Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Romantis


__ADS_3

Kini Mark dan Annisa sudah turun di lantai bawah.


Mark yang sudah rapi dengan setelan jas miliknya, dan Annisa juga sudah rapi dengan pakaian busana muslimnya.


Dan untuk kekacauan ruang kerja Mark, ia sudah menyuruh asisten Hito untuk membereskan semuanya.


🌈🌈🌈


πŸƒ Restoran πŸƒ


Suasana didalam restoran tersebut tampak sepi tak seperti biasanya.


Ya, Mark menyewa khusus satu restoran untuk dirinya dan Annisa menikmati makan malamnya.


Annisa sebenernya ingin makan malam di rumah secara sederhana. Namun, Mark tidak mengizinkan nya.


Ia ingin menghabiskan waktu makan malam romantis berdua bersama Annisa.


"Sudah siap?" Tanya Mark saat mereka berdua sudah sampai didepan pintu restoran mewah tersebut.


"Sangat siap." Ucap Annisa pada Mark.


Mereka berdua berjalan beriringan memasuki restoran tersebut.


Mark membawa Annisa di gedung tertinggi dengan menikmati makan malamnya secara outdoor.


Sesampainya di atas mereka berdua disajikan pemandangan indahnya Ibu Kota dimalam hari dengan gemerlap bertaburan bintang.


"Indah sekali." Ucap Annisa memandang ke seluruh penjuru tempat tersebut.


"Kau suka." Tanya Mark.


"Ya aku suka ❀" Ucap Annisa cepat tersenyum menghadap Mark.


"Duduklah." Ucap Mark mempersilahkan Annisa untuk duduk dimeja makan.

__ADS_1


Annisa pun mengikuti perintah Mark, Mereka berdua duduk saling berhadapan.


Sungguh jantung Annisa berdetak lebih kencang dari sebelumnya.


Mark dan Annisa menikmati hidangan menu makanan yang tersaji dengan hikmat, hening hanya suara dentingan sendok garpu yang terdengar.


Seusai makan, Annisa berdiri tak jauh dari meja tersebut, ia memandang langit dan indahnya gemerlap lampu Ibu Kota di malam hari.


Angin berhembus pelan, sejenak Annisa memejamkan kedua matanya dan menikmati hembusan Angin yang menerpa wajah cantiknya.


Mark memposisikan dirinya berdiri di belakang Annisa.


"Annisa." Panggil Mark lembut dan lirih.


Annisa pun melihat kearah Mark dan keduanya saling memandang.


Dengan jarak yang begitu dekat, bahkan hembusan nafas mereka berdua sangat terasa.


Pandangan mereka seolah terkunci dengan kedua bola mata indah milik keduanya.


Salah satu tangan Mark merogoh saku celananya.


Kemudian Mark mengeluarkan sebuah liontin dan memasangkan liontin tersebut ke leher Annisa.


Mark memandang liontin tersebut.


"Liontin ini merupakan hadiah yang Mama ku berikan sebelum ia pergi meninggalkan ku, Liontin ini sangat berharga bagiku, sama seperti mu yang begitu berharga bagiku. Maaf jika terkadang sikap ku masih menjengkelkan mu." Ucap Mark lagi.


Annisa tertegun beberapa menit memikirkan semua perkataan yang Mark lontarkan.


Deg.


Hatinya tampak berbunga dan senang.


Annisa pun menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


Air mata bahagia karena bisa menemukan lelaki seperti Mark yang mau menerimanya dan mencintai nya dengan sangat amat tulus tanpa koma.


Sangat jarang seorang laki-laki kaya memilih wanita yang berpenampilan muslimah, terkadang mereka lebih memilih wanita dengan busana yang sedikit terbuka dan terkesan sexy yang memamerkan lekuk tubuhnya.


Mark yang samar-samar mendengar Annisa terisak, ia segera membalikan tubuh Annisa.


Dilihatnya kedua bola mata Annisa yang mengeluarkan air mata.


"Hey, kenapa kau menangis?" Ucap Mark menangkup kedua pipi Annisa.


"Jangan menangis. Hatiku terasa perih melihat itu." Ucap Mark lagi.


Brugh.


Dipeluk nya tubuh Mark, Annisa semakin terisak.


Mark membiarkan Annisa memeluknya. seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Mark justru tambah mempererat pelukan nya terhadap Annisa.


Cukup lama Annisa terisak, ia pun segera melepas pelukan nya terhadap Mark.


"Maaf." Ucap Annisa. dan langsung dibalas gelengan kepala tidak apa-apa.


"Mark, terimakasih karena kau telah memberikan liontin ini kepadaku, aku akan menjaga nya sebaik mungkin. Aku juga mencintaimu, aku juga takut kehilanganmu." Ucap Annisa menatap Mark dan setelah mengucapkan itu ia pun langsung menundukkan kepalanya karena malu.


Malam semakin larut, Mark pun mengantarkan Annisa untuk pulang kerumahnya. 🌈


πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Happy Reading ya guys...


Jangan lupa like, komen dan Vote❀


Maaf jika masih ada penulisan kata yang salahβ€πŸ˜‚


Salaam dari Abang Mark yang tampan 😘

__ADS_1



__ADS_2