Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Mandi


__ADS_3

"Sayang.." Ucap Mark mengelus pipi Annisa dengan begitu lembut.


Annisa hanya menampilkan reaksi menggeliatnya.


"Sayang..." Ucap Mark lagi, dan lagi!! !! Annisa hanya menggeliat.


Mark terkekeh geli melihat reaksi istrinya, muncul ide jahil di dalam pikiran nya.


Cup


Cup


Cup


Mark mengecup seluruh wajah milik Annisa dengan begitu cepat namun tetap lembut.


Tak hanya pipi. Bahkan Mark mengecup semua wajah milik Annisa.


"Bee... Apa yang kau lakukan!!!" Sunggut Annisa pada Mark yang jahil.


"Aku sejak tadi membangunkan mu, tapi kau tak bangun." Ucap Mark lembut dan tersenyum.


"Mandilah terlebih dahulu, setelah itu istirahat lah." Ucap Mark lagi penuh dengan kasih sayang


"Baiklah." Ucap Annisa perlahan turun dari tempat tidurnya,


Clek!


Annisa membuka pintu kamar mandi dan masuk kedalam nya, namun Mark juga mengikuti langkah Annisa dari belakang.


"Bee... tunggu lah dulu, biar akau mandi terlebih dahulu." Ucap Annisa sedikit mendorong Mark agar keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Tidak mandi bersama!" Ucap Mark tegas!


"Tidak! sendiri-sendiri." Ucap Annisa tak kalah tegas dari suaminya.


"Aku hanya ingin membantu mu mandi!" Ucap Mark lagi.


"No.!" Ucap Annisa.


"Sayang ayolah.... aku hanya ingin membantu mu saja!" Ucap Mark merenggek manja pada istrinya.


"Hem... Baiklah..." Ucap Annisa, karena jika sang suami sudah memberikan titah maka Annisa tidak akan bisa menolak.


Kedua nya pun mandi bersama, Mark yang kini tengah menggosok punggung Annisa.


Namun Mark menggosoknya menggunakan mulut, sesekali ia mencium leher dan punggung Annisa.


Annisa merasa geli dengan apa yang dilakukan kan suaminya.


"Sayang... kau sudah berjanji untuk membantuku mandi tapi tanpa mengajakku berolahraga Tapi kau.....!" Ucap Annisa kesal pada Mark.


Namun mark tidak memperdulikan ucapan istrinya, hanya melihat leher putih dan bagian punggung Annisa yang terekspos tersebut membuat si adik kecil milik Mark tidak lagi bisa di kondisikan.


Ia sudah meminta jatahnya, dengan gerakan cepat, Mark meremas dua gunung kembar milik Annisa.


"Bee... ! ! ! Kau membohongiku!" Ucap Annisa kesal pada suaminya dan memukul lengan suaminya itu.


Mark terus melancarkan aksinya, hingga satu desahan lolos dari mulut Annisa.


Akhirnya keduanya pun mandi, namun sebelum itu mereka mengadakan olahraga bersama terlebih dahulu dengan Mark sebagai pemimpin.


Hanya sekali Mark melakukan nya, karena ia tampak kasihan melihat wajah istrinya yang kelelahan.

__ADS_1


Mark dan Annisa pun tertidur dengan nyenyak di kasur, mengarungi dunia mimpi mereka masing-masing.


๐ŸŒˆ 03.00 WIB ๐ŸŒˆ


Annisa terbangun dari tidurnya, ia melihat jam yang ada di dinding menunjukkan pukul 3 pagi.


Di lihatnya wajah Mark yang tertidur nyenyak memeluk dirinya, Perlahan ia mengusap pipi Mark namun si empu nya hanya menggeliat dan kembali tertidur dengan nyenyak.


Dengan sangat hati-hati Annisa menyingkirkan tangan mark yang memeluknya, setelah terlepas, Annisa bergegas turun dari ranjang.


Ia melangkah kan kakinya dengan sangat hati-hati untuk keluar kamar, dan menutup pintu dengan sangat pelan dan hati-hati.


Annisa pun berjalan menuju ruang beribadah di rumah itu.


Ya! semenjak Mark bertunangan dengan Annisa, Mark membangun satu ruangan untuk beribadah.


letaknya di sebelah kamar utama milik Mark.


Annisa menarik handle pintu dan melangkahkan kakinya untuk masuk menunaikan sholat, setelah Sholat Annisa menyempatkan dirinya untuk mengaji.


๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ


Happy Reading ya guys๐Ÿ’™


Maaf kalau masih banyak yang typo๐Ÿค—


Jangan lupa like, komen dan vote yaโค


buat yang vote author berterimakasih banyak, dan buat pembaca setia author, kalian terbaik๐Ÿค—๐ŸŒˆ


Disini kenapa Annisa ga bangunin Mark, karena kasihan ngelihat wajah suaminya yang kecapean yang selalu memimpin olahraga malam ya๐Ÿ˜…

__ADS_1


__ADS_2