
Sebaik-baiknya kebohongan pasti akan terbongkar juga.
"Brengsek!" Umpat Rafa melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
"Kakk! Dimana lo!" Teriaknya menggema memenuhi ruangan,
"Kenapa?" Tanya Rama yang tampak acuh saat ia melangkah kan kakinya mendekat.
Dari jauh, ada istri dan kedua orang tuanya juga mendekat, ingin mengetahui kenapa Rafa memanggil kakaknya dengan nada seperti itu.
Brugh
Brugh
Brugh.
Bogem mentah di layangkan Rafa kepada kakaknya.
"Rafa! Rama stop!" Teriak Mama Annisa melangkah dengan tergesa-gesa.
"Rafa ada apa!" Tanya nya melerai kedua anak itu.
"Mama tanya sendiri apa yang dilakukan anak kesayangan Mama! Aku tak menyangka kau sepengecut itu kak! Dasar pecundang!" Ucap Rafa dengan nada menghina.
"Apa maksudmu?"
"Hah! Lihat!!! Kau memanipulasi semuanya seolah-olah kau dan Kirana telah menghabiskan satu malam dengan nya! Aku tak menyangka kau sebrengsek itu!" Ucap Rafa melempar semua bukti di hadapan kakaknya.
"Lalu? Apa mau mu!"
"Merebut Kirana darimu! Dan kau harus menceraikan nya!"
"Jangan bermimpi! Aku tidak akan pernah menceraikan nya!"
"Aku akan merebutnya dari mu! Ayo Kirana!" Rafa seketika itu menarik tangan Kirana dan ingin membawanya pergi.
"Lepaskan! Jangan menyetuh nya!" Ucap Rama dengan dingin dan juga menarik tangan istrinya itu.
"Lepaskan!" Teriak Papa Mark yang sudah jengkel dengan kedua anak itu.
"Kirana! Antar Mama Annisa ke kamarnya!" Ucap Papa Mark dengan dingin.
__ADS_1
"Sayang! istirahat lah aku akan menyelesaikan semuanya," Ucap Papa Mark dengan lembut dan mencium kening sang istri.
Setelah di rasa istri dan menantunya pergi menjauh masuk kedalam kamar, Papa Mark berucap "Ku peringatkan kepada kalian berdua! Jangan membuat keributan apalagi membuat istriku menangis! Meski kalian adalah darah daging ku! Selesaikan dengan sikap dewasa jangan seperti anak-anak yang berebut mainan!" Ucap Papa Mark dingin menghela nafas panjang kesal akan kedua putranya.
"Untuk mu Rama! Kau panggil istri mu ke ruang kerja Papa!"
"Apa yang ingin Papa lakukan!"
"Kau dan Rafa juga Papa tunggu di ruang kerja! Sekarang!" Ucap Papa Mark berlalu pergi.
"Bee... " Lirih Mama Annisa saat sang suami sudah masuk kedalam kamar.
"Pa, maaf ini semua gara-gara Kirana!" Ucap Kirana tertunduk sedih.
"Sudahlah, kau keluar temui suamimu!" Ucap Papa Mark.
"Baik pa, sekali lagi Kirana minta maaf!" Ucap Kirana berlalu pergi.
"Bee bagaimana?" Ucap Mama Annisa.
"Sudahlah, kau beristirahat! Aku akan menemani mu disini!" Ucap Papa Mark mendekap sang istri dalam pelukan nya,
Kau sudah melakukan yang terbaik selama ini! Jika didikan lembut dan kasih sayang mu tak di hargai kedua anak itu! Maaf Sayang! Aku harus memberikan sedikit pelajaran kepada keduanya agar tak semena-mena. Ucap Papa Mark bermonolog dalam hatinya kala sang istri sudah terlelap dalam dekapan nya.
🎶
"Kirana kemarilah!" Ucap Papa Mark lagi dengan isyarat tangan nya.
"Papa memberikan pilihan padamu! dan apapun keputusan yang kau ambil kedua bocah ingusan itu harus menghargainya!"
"Keputusan apa yang Papa ingin Kirana ambil!" Tanyanya.
"Kau sudah mengetahui kebohongan Rama menjebak mu, dan menyeretmu dalam pernikahan berdasarkan kebohongan ini!"
"Pa! Tapi pernikahan ku dan Kirana sah secara negara dan agama!"
"Diam! Papa tidak menyuruh mu bicara sekarang Rama! Kau bisa berbicara nanti!"
"Kau sudah tau semuanya! Kau bebas memilih! Bertahan dengan pernikahan mu! Atau bercerai dengan Rama dan kembali dengan Rafa!"
"Pa! Kau tidak bisa memberikan pilihan seperti itu!"
__ADS_1
BRAK!
"Rama! Kuping mu tidak tuli dengan apa yang ku katakan bukan! Aku menyuruh mu diam! Dan jangan membantah!"
"Ku yakin! Kirana pasti memilihku dan bercerai dengan mu!" Celetuk Rafa percaya diri.
"Kau.... "
"Jika kalian berdua tak bisa diam! kalian boleh keluar!" Ucap Papa Mark dengan tajam.
"Silahkan kau tentukan pilihan mu Kirana, Papa akan menghargai setiap keputusan mu!"
"Hah.... " Lenguhan nafas panjang Kirana hembuskan, di liriknya Rama dan Rafa bergantian.
"Kirana memilih untuk melanjutkan pernikahan Kirana dengan Rama pa! Meski di awali dengan kebohongan, Kirana ingin memulainya dari awal!" Ucap Kirana dengan mantap.
"Apa!! Kau pikir kan baik-baik Kirana! Bukan kah kau mencintaiku!" Ucap Rafa kaget seolah tak Terima dengan keputusan yang diambil oleh Kirana.
"Maaf Rafa jika aku mengecewakan mu! Mungkin takdir kita hanya sebatas tunangan saja dan sekarang aku mohon kau menerima aku menjadi kakak ipar mu!" Ucap Kirana dengan lembut.
"Ku rasa! Kalian berdua cukup bisa memahami semuanya bukan begitu Rama dan Rafa!" Ucap Papa Mark dengan senyum tipis di layangkan setelah mendengar keputusan sang menantunya itu.
"Pa? Tapi aku tak bisa menerima keputusan Kirana! Ayo katakan! Kau pasti di ancam oleh kakakku kan!" Ucap Rafa mengguncang bahu Kirana dengan kedua tangan nya.
"Lepaskan tangan mu sialan! Aku tak mengancam apapun padanya!"! Ucap Rama menepis kasar tangan Rafa sang adik.
" Kau pembohong! Ayo katakan Kirana kau pasti di ancam oleh kakak ku bukan! Katakan! Kau mencintai ku kan!" Ucap Rafa menatap tajam penuh harap pada Kirana.
"Le..... " Diamlah Rama biar aku yang menjelaskan, begitu arti sorot mata Kirana saat Rama ingin mengucapkan kata.
"Rafa! Pernikahan adalah sebuah ikatan sakral! Allah sangat membenci perceraian jika masih ada jalan lain untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga, sudah ku katakan Rafa, aku sudah menerima kakak mu sebagai suami ku meskipun aku belum mencintainya, tapi aku akan berusaha untuk itu dan menjadi istri yang baik dan berbakti padanya! Ini murni keputusan ku, kakak mu tak mengancam atau mempengaruhi apapun soal keputusan yang aku ambil hari ini." Ucap Kirana dengan lembut.
"Dan aku berharap kau menerima keputusan ku! Kau pria yang baik, pasti kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku! Aku akan mendoakan mu!" Ucap Kirana lagi dengan lembut dan penuh pengertian.
"Papa harap kau menerima semua keputusan yang Kirana ambil Rafa meski ini merugikan mu! Dan segera penuhin keinginan ibumu! Papa tau kau laki-laki yang tak akan mengingkari janji!" Ucap Papa Mark. menatap. lembut sangat putra bungsu.
"Dan untuk mu Rama, jangan ada kebohongan lagi kedepan nya! Papa tau kau mencintai Kirana, jangan lakukan hal licik untuk menarik perhatian nya! Jaga istrimu bahagia kan dia jangan pernah kau mengecewakan nya! Jika itu terjadi kau akan berhadapan dengan papamu!"
"Ya pa, aku akan menjaganya dengan nyawaku dan memperlakukan nya dengan sangat baik! Aku permisi ke kamar dulu!" Ucap Rama menarik tangan sang istri untuk mengikutinya.
"Pa! Kirana permisi dulu ya!" Ucap Kirana pamit karena tangan nya di tarik sang suami.
__ADS_1
🎶
Happy Reading.