
Sebaik-baik nya seseorang menyembunyikan bangkai, tetap saja akan tercium juga bukan?
Papa Mark sudah mengetahui semua yang dilakukan putra sulungnya! Sangat menjengkelkan! Demi apapun jika dia bukan darah dagingnya, timah panas yang bersarang di otak Rama adalah penyelesaian terbaik dari Papa Mark.
Memang benar! Buah jatuh tak jauh dari pohonnya! Kegilaan nya semasa muda, tak memiliki hati bahkan belas kasih kepada seseorang sekarang turun dan mendarah daging dalam diri Rama putra sulungnya.
Jika sang istri sampai mengetahui itu! Semua akan lebih menyulitkan Mark kedepannya.
🎶
Jam masih menunjukkan pukul 12 malam, namun Rama masih melakukan transaksi dengan beberapa clint dalam bisnis gelapnya tentu ditemani sang sabahat yaitu Chris.
Hingga pukul 1 dini hari pagi, Rama baru saja tiba di apartemen miliknya.
Clek!
"Bagaimana sayang? Apa bisnis mu lancar?" Ucap Papa Mark dengan nada dingin.
"Papa!" Ucap Rama kaget saat sang Papa tengah duduk di sofa ruang tamu dan melipat kedua tangannya di dada, pandangan nya menatap tajam bahkan ingin mencabik-cabik Rama saat itu juga.
"Apa perlu papa mengulang pertanyaan Papa! Kau tau betul bukan apa yang Papa maksud!" Ucap Papa Mark mengintimidasi.
"Ah aku, tadi ah itu! Mobilku bermasalah dan mogok di jalan jadi aku mencari bengkel kesana kemari. Papa tau bukan ini sudah malam jadi susah untuk mencari bengkel." Ucap Rama berkilah! Terkutuklah kau Rama! Kau tahu bukan Papa mu mantan seorang Mafia, dan kau membohonginya meski kebohongan mu sudah di tangkap basah oleh Papa mu! Otakmu dimana Rama.
"Apa kau memiliki cerita lain untuk berbohong?" Ucap Papa Mark memandang remeh.
Demi apapun? Meski sang Papa selalu menuruti kemauan nya, mencukupi kebutuhan, tapi amarah dan tatapan sinis nya akan membuat nyali siapapun menjadi ciut! Rama hanya bisa menelan ludahnya kasar, mau tak mau iya harus mengakui semua kebohongan nya.
"Baiklah Papa, ya aku membangkitkan kembali organisasi mafia Papa dulu! dan aku menjalan kan bisnis hitam, dan beberapa kali melakukan jual beli pistol dan beberapa bahan peledak." Ucap Rama dengan pasrah.
"Apa kau kekurangan uang? Apa papa selama ini tak bisa mencukupi mu? Tak bisakah kau tak menyusahkan Papa mu lagi!"
"Papa! Aku tak menyusahkan mu! Tapi! aku senang menjalani hidup seperti ini." Ucap Rama dengan jujur.
"Kau melampaui batasan mu Rama!" Ucap Papa Mark dengan nada meninggi.
__ADS_1
"Lalu apa yang Papa inginkan!" Ucap Rama tak kalah sengit.
"Besok kau pulang ke Indonesia tanpa ada kata bantahan."
"Tapi pa, aku tak ingin pulang, bagaimana dengan studiku!"
"Studi? Atau bisnis gelap mu Rama!" Ucap Papa Mark dengan sinis.
"Ah ayolah Papa."
"Tak ada bantahan! Kau lanjutkan studi mu di Indonesia! Dan bisnis mu akan di bereskan oleh Uncle Hito! Jangan melakukan negosiasi apapun dengan papa!"
"Pa ini tak adil! Papa tak bisa seenaknya padaku!" Ucap Rama tak Terima.
"Mau ku adukan kau pada mamamu!" Ucap Papa Mark dengan sinis.
"Kau selalu seperti itu Papa! Oke aku akan pulang bersamamu!"
"Kau memang harus pulang bersamaku! Tidur! Besok jam 8 adalah keberangkatan kita." Ucap Mark berlalu pergi.
🎶
📱 : Maaf tuan menganggu anda malam-malam.
📱 : Katakan kan!
📱 : Tuan Muda Rama, dia membangkitkan kembali organisasi Hitam anda dan sekarang dia sudah sukses dalam bisnis hitam dalam penjualan beberapa merk pistol rakitan nya sendiri dan beberapa bahan peledak.
📱 : Apa!
📱: Anda bisa mengecek email yang sudah saya kirimkan tuan, semua bukti sudah ada disana.
🎶
Keesokan harinya, Rama dan Papa Mark sudah bersiap untuk kepulangan mereka ke Indonesia.
__ADS_1
Didalam pesawat hanya kebisuan yang ada, Papa Mark cukup jengkel dengan putranya, dan kadar kejengkelannya sudah ingin mencekik leher Rama saat itu.
"Papa!" Ucap Rama membuyarkan kebisuan yang ada.
"Hm... "
Cih jika sudah marah, kau bahkan seperti wanita jauh lebih buruk dari mama. Gumam Rama dalam hatinya.
"Berhenti mengumpati ku anak sialan." Ucap Papa Mark seolah tau apa yang di pikirkan putranya.
"Dan anak sialan ini adalah bibit unggul darimu papa!" Ucap Rama dengan sombongnya.
"Jika ku tau akan jadi seperti dirimu! Sudah ku buang ke toilet saat itu!" Ucap Papa Mark dengan sinis.
"Ayolah aku adalah putra Papa yang tampan dan kau akan menyesal jika dulu membuangku!"
"Berhenti berdebat! Apa yang ingin kau katakan!"
"Nanti kalau mama bertanya padaku kenapa aku pulang ke Indonesia aku harus menjawab apa? apa Rama harus mengatakan jika Rama menjalankan bisnis hitam milik papa dulu." Tanya Rama dengan polosnya.
"Kau ingin mengancam Papa?" Ucap Papa Mark seolah tau akal bulus putranya itu.
"Ah Papa, kau sangat faham dengan ku." Kekeh Rama.
"Begini Papa, oke jika aku pulang ke Indonesia tak apa, tapi aku masih boleh kan bulan depan untuk kembali lagi, aku tak ingin kuliah di Indonesia Papa, kuliah ku tinggal sedikit lagi Papa." Ucap Rama mengajak bernegosiasi.
"Dan kau berharap Papa mengizinkan mu dan kau akan menjalankan bisnis haram itu lagi! Tidak! Dan kau lebih baik tidur atau diam saja! Ucapan mu membuat Papa pusing Rama."
Dan itu kata terakhir yang di ucapkan oleh Mark kepada putranya hingga pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara soekarno-hatta.
🎶
Happy Reading!
Kasihan ya Rama terciduk! 😋😂
__ADS_1