
Didalam mobil Mark masih menampilkan wajah kesalnya pada Annisa.
Hmm.... Bukan pada Annisa ia kesal tapi Faiz.
Tapi Arghh.... Mark kesal udah titik!!! π
Annisa yang sekilas melirik kearah Mark melihat raut wajah tunangan nya yang memberengut kesal itu mencoba bertanya dan memecah keheningan.
"Apa aku melakukan kesalahan? Hingga kau mendiamkan aku? dan memasang wajah mengesalkan seperti itu?" Ucap Annisa pada Mark.
"Hm.... " Ucap Mark diam.
"Ah kalau tau kau mendiamkan ku seperti ini lebih baik aku pulang bersama dengan Kak Faiz saja." Ucap Annisa menggoda Mark.
Shitt!!!!
Mark langsung menghentikan mobilnya dengan menginjak rem secara tiba-tiba.
Kedua bola matanya menyorot menajam ke arah Annisa.
Glek,
Annisa tampak kesusahan menelan salivanya.
tau begini aku tak akan menggodanya. Gumam Annisa.
lalu Mark mendekatkan wajahnya ke arah Annisa. semakin dekat dan tambah dekat.
Mark pintu berbisik.
"Aku cemburu." Ucap nya dan segera menjauhkan wajahnya dari Annisa.
__ADS_1
Apa? hanya berucap seperti itu sorot matanya mengintimidasi ku? Gumam Annisa dalam hatinya dan mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
"Mark, aku dan Kak Faiz hanya berteman. Aku sudah menganggapnya sebagai kakak ku sama seperti Kak Hanafi." Ucap Annisa menjelaskan.
Arah pandangan Mark beralih menatap Annisa lagi. Kedua bola matanya mengunci arah pandangan Annisa.
Jarak diantara nya begitu dekat dan bahkan sangat dekat.
"Dengarkan aku, kau milikku. kau bahagiaku, aku tak rela seorang pun menyentuhmu. meskipun kakak mu, aku cemburu melihat itu. Entah sejak kapan rasa ingin ada dan begitu posesif kepadamu. Aku begitu mencintaimu Annisa, Hanya satu ketakutan yang selalu menghantuimu. Yaitu saat kau pergi meninggalkan ku." Ucap Mark lembut dan penuh dengan nada keseriusan.
Setelah berucap seperti itu, Mark menjauhkan wajahnya dan melanjutkan menjalan kan mobil dan fokus menyetir.
Annisa masih mencerna semua ucapan Mark, ia tertegun dan merasa beruntung karena Mark memiliki cinta yang besar untuknya.
Aku juga mencintaimu tanpa kata kurang hanya ada kata lebih dan tambah setiap harinya. Gumam Annisa tersenyum dalam hatinya.
"Mark, aku tak tau takdir Allah kedepan nya seperti apa nantinya, Yang perlu kau tau. aku tak akan meninggalkan kamu." Ucap Annisa melirik kearah Mark.
Terimakasih, kau adalah cinta sekaligus cahaya dalam hidupku. Saat hidupku hanya ada darah dan kekejaman, kau datang dengan ketulusan. Gumam Annisa.
πΎ
π Alex POV π
Semakin hari Alex tergila-gila dengan kesederhanaan yang dimiliki Annisa. Diam-diam ia juga mengutus seseorang untuk mengawasi pergerakan Annisa.
Saat Annisa diculik, Alex berniat membantu Annisa nun ia kalah cepat dengan Mark yang lebih dulu membantu tunangannya itu
Alex juga menyelidiki kejadian penculikan itu yang didalangi oleh Mantan sekretaris Mark.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Masuk." Ucap Alex pada seseorang di luar sana.
Tangan kanan Alex pun masuk dan memberikan informasi bahwa pernikahan Mark dan Annisa akan dipercepat.
**Bruk
Bruk
Bruk**
Alex tidak Terima dengan informasi yang dikatakan oleh tangan kanan nya itu.Ia pun menggebrak meja dengan dengan kilatan amarah yang meluap.
"Kau harus datang padaku sayang. kau adalah milikku." Ucap Alex melihat foto Annisa yang ada di dalam layar handphone nya yang ia ambil secara diam-diam.
Senyuman setan penuh arti kejahatan tercipta dan semua rencana di otak Alex akan segera ia laksanakan sebelum Annisa menikah dengan Mark.
π
Happy Reading ya guys aku udah upload 4 bab hari ini nih...
Jangan lupa Like comment dan vote nya ya.
Makasihπ
Oh ya! kalau ada masukan tentang novel ini agar kedepannya lebih baik, aku sangat sangat terbuka untuk ituπ
Sayang kalian pembaca setiakuππππ€
__ADS_1