatinya yang kosong dan hampa, tanpa jenuh ia terus memandang jauh ke atas.
"Selamat untukmu! Semoga pernikahan mu lancar!"
__ADS_1
"Ya kak, terimakasih. Dan jangan mengalihkan pembicaraan ku! Kangen Kirana?" tebaknya.
"Kakak terlalu bodoh menyia-nyiakan dirinya, sering membuat nya menangis." Ucapnya begitu pilu.
"Karena sikap kakak juga yang membuat ia pergi dari sini! Kakak sangat menyesal dan ingin sekali minta maaf padanya. kakak sudah mencarinya, tapi tak menemukan dia!" Lirih nya sedih.
Hah, ya iyalah kakak gak bisa menemukan. Selama ini Citra lah yang jaga Kirana, dan dia juga seorang IT yang hebat, mana mungkin kakak bisa menemukan istri kakak! tentu mau sebanyak apapun kakak mengerahkan anak buah, Citra mampu mengelabui nya, jangan lupakan paman Hito yang juga melindungi nya, lebih terpenting aku yang menyuruh mereka membantuku! Setidaknya aku ingin kau mendapatkan pelajaran agar kedepannya tak menyia-nyiakan istrimu dan mengambil keputusan gegabah. Lirih Rafa dalam hati, bagaimana pun ia kasihan kepada sang kakak yang saat ini sedih!
"Kakak harus sabar, kalau Kirana memang
jodoh kakak, InsyaAllah dia bajak kembali kesini dengan kakak seperti takdir yang sudah di tentukan!" Ucapnya santai menuju pundak sang kakak, lalu ia berdiri dan berkata "Istirahat lah, udara sudah semakin dingin nanti kau sakit!" Ucapnya berlaku pergi..
...****...
"Papa tau kalau kau tau dimana keberadaan Kirana!" Ucap Papa Mark yang tiba-tiba masuk kekamar sang putra.
"Astaga Papa! Kau mengejutkan ku!" Lirih nya mengusap pelan dada bidangnya.
"Ayolah jangan sembunyikan lagi istri kakak mu! Kau tau bukan bagaimana mengenaskan nya dia!" Lirih Papa Mark.
Sudah cukup 1 bulan Rama kembali ke rumah ini, menjalankan aktivitas seperti biasanya. Bekerja dengan posisi yang seharusnya, namun bedanya ia sangat pekerjaan keras dan dingin tak tersentuh kembali. Lebih banyak diam dan jarang sekali tersenyum.
Terlalu Gila dengan pekerjaan nya, hingga sebulan ini, laba perusahaan meningkat sangat signifikan.
"Ayolah Pa! kita lihat sisi positifnya, perusahaan juga mendapat kan keuntungan yang sangat besar bukan?"
"Son!!!"
"Heheheh, ya deh maaf! Atuh Papa di ajakin bercanda gak bisa, gak kayak Mama!" lengguh Rafa.
Rafa memang telah dewasa, jika menyangkut urusan keluarga, siapapun yang berani merusak ia akan lebih menggila dari sang kakak, tapi jika dia sudah berhadapan dengan orang yang di sayangi nya, ya beginilah. sangat berbeda lebih suka bercanda dan menggoda lawan bicaranya.
"Ini keputusan nya Pa! Biarkan dia sendiri dulu menenangkan pikiran nya."
"Kau sudah jelaskan semuanya?"
"Ya aku sudah menjelaskan nya Pa, dan dia bilang akan kembali saat waktunya tiba!"
"Baiklah! Papa percaya padamu!" Ucap Papa Mark menepuk pundak sang putra.
🎶
__ADS_1
Happy Reading ❤