
Kedua pasang sumi istri itu perlahan mengerjapkan matanya, kala tidur keduanya terganggu dengan suara adzan yang berasal dari Handphone Sang istri.
Ah entahlah, mereka tidur jam berapa? Hingga jam segini mata keduanya sangat enggan untuk di buka.
Annisa perlahan membuka matanya, ia segera membersihkan dirinya dan melaksanakan indah sholat subuh. Namun sebelum itu,
"Bee, bangun. Ayo sholat." Ucap Annisa membangunkan Mark dengan lembut, namun usapan tangan Annisa yang ada di pipi Mark membuatnya semakin nyaman dalam tidur.
Annisa yang gemas melihat tingkah laku Mark langsung menghujani ciuman di seluruh wajah milik sauminya. Dan mau tak mau Mark harus bangun sesuai dengan permintaan sang istri.
🎶
Pesawat yang di tumpangi Hugo dan para bodyguard mendapat dengan sempurna pada sore hari pukul 16.00 WIB di Indonesia.
Semua sudah berbaris dengan sempurna, menyambut pria yang tak lain adalah bosnya, meski umurnya sudah ada setengah abad, namun masih terlihat tampan dan gagah.
Mobil yang di kendarai Hugo berhenti di rumah miliknya yang ada di sana, semua pasukan nya berjejer menghadap rapi ke arah dirinya.
"Siapakah semua persenjataan kalian! Malam ini bagi 2 kelompok!, Sebagian ikut aku menyerang markas Mark sebagian lagi serang mansion mewah itu! Bawa istri Mark dalam keadaan hidup!" Ucap Hugo.
"Baik tuan!" Ucap Semua bawahan dengan serentak membungkuk hormat.
Kali ini aku akan benar-benar menghabisi mu karena kau telah berani menyentuh putri ku Mark! Semua keturunan Roman dan Citra harus mati di tangan ku! Gumam Hugo dengan tersenyum sinis.
Setelah itu! Tawanya menggleggar memenuhi ruangan di rumah itu! Jika Mark adalah mafia kejam namun masih mau peduli pada orang yang berjasa dalam hidup nya. Ia tidak menjadi sosok seperti kacang lupa pada kulitnya.
🍃
Tok
Tok
Tok
"Tuan! maaf menganggu waktunya!" Ucap Asisten Hito dengan nada gugupnya.
Jam masih menunjukkan pukul 12 malam, namun dengan sangat terpaksa ia harus mengganggu istirahat tuan nya.
"Ada apa?" Ucap Mark ketus menatap tak suka asisten Hito.
__ADS_1
"Markas kita di serang oleh pasukan Paman Hugo tuan! Dan fakta mengejutkan yang baru saya dapatkan ternyata Maira adalah putri kandungnya." Ucap Asisten Hito dengan tampak gugup.
"Apa!" Ucap Mark tak kalah terkejutnya.
"Semua pasukan sudah saya siapkan untuk segera berangkat mengamankan markas tuan! Tinggal menunggu anda." Ucap Asisten Hito.
"Tapi Annisa?" Ucap Mark bingung.
"Sebagian sudah saya suruh untuk menjaga keamanan di rumah ini. menjaga Nyonya Annisa tuan." Ucap Asisten Hito seolah mengerti kekhawatiran yang ada di dalam hati tuan nya.
"Tidak! Biarkan aku dan semua pasukan yang telah kau siapkan berangkat ke markas. Kau tetap di sini! Jaga Annisa dan sebagian bodyguard." Ucap Mark memutuskan.
"Tapi tuan?" Ucap Asisten Hito seolah tak Terima dengan keputusan yang Mark berikan.
"Tidak ada bantahan lagi Hito!" Ucap Mark.
Dan Mark segera bersiap, beberapa mobil mengikuti nya di belakang, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi membelah sunyi nya jalanan di tengah malam ini.
Hingga beberapa menit, ia sudah sampai di markas miliknya, semuanya tampak hancur, pecah berserakan dan beberapa penjaga sudah tak bernyawa.
"Apa mau mu paman! Ku bunuh kau hari ini!" Ucap Mark dengan nafas memburu seolah ingin menelan Paman Hugo hidup-hidup.
"Bertemu lagi keturunan Roman yang menyebalkan." Ucap Paman Hugo menyilang kan kedua kakinya di kursi yang tengah di duduki. Dan Maira yang berada di sampingnya dengan keadaan yang mengenaskan.
"Apa mau mu Paman!" Ucap Mark menodongkan senjata api tepat didepan Paman Hugo dengan pasukan keduanya yang juga berdiri dan saling tatap dengan sengit.
Atmosfer keduanya sungguh mencekam! Sorot mata keduanya yang sama-sama membunuh.
"Kematian mu! Seperti aku menghabisi kedua orang tua mu 25 tahun yang lalu." Ucap Paman Hugo setelahnya dia tertawa terbahak-bahak.
"Kau!!!!" Ucap Mark yang tak percaya.
"Ya! Aku yang membunuh kedua orang tuamu! Menguburnya tubuh keduanya seperti binatang!" Ucap Asisten Hugo dengan sinis dan bangga.
"Paman! Akan ku bunuh kau hari ini!" Ucap Mark dengan menatap tajam ke arah Paman Hugo.
"Hahaha... bunuh aku! mimpi! kalau pun itu terjadi! Selama kau hidup dan sampai kau mati! Kau tak akan tahu di mana makan kedua orang tua mu yang menjijikkan!" Ucap Paman Hugo dengan senyum tipis! Ekspresi nya begitu jijik saat menyebut kedua orang tua Mark.
"Jaga batasan mu Paman!" Ucap Mark.
__ADS_1
"Diam! Karena kau di cintai oleh putriku! kau selamat dari ku dan masih bernyawa detik ini! kalau tidak! Kau sudah mati dari dulu Mark!" Ucap Pama Hugo dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Kau harus mati! Bunuh sekarang!" Ucap Mark dan dengan gerakan cepat kedua nya pun terlibat perkelahian yang sangat sengit. Hanya sekejap seluruh pasukan Mark maupun Hugo sudah tak ada yang bernyawa!
Mark dan Hugo sama-sama menodongkan pistol di dahi mereka dengan mata saling bertatap tanpa berkedip.
"Kau kalah!" Ucap keduanya.
"Hahaha, kau yang kalah Mark! Meskipun aku mati di tangan mu! kau akan pulang melihat jasad istrimu saja." Ucap Hugo.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Paman! Aku tak akan percaya padamu!" Ucap Mark.
Paman Hugo dengan gerakan satu tangan mengambil Handphone di saku nya! memperlihatkan bagaimana keadaan Mansion Mark yang memang benar adanya kacau! Penjaganya mati tergeletak.
"Apa kau masih tak percaya?" Ucap Paman Hugo.
"Dan lihat! Bahkan Asisten mu yang selalu kau andalkan babak belur tak berdaya." Ucap Paman Hugo dengan senyum tipis! Kemenangan memang akan selalu berpihak kepada nya.
Dan saat melihat Mark lengah, Paman Hugo langsung menendang pistol yang ada di tangan Mark, pistol itu melayang menjauh dari jangkauan keduanya. seketika pertahanan tubuh Mark oleng dan dengan kejam nya Paman Hugo memukulinya dengan membabi buta.
Darah segar mengucur keluar dari sudut bibir Mark, wajahnya babak belur dan memar akibat pukulan dari Hugo, entahlah! Pikiran Mark melayang mengkhawatirkan istrinya! Apalagi saat melihat keadaan Asisten Hito yang juga terkapar.
"Hahahaha.... Kau akan mati di tangan ku Mark! Sama seperti kedua orang tua mu!" Ucap Paman Hugo dengan senyum penuh kemenangan.
"Papa! Jangan!" Teriak Maira dengan begitu lirih.
"Tidak Maira! Dia harus mati kali ini." Ucap Paman Hugo tak terbantah kan.
Duar! Duar! Duar!
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys
Maaf telat UP, kayak nya untuk minggu ini aku masih bisa UP karena jadwal sidang ku mundur! masih ragu si😅 Belum ada jadwal yang keluar wkwkwkwk.
Maaf kalau masih ada yang typo. 😅
Nah loh! Mark kalah! gimana nih? 😜
__ADS_1