
"Annisa." Ucap seseorang.
Annisa menoleh ke sumber suara "Alex"
Alex tersenyum ramah pada Annisa, dan tanpa disuruh ia duduk di hadapan Annisa.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini." Ucap Alex menatap Annisa tanpa berkedip sama sekali.
Annisa hanya tersenyum, ia tak tau harus berbuat apa, mengusir Alex? itu tidak mungkin? tapi jika Mark mengetahui dan bertemu dengan Alex akan di pastikan akan terjadi peperangan.
"Kau sendirian?" Ucap Alex
"Tidak, aku ada janji dengan suamiku." Ucap Annisa jujur.
Annisa berharap setelah nya Alex akan beranjak pergi meninggalkan nya, namun sial! semua yang di pikirkan Annisa meleset semuanya.
"Kenapa kau harus menyebut dia dengan kata suamiku, sungguh aku ingin mencincang orang yang kau sebut suami!" Gumam Alex tersenyum kecut pada Annisa.
"Hem, baiklah aku akan menemanimu hingga suami mu sampai." Ucap Alex menawarkan diri.
"Sial bukan? Alex harus menyebut nya dengan kata suamiku, agar terlihat baik di mata Annisa, sungguh penyamaran yang hebat."
"Itu tidak perlu, aku bisa menunggu disini sendiri. kau pasti sibuk kan?" Ucap Annisa pada Alex, menolak secara halus.
"Ayolah, katakan jika kau sibuk Alex! Katakan!!!! aku tidak ingin kau dalam masalah dan bertemu suamiku! lekas pergi." Begitulah kira-kira tatapan memohon Annisa, sungguh semua hanya mengganjal dalam hatinya.
"Tidak! aku punya banyak waktu untuk menemanimu." Ucap Alex tegas.
Sial bukan? sungguh Annisa tak mengharapkan jawaban tersebut.
__ADS_1
"Permisi nyonya, ini pesanan anda silahkan." ucap pelayan tersebut memberikan secangkir jus pesanan Annisa.
"Pelayan!" Ucap Alex, yang membuat si pelayan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap laki-laki itu.
"Iya tuan. Apa anda butuhkan sesuatu?" Ucap Pelayan itu tersenyum ramah pada Alex.
"Bawakan aku secangkir kopi." Ucap Alex dingin pada pelayan.
"Baik tuan. mohon ditunggu." Ucap pelayan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Good Alex! kau akan masuk ke dalam kandang singa, kau akan membangunkan singa yang tertidur. Gumam Annisa, Sungguh ia tidak bisa berkata-kata lagi.
"Alex." Ucap Annisa lembut.
"ya." Ucap Alex ramah dan tersenyum secercah mentari.
"Hem, itu..... " Ucap Annisa tergagap.
"Tidak," Ucap Annisa cepat.
"Bagaimana mengatakan padanya, aku tak ingin ia ada disini. Mengapa susah sekali." Gumam Annisa khawatir, Mark akan segera tiba dan berfikir yang tidak-tidak.
"Hem, bisa kah kita tak satu meja seperti ini, aku tak ingin Mark berfikir yang tidak-tidak." Ucap Annisa lembut dan tertunduk, sungguh ia tak enak hati pada Alex.
"Kenapa?" Ucap Alex berlagak sok tak mengerti.
"Hem baiklah lupakan, kalau kau ingin duduk disini aku akan pindah di sana, kau boleh disini." Ucap Annisa beranjak berdiri dan ingin pindah meja,
Hap.
__ADS_1
Pergelangan tangan milik Annisa di pegang oleh Alex.
Annisa langsung mengibaskan tangan tersebut, "Maaf aku tak sengaja, aku refleks." Ucap Alex pada Annisa.
"Duduklah." Ucap Alex pada Annisa.
Dengan terpaksa Annisa duduk kembali di kursinya itu.
"Aku tau kau sudah bersuami, dan aku tak akan berbuat macam-macam, aku hanya tak ingin kau sendirian menunggu suamimu, jika suamimu sudah tiba akau akan pergi." Ucap Alex menjelaskan.
"Tapi... " Ucap Annisa tertahan.
"Maaf tuan ini kopi pesanan anda. saya permisi. " Ucap Pelayan menaruh secangkir kopi dan berlalu pergi.
"Sayang.." Ucap Mark melambaikan tangan ke arah Annisa.
Good, bagaimana ini. Ucap Annisa dalam hati.
Mark perlahan mendekati istrinya, Mark mengerutkan dahinya, siapa seseorang yang berani-beraninya duduk dengan istrinya.
Mark pun mempercepat pergerakan jalan nya untuk segera menghampiri istrinya.
"Kau." Ucap Mark mengepalkan tangan nya, rahangnya mengeras menatap nyalang pria yang ada didepan nya.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like, komen dan vote.
__ADS_1
Wkwkkw. hayo! gimana tuh reaksi Mark.
😂😂😂😂