
Annisa sudah kembali dari toilet, dan kini mereka berdua tampak menikmati makanan yang sudah tersaji.
Annisa makan dengan begitu lahap, namun berbeda dengan Mark? hanya beberapa suap yang masuk dalam mulut nya dan ia sesekali mengaduk makanan itu.
"Apa itu tidak enak?" Tanya Annisa.
"Eh, apa?" Jawab Mark kaget karena sejak tadi ia melamun.
Annisa yang telah selesai makan, berpindah untuk duduk di samping suaminya.
Ia mengambil alih piring tersebut, menyendok nya dan "Buka mulutmu." Ujar Annisa pada suaminya itu.
"Eh, aku sudah kenyang." Ucap Mark, "Buka mulutmu." Ucap Annisa tegas.
Dan Mark pun menuruti kemauan istrinya.
"Aku tak tau alasan apa yang mengganggu
pikiran mu saat ini, tapi mengaduk-aduk makanan yang ada itu tidak baik." Ujar Annisa terus menyuapi suaminya.
"Dan apapun masalah itu, kau boleh menceritakan nya padaku. karena masalah mu juga masalahku bukan?" Ucap Annisa.
"Sayang boleh aku tanya sesuatu." Ucap Mark menatap Annisa.
"Tentu. katakanlah." Ucap Annisa.
__ADS_1
"Hem, nanti kalau sudah di rumah saja." Ucap Mark.
"Baiklah segera habis kan makanan mu."Ucap Annisa, dan Mark mengangguk-angguk. kepala nya.
🌈
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun Maira masih berkutat dengan segala dokumen.
Sungguh, Asisten Hito benar-benar membuat nya sibuk dengan setumpuk pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini juga.
Hingga jam menunjukkan pukul 9 malam, Maira sudah menyelesaikan semua nya, di renggang kan semua otot-otot tubuhnya.
"Rupanya kau malah enak-enakan bersantai ya?" Ucap Hito yang tiba-tiba muncul.
"Hey, apa!" Ucap Maira kaget dan tidak terima.
Asisten Hito berjalan mengambil dokumen dan memeriksanya, ia acuh terhadap semua omelan maupun makian yang keluar dari mulut Maira.
Telinga nya seolah tuli menghadapi setiap perkataan wanita itu, "Hem lumayan." Ucap Hito dengan wajah datarnya.
"Apa kau bilang! Ulangi sekali lagi!" Ucap Maira menatap sinis ke arah Hito.
"Lumayan." Ucap Hito dengan tatapan datar dan dingin.
"Kau! lumayan! aku 1 hari berkutat dengan itu semua dan kau bilang lumayan! kau harusnya berterimakasih padaku karena aku sudah membantu pekerjaan mu, dan berkat diriku semua dokumen tersebut telah selesai dengan sempurna. " Ucap Maira panjang lebar.
__ADS_1
"Sudah waktunya pulang." Ucap Hito tanpa mau menanggapi semua omelan Maira dan berjalan lebih dulu.
"Dasar asisten sialan." Ucap Maira setengah berteriak namun tetap mengikuti langkah lebar milik asisten Hito.
Sial sekali aku hari ini, aku sudah seperti budak belanda. bekerja hampir satu harian full tanpa jeda. Gumam Maira menatap Hito sinis.
"Cepat ke depan! apa kau pikir aku supirmu." Ucap Hito dingin, saat Maira masuk kedalam mobil namun ia duduk di kursi penumpang.
"Tidak. Aku bisa mati kedinginan berada di sampingmu." Ucap Maira kesal pada Hito.
"Jangan menguji kesabaran ku mona Maira. Jika anda ingin lebih lama lagi tinggal di kota ini." Ucap Hito penuh penekanan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Dengan kasar nya Maira keluar dari mobil dan mendudukkan dirinya di samping asisten Hito.
Hito pun melajukan mobilnya untuk mengantar Nona Maira pulang ke rumah.
Meski Mark telah mengangkat Maira menjadi adiknya, namun ia tetep lebih percaya kepada Hito karena tanggung jawab dan kepatihan nya yang bisa di andalkan dalam segala hal. Baik dalam bisnis gelap Mafia maupun bisnis pada umumnya.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys❤
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Makasih😘😘😘
__ADS_1
Maaf kalau masih ada yang typo ya🌈