
Sudah seminggu Roman selalu pulang malam dan dengan keadaan mabuk, atau dia akan marah-marah dengan mendorong atau menghancurkan apapun yang ada di dekatnya. Bahkan tak jarang Citra juga mendapat kan pukulan dari nya.
Malam hari pukul 2 dini hari pagi! Suasana rumah tersebut sepi sunyi, semua masih dalam tidurnya hingga bunyi keras memekakkan telinga.
Tebakan!
Bom kecil!
Duar
Duar
Duar
Rumah Roman di bobol paksa oleh seseorang berbaju hitam, dengan bersenjata api lengkap di tangan nya.
"Bawa tuan mu kemari!" Titah Salah satu penjahat itu memerintah kepada seorang pelayan.
"Baik tuan." Ucapnya dengan gemetar.
Roman dan Citra dipaksa untuk bangun dini hari itu, Di seret hingga ia sampai di lantai bawah rumah tersebut.
Mayat para pelayan tergeletak tak berdaya di atas sana.
Citra dan Roman terduduk di lantai dengan kaki menekuk dan tangan keduanya sudah terikat.
"Kita bertemu lagi dua sahabat yang tak tau diri!" Ucap Hugo membuka topeng nya pada kedua sahabat nya.
"Hugo!" Ucap Kedua orang tersebut dengan terkejut.
"Apa yang kau lakukan Hugo!" Ucap Roman menatap tajam.
"Hahahaha, bermain dengan kalian ah bagaimana? Apa ini mengasyikkan?" Tanya Hugo dengan raut tak berdosa seolah-oleh tak terjadi apapun.
"Bermain apa yang kau maksud! kau membunuh orang yang tak berdosa Hugo!" Ucap Roman menatap Hugo dengan tajam mengintimidasi.
"Jangan berteriak padaku pecundang!" Ucap Hugo dengan meludah ke arah wajah Roman.
"Hay baby! Apa kau berubah pikiran ingin menceraikan laki-laki tak berguna di sebelah mu?" Tawar Hugo dengan menarik dagu Citra untuk menatapnya
"Aku tak sudi!" Ucap Citra menatap nyaman pada Hugo.
"Apa yang kau harapkan darinya Baby! Dia begitu menjijikkan saat ini" Ucap Hugo.
"Dia bahkan tak mempercayaimu!" Ucap Hugo remeh.
"Itu karena mu Hugo! Kau memberikan fakta bohong padanya!" Ucap Citra menatap nyalang.
"Hahahahaha.... " Ucap Hugo tertawa menggelegar.
"Apa maksud ini semua! Apa yang kalian maksud!" Tanya Roman menatap kedua orang dewasa itu bergantian, Hugo dan Citra.
"Kau menyakiti dia! Kau membuat dia menangis karena mu!" Ucap Hugo.
"Apa yang kau maksud!!!!" Tanya Roman berapi-api.
"Istrimu mencintaimu bodoh! kenapa kau percaya dengan semua permainan ku!" Kau bahkan menyakitinya akhir-akhir ini!" Ucap Hugo memberikan fakta mengejutkan bagi Roman.
"Kau laki-laki bodoh! Pecundang!" Ucap Hugo dengan lantang.
"Baby! Apa kau berubah pikiran sebelum aku membunuh suami mu yang tak berguna?" Ucap Hugo kembali memberikan tawaran pada Citra.
"Aku tidak akan mengubah keputusan ku! Kau lah yang laki-laki bodoh. Cuih" Ucap Citra berteriak dan meludah di wajah Hugo.
Plak!
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi Citra kali itu, hingga menimbulkan bekas merah pada pipinya. tak hanya satu tapi dua tamparan hingga sudut bibit Citra mengeluarkan darah.
"Jangan sakiti istriku Hugo!" Ucap Roman berusaha melindungi istrinya.
"Kau bahkan menyakitinya kemarin pecundang!" Ucap Hugo menatap Nyalang ke arah Roman.
__ADS_1
"Citra maafkan aku! Maaf jika aku tak mempercayaimu! Maaf jika aku menyakitimu kemarin." Ucap Roman tulus pada siang istri.
"Tak apa, aku memaafkan mu sayang." Ucap Citra tersenyum tulus.
"Kalian menjijikkan!" Ucap Hugo menatap sinis.
"Mari kita mulai permainan nya." ucap Hugo menutup wajahnya menggunakan topeng.
Bugh
Bugh
Bugh
Pukulan terus di layangkan Hugo pada Roman hingga mulutnya mengeluarkan darah segar. Sakit! Nyeri!
"Ah bagaimana? Sakit!" Ucap Hugo menatap sinis dengan tawa.
"Hugo hentikan." Ucap Citra yang tak tega melihat suaminya.
"Hentikan kau bilang! Tutup mulutmu Citra!" Ucap Hugo berteriak, jiwa membunuhnya menguar dalam dirinya.
Srett...
Uhuk
Uhuk
Citra terbatuk kalau belati tajam milik Hugo menyayat lehernya, cukup dalam hingga darah keluar dari luka itu, mengucur menetes hingga lantai putih berubah menjadi kemerahan.
"Hugo! apa yang kamu lakukan! Jangan sakiti dia! Kau mencintai nya bukan?" Tanya Roman.
"Cinta!" Tanyanya pada Roman dengan tawa menggema.
"Aku tak mencintainya! Hanya satu rasa yang tertinggal untuknya! Membunuhnya." Ucap Hugo menatap kearah Roman dengan jiwa membunuh.
"Mommy Papa." Ucap Mark begitu lirih kala melihat kedua orang tuanya dengan keadaan mengenaskan.
"Mark lari! Lari! Pergi!" Ucap Roman.
"Turuti kata Papa mu Mark! Pergi! Kami mencintaimu! Kau harus selamat." Ucap Mommy.
"Sialan! Anak mu harus mati." Ucap Hugo menatap tajam ke arah Mark.
"Biarkan dia hidup! Dia masih kecil." Ucap Roman memohon.
"Tidak!" Ucap Hugo.
"Mark turuti Papamu! Pergi nak! Lari." Ucap Mommy berteriak.
"Diam sialan!" Ucap Hugo dan
Crush.
Di tusuknya perut Citra didepan Mark, Dan Tubuh remaja itu kian bergetar hebat menyaksikan semuanya penyiksaan yang di alami kedua orang tuanya.
Mark pun berlari pergi meninggalkan rumah miliknya melalui halaman belakang rumah itu.
"Kejar Dia." Ucap Hugo memerintah bodyguard nya.
"Biarkan dia hidup sialan!" Ucap Roman berusaha melawan sekuat tenaga agar anaknya bisa lari jauh dari rumah itu.
Dor
Dor
Dua peluru langsung mendarat di bagian perut Roman dan Kakinya, yang di pergunakan untuk melawan.
"Kalian mengenaskan!" Ucap Hugo kembali tersenyum melihat keadaan keduanya.
Darah segar, rasa sakit perih dan semua menjadi satu dalam diri Citra dan Roman.
Dalam hati keduanya, Mark harus lah selamat karena dia harapan satu-satunya penerus keluarga tersebut.
__ADS_1
Luka sayatan, tembakan semua menjadi satu di tubuh keduanya, tak hanya 1 atau dua, bahkan keduanya mendapat 10 sayatan di sekujur tubuh masing-masing dan luka tembakan yang hampir di seluruh tubuh.
Citra dan Roman mati mengenakan ditangan Hugo dini hari, dan mereka di makam kan dalam satu lubang mengenaskan yang hanya Hugo ketahui. Tanpa menganti pakaian, membersihkan atau apapun.
MARK POV
Mark terus berlari entah kemana dia tak tau,
"Itu dia!" Ucap Bodyguard.
Dan Mark yang mendengar itu berusaha berlari sekencang mungkin.
Berhenti bocah!" Ucap Body berteriak.
Namun Mark berlari sekuat dan sekencang mungkin. Hingga
Dor!
tebakan terus di lanyang kan kearah Mark, dan soalnya peluru terakhir menghantam kakinya. Namun karena ketakutan nya ia menahan rasa sakit itu dan terus berlari sampai akhirnya dia berhasil lolos dari penjahat itu.
"Sial! Kita kehilangan jejek!" Ucap Bodyguard itu.
"Tapi kakinya sudah tertembak! Dia tak akan mungkin hidup! kalaupun hidup! dia akan mati perlahan karena tidak memiliki uang."
"Hahaha.... "
"Kita kembali saja.... "
......MASA LALU END......
Kembali ke cerita masa kini ya.
Hugo POV
Tok
Tok
Tok
"Tuan! maaf saya harus membawa berita buruk untuk anda." Ucap Bodyguard itu gugup saat akan menyampaikan berita.
"Katakan!" Ucap Hugo dengan dingin
"Nona Maira di sekap oleh tuan Mark di markas miliknya!" Ucap Bodyguard itu gugup.
"Apa!" Ucap Hugo kaget.
"Sialan! Harusnya ku bunuh anak itu dari dulu! Menyusahkan!" Gumam Hugo.
"Kenapa juga Maira harus mencintainya!" Ucap Hugo.
"Siapkan penerbangan ke Indonesia secepatnya." Ucap Hugo dengan nada memerintah.
"Baik tuan." Ucap Bodyguard itu terlalu pergi.
Argh.
Brak
Semua hancur di ruangan itu karena amukan kemarahan Hugo! Kau harus mati! Awas jika kau melukai putri ku Mark!
🌈🌈🌈
Happy Reading guys.
Babang Mark hati-hati ya.
Kira-kira keluarga Roman menang atau kalah lagi nih?
Hahahahaha....
Sabar ya.
__ADS_1
Maaf kalau ada typo! ngetiknya bener-bener nyempetin waktu nyempil banget sambil jaga warung nih🤗😂