
Mark perlahan membuka matanya, masih dirasakan rasa nyeri yang mendera sebagian tubuh nya.
Sekarang ia berada di rumah sakit dengan perban di lengan dan kaki nya!
Clek!
"Apa anda membutuhkan sesuatu taun?" Ucap Bodyguard itu.
"Bagaimana keadaaan istri saja." Ucap Mark pada intinya.
"Nona Annisa di culik tuan, kami belum bisa membawanya pulang." Ucap Bodyguard itu tertunduk lesu.
"Lalu Maira?" Ucap nya.
"Nona Maira ada di dalam Mansion tuan, dia selamat." Ucap bodyguard menjelaskan.
"Siapa dalang dari semua ini!" Ucap Mark tajam dingin.
"Tuan Alex, dia menyewa anggota Mafia dari Asia Tiger untuk menyerang mansion anda. Dia mengorbankan hampir separuh kekayaan nya untuk membawa nyonya Annisa ke Mansion miliknya." Ucap Bodyguard itu memberikan informasi.
"Tuan Alex juga menempatkan penjagaan sangat ketat di Mansion nya tuan." Ucap bodyguard menjelaskan.
"Kita lakukan penyerangan malam ini. Kerahkan semua pasukan kita. " Ucap Mark dingin.
"Tapi tuan, tuan harus memikirkan keadaan anda yang baru saja siuaman." Ucap Bodyguard terbata.
"Apa kau sudah bosan hidup membantah ku!" Ucap Mark tak terbantahkan.
"Tidak tuan bukan seperti itu."
"Lakukan persiapan!" Ucap Mark dingin.
🍃
"Sudah bangun?" Ucap Alex menatap Annisa.
"Alex?" Ucap Annisa terbata.
"Kau merindukan ku?" Ucap Alex tersenyum.
"Kenapa kau menculik ku?" Ucap Annisa menatap tajam.
"Hahahahaha... kau membuatku tergila-gila sayang." Ucap Alex tertawa lebar.
"Kau wanita yang baik, tapi kau menikah dengan seseorang iblis sejati!" Ucap Alex
"Apa maksudmu?" Ucap Annisa menatap tajam seolah tak mengerti maksud dari Alex.
"Hahahahaa...."
"Ku yakin bedebah sialan itu pasti tak memberitahumu... "
"Kau telah menikah dengan seorang Mafia Annisa! seorang pembunuh!" Ucap Alex menatap tajam Annisa.
"Apa! Kau pasti menipuku!" Ucap Annisa tajam
"Hahahahha.... menipumu? Untuk apa?" Ucap Alex sinis.
"Pergi!" Ucap Annisa berteriak!
"Oke sayang! kau tak perlu berteriak seperti itu? habiskan makanan mu! aku akan pergi!" Ucap Alex berlalu pergi meninggalkan Annisa dikamar itu.
🍃
Jam menunjukkan pukul 10 malam. Semua persiapan Mark menjemput istrinya sudah siap dengan sangat matang dan sempurna.
Meski kakinya tak bisa digunakan dengan cukup leluasa, masih ada rasa sakit yang tertinggal namun ia harus bisa menahan nya.
Mark sudah mengetahui titik letak dimana saja ia bisa menerobos masuk di Mansion Alex.
Hanya butuh waktu 30 menit ia sudah tiba di Mansion mewah itu.
Dor
Dor
__ADS_1
Dor
Mark perlahan menerobos masuk kedalam, saat ini sasaran utamanya hanya Alex, Alex dan Alex.
Pertumpahan darah tak bisa di elakkan lagi di depan gerbang masuk. Perlahan namun pasti pasukan milik Mark sudah berhasil menerobos masuk kedalam.
"Tuan, Mansion kita di serang! dan Tuan Mark membawa semua pasukan yang dimilikinya." Ucap tangan kanan Alex.
"Shit!!!!"
"Kau urus di depan, aku akan ke kamar Annisa." Ucap Alex dingin.
Ia pun bergegas ke kamar yang di tempati Annisa,
Brak!
Di bukanya pintu dengan kasar, dan Alex menerobos masuk kedalamnya.
"Kau?" Ucap Annisa terbata karena masih terkejut.
"Lihatlah." Ucap Alex dingin menghidupkan TV yang ada di ruangan itu, yang menampakkan Mark sedang bertarung dan berusaha masuk ke Mansion Alex.
"Kau menikah dengan pembunuh! bisa kau liat? nyawa seseorang tak berarti baginya!" Ucap Alex dingin.
Annisa tertegun melihat Mark suaminya dengan gerakan menyerang yang membabi buta, ini lebih parah dengan apa yang ia lihat kemarin. bunyi tembakan Mark arah akan dengan cekatan ke hadapan musuh yang menghalangi nya.
Bom kecil juga di siapkan oleh Mark, sesekali ia melempar ke arah lawan, dan seketika tubuh mereka hancur di bersama ledakan BOM itu.
"Dia iblis! dia kejam! dan kau menikahinya!" Ucap Alex sinis.
"Berdiri, ikut aku!" Ucap Alex dingin.
Ia menarik Annisa dengan kasar, tangan mencengkram leher Annisa dengan sebilah pisau tajam, dan tangan satu nya mencekal kedua tangan Annisa.
di tariknya dengan kasar hingga ia dan Annisa turun ke bawah.
"Stop!!!" Ucap Alex dingin.
"Selamat datang di Mansion ku Mark! aku terkesan dengan penyambutan mu." Ucap Alex sinis.
"Lepaskan istriku bedebah!" Ucap Mark sorot mata tajam.
"Jangan mengajak ku berdebat kali ini! Lepaskan atau aku yang membunuhmu!" Ucap nya dengan sorot mata tak bersahabat sungguh ingin mencabik-cabik.
"Hahahhaha....jika aku tak bisa mendapat istrimu! kau pun tak bisa mendapatkan nya!" Ucapnya.
"Sialan! Jangan menguji kesabaran ku!" Ucap Mark tajam.
"Oh ya! ku beri tahu padamu! Aku tak melakukan apapun di hotel bersamanya, kau harus nya percaya pada istrimu! Semua bukti sudah aku lenyap kan , hotel yang aku pergunakan saat itu pun milikku! Semua sudah ku rancang sedemikian rupa untuk membodohi mu!
"Ayolah! kau sangat bodoh tak mempercayai istrimu! Bahkan kau berlaku kasar padanya!" Ucap Alex tertawa campah!
"Kau!!!!!" Ucap Mark mendekat.
"Jangan coba mendekat! jika kau tak ingin istrimu mati di tangan ku!" Ucap Alex dingin.
"Turun kan senjata mu! mundur!" Ucap Alex dingin.
"Jalan! jangan membantah!" Ucap Alex berbisik pada Annisa.
Alex berjalan dengan Annisa perlahan untuk keluar di Mansion itu. di ikuti langkah pelan Mark yang terus mengawasi gerak gerik keduanya.
Sungguh, rasa mual menghantam perut Annisa saat melihat luka tembak maupun sayatan yang ada di mayat yang sudah tergeletak.
Aku tidak mau, terjebak seperti ini! Aku harus bisa lepas dari lelaki kejam sepertinya! Gumam Annisa.
Saat di rasa Alex sudah lenggah, Annisa dengan gerakan spotan, memukul perut Alex dan menginjak kakinya secara bersama-sama.
Argh.
Sialan!
Annisa berlari ke arah Mark yang tak jauh dari jangkauan nya.
"Kau tak apa-apa!" Ucap Mark menangkup kedua pipi istrinya dan segera di balas dengan anggukan kepala oleh Annisa.
__ADS_1
"Mundur Annisa." Ucap Mark menyembunyikan istrinya di belakang tubuhnya dengan jarak aman.
"Mari kita bertarung secara laki-laki! jangan jadi pengecut kau Alex!" teriak Mark dengan tajam.
Entah energi dari mana! Mark begitu ingin menghabisi Alex dengan semangat yang membara.
"Aku akan membunuhmu!" Ucap Alex sinis.
"Cih mimpi!" Ucap Mark remeh.
Pertarungan keduanya pun tak dapet di elakkan saling memukul, menendang! Meski kaki Mark belum sembuh, ia tak memperdulikan itu.
Sisi membunuh Mark yang tak pernah di tunjukkan didepan istrinya.
Alex cukup tangguh untuk melawan Mark kali ini, kemampuan nya cukup di perhitungkan!
Syat!
Satu sayatan pisau berhasil melukai tangan Mark! darah mulau menetes di lengan itu.
Mark semakin membabi buat menyerang Alex tanpa ampun.
Brugh.
Alex jatuh tersungkur di bawah lantai dengan gerakan cepat Mark memposisikan dirinya berada di atas Alex, diambil nya pisau kecil kesayangan nya.
"Mati kau bedebah sialan!" Ucap Mark dingin.
Mark menusuk dengan keji perut Alex, tak cukup satu tusukan, tapi 10 kali tusukan! dan ia tak lupa mencongkel kedua bola mata Alex.
"Mata sialan!" Ucap nya saat kedua mata itu sudah ada di tangan nya dan melempar ke sembarang tempat.
Tubuh Mark bagai bermandikan darah segar Alex saat itu.
Sial! aku seharusnya tak melakukan seperti ini didepan nya. Gumam Mark yang sadar ada Annisa di belakang nya.
Mark perlahan menenggok kebelakang melihat istrinya, tubuh Annisa langsung bergetar hebat saat ia di tatap oleh Mark.
"Annisa!" Ucap Mark dengan nada lembut.
"Jangan mendekat! kau pembunuh! aku takut!" Ucap Annisa dengan bibir bergetar.
"Annisa!" Ucap Mark lagi dengan nada lembut.
"Hiks.... hiks.... hiks... jangan mendekat aku takut!" Ucap Annisa menangis sendu dan
Brugh
Annisa pingsan, dengan gerakan cepat Mark menangkap tubuh Annisa.
Di gendongnya tubuh itu dengan hati-hati.
"Kau bereskan semaunya! aku harus membawa istriku!" Ucap Mark dingin.
"Baik tuan." Ucap bodyguard itu.
Anak buah Mark sudah menyebar bom di berbagai titik Mansion Alex, untuk menghancurkan Mansion itu dan menghilangkan bukti.
Dan
Duar
Duar
Duar
Bunyi ledakan Bom yang saling bersahutan pun tak dapat di hindarkan dan sangat nyaring di telinga.
Rumah Alex hancur dengan kobaran Api yang sangat besar saat semua pasukan Mark yang tersisa sudah menjauhi rumah itu.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Maaf kalau tidak sesuai dengan ekspektasi kalian!
__ADS_1
Maaf kalau novel ini masih ada kekurangan nya.
Author disini juga masih belajar semaksimal mungkin untuk membuat novel ini lebih baik 😌